Home / Berita / Perpustakaan Bisa Kembangkan Ekonomi

Perpustakaan Bisa Kembangkan Ekonomi

Pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan perpustakaan yang dilengkapi perangkat komputer dan internet. Dengan fasilitas itu, diharapkan masyarakat dapat memperoleh banyak informasi dan mampu mengembangkan kreativitas untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi di daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah di sela-sela pertemuan nasional bertema “Penguatan Komitmen Pengembangan Perpustakaan yang Berkelanjutan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat” dan penandatanganan komitmen pengembangan program Perpuseru oleh para bupati di Jimbaran, Bali, Kamis (14/4).

Acara itu diprakarsai Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) yang melaksanakann program Perpuseru, yaitu program pemberdayaan perpustakaan di daerah melalui pembinaan kualitas sumber daya manusia serta bantuan komputer dan fasilitas internet melalui kerja sama dengan PT Telkom.

Menurut Achmad, ada kesan bahwa kepala perpustakaan dan arsip merupakan orang “buangan”. Namun, jika kepala perpustakaan kreatif mengembangkan perpustakaan, perpustakaan dapat menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan kegiatan ekonomi di berbagai sektor melalui informasi yang diperoleh dan aplikasi dari informasi yang didapat.

“Program lebih aplikatif sehingga mampu melahirkan kelompok masyarakat, petani, dan UKM menjadi pelaku usaha yang tangguh,” kata Achmad. Oleh karena itu, ia mendorong pengembangan perpustakaan di tingkat kecamatan dan desa.

Warga Pamekasan, Wahid, mengungkapkan, pada mulanya, ia memiliki tiga ayam. Namun, ayam yang dipeliharanya itu sering mati. Lalu, ia mendapatkan banyak informasi cara memelihara ayam melalui internet di perpustakaan daerah. Saat ini, ia justru dapat mengembangkan bisnis ayam dengan jumlah 500 ekor.

Nurdin mengatakan, perpustakaan harus menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, minat baca masyarakat harus ditumbuhkan dan ditingkatkan agar masyarakat dapat memperoleh banyak informasi dalam mengembangkan usaha di berbagai sektor. Inovasi petani, seperti pemilihan bibit atau cara bertanam yang baik, bisa diperoleh dari perpustakaan dan internet yang tersedia di perpustakaan.

Chief Executive Officer CCFI Titie Sadarini mengungkapkan, tahun 2016-2018, pihaknya memperluas program Perpuseru di 34 kabupaten dan kota menjadi 99 kabupaten dan kota. “Sebelumnya, sejak 2012 sampai 2015, CCFI telah menjalin kerja sama dengan 34 kabupaten dan kota,” kata Titie

Di 34 kabupaten/kota, ada 118 perpustakaan yang terlibat dalam program Perpuseru. Dengan tambahan menjadi 99 kabupaten/kota, ditargetkan ada 550 perpustakaan yang terlibat. Kabupaten dan kota itu, antara lain Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Batang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Bantaeng.

Program Perpuseru sudah dilaksanakan sejak 2012. Dana CCFI berasal dari PT Coca-Cola Indonesia dan dari donatur lain, seperti Bill and Melinda Gates Foundation. Dana yang digulirkan untuk program Perpuseru tahun 2012-2015 sebesar 6 juta dollar AS dan pada tahun 2016-2018 sebesar 12 juta dollar AS. (FER)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 April 2016, di halaman 18 dengan judul “Perpustakaan Bisa Kembangkan Ekonomi”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: