Sidang Isbat; Hilal Tak Terlihat, Awal Puasa 2015 Serentak

- Editor

Rabu, 17 Juni 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umat Islam Indonesia akan memulai ibadah puasa secara serentak pada bulan suci Ramadhan 1436 Hijriah atau tahun Masehi 2015. Hasil penghitungan Hijriah melalui metode hisab ataupun rukyat sama-sama menetapkan 1 Ramadhan 1436 Hijriah jatuh pada Kamis, 18 Juni 2015.

Metode rukyat atau melihat hilal (bulan) dipilih Kementerian Agama dan sejumlah ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama. Sementara metode hisab, penghitungan astronomi, dipilih Persyarikatan Muhammadiyah.

Muhammadiyah lebih dulu menetapkan awal puasa. Melalui Maklumat 01/MLM/I.0/E/2015 tertanggal 28 April 2015, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan tahun ini jatuh pada 18 Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Kemenag bersama sejumlah ormas Islam melakukan rukyat pada Rabu (16/6). Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, dari sekitar 36 titik rukyat, tak ada satu pun yang melihat hilal.

Ahli astronomi dari Badan Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan, posisi hilal masih di bawah ufuk. Hilal terbenam lebih dulu dari Matahari. Tak ada satu pun bukti yang menyatakan hilal terlihat hingga Selasa petang.

Oleh karena itu, sidang isbat (penetapan) awal puasa di Kemenag, Selasa malam, memutuskan awal puasa jatuh pada 18 Juni, sama dengan Muhammadiyah. “Karena hilal tidak tampak, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari sehingga 1 Ramadhan baru lusa, Kamis, 18 Juni,” ujar Lukman dalam jumpa pers.

c75ce14437e04dadbdf632c8493d81ecMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama (kanan ke kiri) Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin, anggota Mustasyar PB Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin, dan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Machasin saat mengumumkan penetapan awal puasa atau 1 Ramadhan 1436 Hijriah di Kemenag, Jakarta, Selasa (16/6).–KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengungkapkan, tiada perdebatan berarti di sidang isbat. Bahkan, menurut dia, sidang kali ini yang tercepat daripada tahun-tahun sebelumnya. Sidang isbat hanya sekitar 40 menit, dimulai pukul 18.20 dan berakhir pukul 19.00.

Lukman bersyukur atas kebersamaan dalam penentuan awal puasa. “Kebersamaan itu juga karena posisi hilal yang bisa dilihat sama. Ini yang harus disyukuri,” katanya.

Lukman berharap, ke depan semua ormas Islam bisa menyamakan pandangan terkait penentuan penanggalan Hijriah, termasuk penentuan awal Ramadhan dan Lebaran.

Mustasyar Pengurus Besar NU Ma’ruf Amin sepakat mengupayakan penyatuan hisab dan rukyat. “Kami sedang mencari kiat-kiatnya. Kami satukan bukan dengan pemaksaan, tetapi sukarela. Ini membuat Muslim Indonesia tak saling bermusuhan, tetapi menyayangi,” katanya.

Baik Lukman, Din, maupun Ma’ruf menyampaikan selamat menunaikan puasa kepada seluruh umat Islam. (NTA/NDY)
————————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Juni 2015, di halaman 1 dengan judul “Hilal Tak Terlihat, Awal Puasa 2015 Serentak”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru