Berleher panjang dengan berat tubuh 77 ton, dinosaurus berkaki empat (Sauropoda) dengan panjang tubuh 40 meter itu lebih menyerupai monster. Hidup di era Cretaceous, ”monster” itu menjelajahi wilayah Patagonia, Argentina, memakan aneka jenis tumbuhan. Hampir 100 juta tahun berlalu, dinosarus herbivora itu ditemukan berupa fosil yang menggegerkan dunia ilmu pengetahuan.
Temuan itu sungguh mengejutkan, yang lalu disebut sebagai temuan dinosaurus—dari jenis Titanosaurus—terbesar dan terberat yang pernah ada di dunia. Rekor sebelumnya dipegang keluarga dinosaurus lain yang juga ditemukan di wilayah Argentina, Argentinosaurus. Panjang total tubuhnya 36,6 meter.
Kegaduhan temuan fosil terbesar dan terberat itu, semua berawal pada 2011, ketika buruh tani di kawasan gurun di dekat wilayah La Flecha di Provinsi Patagonia—1.300 kilometer di selatan Buenos Aires—tersandung bongkahan tulang belulang fosil. Pertama yang ditemukan adalah tulang, yang kemudian diketahui sebagai tulang kaki besar sepanjang 2,4 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua tahun lewat, Januari 2013, tim yang terdiri atas para ahli purbakala dari Museum Paleontologi Egidio Feruglio melakukan penggalian. Hasilnya, ditemukan fosil yang diperkirakan milik tujuh individu beragam usia dengan jumlah total 150 bagian tulang. Kondisinya disebut ”sangat baik”.
Secara rinci, penggalian itu menemukan tulang ekor, batang tubuh, dan leher yang memungkinkan para peneliti memperoleh gambaran utuh, seperti apa sebenarnya bentuk dan ukuran dinosaurus itu ketika hidup.
”Ini temuan paling komplet di dunia dari fosil dinosaurus raksasa jenis ini, temuan yang sangat penting bagi ilmu pengetahuan,” kata pemimpin ekskavasi Jose Luis Carballido (36), seperti dikutip AFP, Sabtu (17/5). Sebelumnya, berbagai temuan fosil tak pernah selengkap dan seutuh temuan terbaru itu.
Carballido merinci, temuan timnya yang terdiri atas sejumlah peneliti dari Argentina dan Spanyol, meliputi 10 tulang belakang, 40 tulang bagian ekor, sejumlah bagian leher dan kaki lengkap. Sejauh ini, temuan sauropoda yang diketahui dunia
sangat terbatas. Berupa serpihan yang terpisah-pisah. ”Ini temuan luar biasa,” kata paleontolog Museum Egidio Feruglio itu.
Mengenai berat tubuh yang diperkirakan 77 ton atau sekitar 14 kali berat tubuh gajah afrika, itu diperoleh dari proyeksi panjang dan lingkar tulang paha yang ditemukan. Secara visual, besar tulang paha itu lebih besar dan lebih panjang dari tubuh orang dewasa, yang dalam tayangan BBC, dibandingkan dengan tubuh peneliti Dr Diego Pol yang rebah di samping fosil tulang paha itu.
Melihat ukuran tulang-tulang yang ditemukan, kata Pol, melampaui ukuran tulang-tulang dinosaurus raksasa yang ditemukan sebelumnya. Temuan itu sekaligus memperkuat perkiraan bahwa dinosaurus yang baru saja ditemukan itu merupakan binatang terberat yang pernah berjalan di bumi. Panjang dari kepala hingga ekor mencapai 40 meter.
”Berdiri dengan leher tegak, tingginya sekitar 20 meter, setara dengan bangunan tujuh lantai,” kata dia.
Hingga kini, temuan itu belum diberi nama. Kemungkinan, namanya dikaitkan dengan lokasi dan nama pemilik lahan pertanian yang memungkinkan penggalian atas temuan tersebut. Sejauh ini, hanya disebut ”dinosaurus terbesar di dunia”. Nama itu pernah disematkan pada temuan sebelumnya yang juga ditemukan di Patagonia.
Metode pengukuran
Di luar persoalan temuan yang secara fisik relatif utuh dan besar itu, ada persoalan cara mengukur berat tubuh yang hingga kini masih menjadi perdebatan. Ada beberapa metode mengalkulasi berat dinosaurus: sebagian berdasarkan volume keseluruhan, sebagian lagi berdasarkan pengukuran tulang anggota badan yang berbeda-beda.
”Tidak selalu setiap pihak setuju dengan metode yang digunakan,” kata ahli dinosaurus dari Museum Sejarah Alam London Dr Paul Bennet, yang tidak terkait dengan penggalian di Argentina itu.
Yang menarik, kata dia, adalah penemuan fosil sauropoda lain di luar Argentinosaurus. Namun, sekali lagi ia mengingatkan, secara ideal masih butuh lebih banyak bahan dari temuan superbesar itu untuk lebih memastikan seberapa besar sebenarnya.
Hal sama diungkapkan paleontolog Amerika Serikat, David Burnham, bahwa masih dibutuhkan banyak hal untuk membuktikan ukurannya. Namun, terbesar atau tidak, cakupan luas temuan itu dinilai luar biasa.
”Anda sungguh dapat mulai merekonstruksi kehidupan masa lalu, ketika menemukan harta karun seperti itu,” kata ilmuwan dari Universitas Kansas itu.
Menemukan begitu banyak individu dinosaurus pada satu lokasi, menurut para paleontolog, di antaranya mengonfirmasi dugaan bahwa para pemakan tumbuhan hidup dalam kawanan, sebagaimana para pemangsa mereka hidup. Dunia juga jadi tahu pada lingkungan seperti apa kawanan itu hidup. (AFP/BBC/GESIT ARIYANTO)
Sumber: Kompas, 21 Mei 2014