Program Satu Peta; Masyarakat Ingin Lebih Dilibatkan

- Editor

Sabtu, 23 November 2013

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif berharap masyarakat sipil bisa dilibatkan dalam jaringan data spasial nasional. Itu agar peta-peta yang telah dihasilkan masyarakat bisa menjadi pertimbangan dalam menyusun satu peta nasional yang lengkap.

”Pemetaan partisipatif telah dilakukan di sebagian masyarakat adat atau tradisional. Di dalam jaringan data spasial nasional, ini diletakkan di mana? Kami ingin masyarakat sipil masuk dalam jaringan data spasial nasional,” kata Kasmita Widodo dari Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), di Jakarta, Jumat (22/11).

BIG_KepalaBIG_zpse5c0a42bSaat ini, kejelasan pengakuan areal kawasan adat menjadi tuntutan pascaputusan Mahkamah Konstitusi No 11/2012. Dalam amar putusannya terkait Undang-Undang No 41/1999 tentang Kehutanan diakui bahwa hutan adat bukan hutan negara.

Kepastian konstitusi tersebut direspons beberapa kelompok masyarakat dengan mengapling tanah-tanah adatnya. Namun, pengaplingan saja dinilai tidak memiliki legalitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, ia meminta agar organisasi masyarakat sipil diakui dalam jaringan data spasial nasional yang kini berisi 15 kementerian/lembaga di bawah koordinasi Badan Informasi Geospasial (BIG). Melalui keterlibatan aktif dan masuk dalam sistem, masyarakat bisa mengontrol dan memberikan masukan atas data spasial yang dihasilkan.

Terkait hal ini, Priyadi Kardono, Deputi Informasi Geospasial Tematik BIG, mengatakan, pemetaan hutan adat harus dilakukan dan disetujui Kementerian Kehutanan. (ICH)

Sumber: Kompas, 23 November 2013

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB