Semar Proto dan Rakata Meraih Juara Ketiga

- Editor

Sabtu, 4 Mei 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil purwarupa karya Universitas Gadjah Mada Semar Proto dan Rakata dari Institut Teknologi Bandung meraih juara ketiga di kelas purwarupa Shell Eco-Marathon Asia 2019. Semar Proto menang di kategori baterai listrik dan Rakata di kategori pembakaran internal.

Penghargaan diberikan di hari terakhir SEM Asia 2019, Kamis (2/5/2019), di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Semar Proto berhasil menorehkan rekor menempuh jarak 387 kilometer dengan menggunakan daya baterai 1 kilowatt per hour (kwh). Juara dua adalah Tim Averera dari Institut Teknologi India dengan rekor 465 kilometer/kwh dan juara satu Tim Huaqi-EV dari Universitas Teknologi China Selatan di Guangzhou. Rekor mereka adalah 502 km/kwh.

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR–Tim Semar Proto Universitas Gadjah Mada memenangi juara ketiga untuk jenis mobil purwarupa kategori baterai listrik di Shell Eco-Marathon Asia 2019. Penghargaan diberikan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia hari Kamis (2/5/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zaky Maulana Fikri, anggota Tim Semar Proto UGM menuturkan, mobil mereka kalah secara onderdil dari juara pertama dan kedua. “Onderdil yang bagus biayanya sangat mahal dan harus impor dari China,” ujarnya.

KOMPAS/LARASWATI ARIADNE ANWAR–Tim Rakata Institut Teknologi Bandung mendapat peringkat ketiga di lomba mobil purwarupa kategori pembakaran internal di Shell Eco-Marathon Asia 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada hari Kamis (2/5/2019).

Sementara Rakata ITB yang menggunakan ethanol mencetak rekor 926 kilometer per liter. Angka ini mengalahkan capaian mereka di tahun 2018, yaitu 560 km/liter. Adapun juara satu ialah Universitas Teknologi Rajamangala dari Thailand dengan rekor 1.547km/liter. Di tempat kedua Universitas Tongji dan China yang capaian mobilnya adalah 966 km/liter.

“Badan Rakata lebih berat dibandingkan mobil-mobil lain. Kami akan coba kembangkan badan yang lebih ringan,” kata Manajer Tim Rakata Fikri Imam Ramadhan.

Oleh LARASWATI ARIADNE ANWAR

Sumber: Kompas, 3 Mei 2019

Informasi terkait

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB

Artikel

Jejak 100 Hari Pemburu Kayu

Jumat, 7 Agu 2026 - 16:30 WIB