Riset dan Jasa Ilmiah untuk Daya Saing Daerah

- Editor

Selasa, 22 Maret 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil riset dan layanan ilmiah/industri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) diharapkan bisa diaplikasikan di daerah. Itu penting untuk memenangi daya saing pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

”Untuk memenangi persaingan, salah satunya menerapkan hasil riset dengan cara inovatif,” kata Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Bambang Subiyanto, Senin (21/3), menyambut rapat kerja di Kebumen, Jawa Tengah. Hasil-hasil riset ditampilkan, antara lain kursi roda elektrik digerakkan sinyal otak, teknologi nanobubble memperbaiki kadar oksigen air mendukung budidaya perikanan, serta riset pengembangan sistem mutu dan teknologi pengujian. Ada pula layanan ilmiah/industri LIPI, seperti layanan kalibrasi, uji produk industri, pembinaan industri pemula berbasis teknologi, dan pembuatan multimedia iptek. (*/GSA)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Maret 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.
————-
Anggaran dan Mutu Pendidikan Tak Beriringan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya peningkatan mutu pendidikan selama ini belum seiring dengan besarnya anggaran. Dana pendidikan lebih banyak mengalir untuk proyek fisik dan cenderung mengabaikan upaya melesatkan kualitas didik peserta dan tenaga pendidik. Guru Besar Universitas Andalas Fasli Jalal mengatakan hal itu dalam acara Fasilitasi Harmonisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Strategis Pendidikan di Jambi, Senin (21/3). ”Kondisi ini tecermin dalam alokasi dana pendidikan di daerah yang masih cenderung berkutat pada proyek fisik, seperti pembangunan gedung sekolah, pengadaan alat bantu, atau pelaksanaan berbagai seminar dan pelatihan yang kerap malah tidak tepat sasaran dan kebutuhan,” tutur Fasli. Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional ini menambahkan, dampak dari kondisi tersebut, besarnya dana pendidikan selama ini belum efektif mencetak lulusan yang kompetitif, inovatif, dan kreatif. Dalam kaitan itu, Penjabat Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Diah Sih Irawati mendorong daerah menerbitkan Peraturan Daerah RPJMD dan renstra pendidikan. Keduanya harus sejalan. (ITA)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Maret 2016, di halaman 12 dengan judul “Langkan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Berita ini 29 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Kamis, 30 April 2026 - 08:17 WIB

Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru