RSAB Harapan Kita Siap Pisahkan Maxxon-Maxxen

- Editor

Selasa, 16 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta, akan melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam Maxxon-Maxxen, Sabtu (20/2), melibatkan sekitar 30 dokter, didampingi tim dokter RS Umum Dr Soetomo, Surabaya.

Maxxon Kee Ming Feng dan Maxxen Kee Ming Jian adalah bayi kembar siam anak pasangan Kee Chin Kai alias Roy (32) dan Linda (35). Direktur Medis dan Keperawatan RSAB Harapan Kita, Didi Danukusumo, Senin (15/2), di Jakarta, menyatakan, bayi Maxxon-Maxxen mengalami toraco abdomino fagus (penyatuan bagian dada hingga perut). Bayi Maxxen mengalami hipertensi. Setelah lahir di RSAB Harapan Kita 10 bulan lalu, operasi pemisahan direncanakan sekarang karena butuh persiapan, antara lain, kondisi bayi, pendampingan dari RSU Dr Soetomo, dan kesiapan peralatan. (ADH)
————–
204531120160215-bayi-kembar-siam-20160215-202713780x390Dokumen Kehutanan Akhirnya Diberikan

Setelah melewati tiga tahun berupaya mengakses dokumen kehutanan, Senin (15/2), Forest Watch Indonesia (FWI) akhirnya mendapat tiga dokumen kehutanan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Itu menjalankan perintah Komisi Informasi Publik (KIP) yang menyatakan dokumen kehutanan merupakan informasi publik. Dokumen itu berupa Rencana Kerja Tahunan Hutan Tanaman, Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri pengolahan kayu di atas 6.000 meter kubik per tahun 283 dokumen, Rencana Kerja Usaha Hutan Alam 222 dokumen, serta Rencana Kerja Usaha Hutan Tanaman dan Izin Pemanfaatan Kayu. Sakti Hadengganan Harahap, Sekretaris Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, mengatakan, pemberian dokumen ini bukan semata-mata karena putusan KIP dan banding ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. “Kebetulan yang diminta FWI bukan dokumen penuh KLHK, tapi ada dokumen rencana kerja dari swasta yang distempel pemerintah,” katanya. (ICH)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 45 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB