Semua Pintu Masuk Wajib Memiliki Pemantau Radiasi

- Editor

Minggu, 15 Mei 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir meminta semua pelabuhan laut dan bandar udara dilengkapi alat pemantau radiasi atau RPM guna mencegah masuknya bahan radioaktif secara ilegal. Langkah itu bukan untuk meniadakan pemanfaatan legal, melainkan menekan risiko penyelundupan bahan radioaktif untuk tindak kriminal atau terorisme.

“Di Sulawesi, teroris dari negara lain masuk menggunakan kapal nelayan dan bergabung dengan kelompok Santoso,” kata Nasir, Kamis (12/5), di Jakarta. Bukan tidak mungkin cara masuk yang tak dideteksi itu digunakan untuk membawa bahan berbahaya.

Nasir menyampaikan hal itu saat Konferensi Informasi Pengawasan 2016 yang diadakan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bertema “Membangun Sinergi Sistem Keamanan Nuklir Nasional untuk Menghadapi Aksi Kriminal dan Terorisme yang Melibatkan Zat Radioaktif dan Bahan Nuklir”. Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto dan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Djarot S Wisnubroto juga hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jazi menuturkan, radiasi nuklir tak kasatmata sehingga harus menggunakan alat, salah satunya radiation portal monitor (RPM), guna mengetahui ada tidaknya radiasi nuklir pada benda-benda yang masuk ke wilayah RI dan apakah radiasi tersebut sudah melewati ambang batas keamanan dan keselamatan.

Saat ini, baru enam pelabuhan yang memiliki RPM. Bapeten memasang tiga RPM di Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Pelabuhan Bitung (Sulawesi Utara), dan Pelabuhan Soekarno- Hatta (Makassar, Sulawesi Selatan). Adapun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan memasang di Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) dan Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya, Jawa Timur) serta Badan Pengusahaan Batam di Pelabuhan Batu Ampar (Batam, Kepulauan Riau).

Bapeten sedang memasang satu RPM di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang, Jawa Tengah) dan menurut rencana diresmikan Presiden Joko Widodo, Juli 2016. Artinya, hanya ada tujuh pelabuhan ber-RPM hingga tahun ini. Padahal, Indonesia punya total 172 pelabuhan (di antaranya 4 pelabuhan utama dan 14 pelabuhan kelas I). Sementara itu, RPM sama sekali belum terpasang di lebih dari 200 bandara dan pos-pos perbatasan negara.

Khoirul Huda, Deputi Perizinan dan Inspeksi Bapeten, menambahkan, pemerintah merespons kondisi itu dengan menerbitkan surat berisi arahan Presiden Jokowi yang dikeluarkan Sekretaris Kabinet dengan nomor B-201/Seskab/Polhukam/4/2016. Isinya arahan kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Dalam Negeri agar RPM terpasang di semua pelabuhan internasional, bandara internasional, dan pos lintas batas negara guna mencegah zat radioaktif masuk- keluar secara ilegal.

Meski pemerintah sudah memberikan instruksi resmi, Khoirul ragu semua pintu masuk internasional sudah ber-RPM dalam waktu dekat. “Setidaknya butuh 10 tahun,” ujarnya.

Harga satu RPM bisa puluhan miliar rupiah. Namun, kata Khoirul, masalah utama bukan pada biaya pengadaan RPM, melainkan egosektoral tiap instansi. Salah satu hambatan adalah keengganan instansi memelihara dan mengoperasikan RPM. (JOG)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Mei 2016, di halaman 14 dengan judul “Semua Pintu Masuk Wajib Memiliki Pemantau Radiasi”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 33 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB