Pemeringkatan Dorong Mutu PT

- Editor

Rabu, 19 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penilaian PT Akademik dan Vokasi Dibuat Terpisah
Pemeringkatan dan pengelompokan perguruan tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia.

Pada pemeringkatan tahun 2017 ini, 14 perguruan tinggi (PT) akademik dan 10 pendidikan tinggi vokasi masuk dalam kluster satu atau terbaik.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir di kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Kamis (17/8), mengatakan, pemeringkatan dan pengklusteran PT di bawah Kemristek dan Dikti mulai tahun ini dibagi dalam dua kelompok, yakni PT akademik dan PT vokasi. Di kelompok PT ada 14 PT terbaik dan di PT vokasi 10 terbaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengelompokan dilakukan dalam upaya memacu peningkatan mutu PTN dan PTS secara berkelanjutan. Bagi pemerintah, informasi ini jadi pegangan untuk pembinaan agar PT meningkat kualitasnya. Adapun bagi masyarakat, ini jadi informasi mengenai kinerja PT,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan, pemerintah juga mendorong PT Indonesia berkelas dunia dengan target masuk 500 besar dunia. Ada tiga PT Indonesia yang masuk dalam kategori ini, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo mengatakan, indikator pemeringkatan terus diperbaiki, tergantung ketersediaan data dan urgensi indikator. “Ada perbaikan supaya pemeringkatan semakin didasarkan indikator yang baik. Pada tahun ini juga kita bedakan kelompok PT akademik dan vokasi,” ujar Patdono.

Mahasiswa asing
Dalam upaya mendorong PT untuk menuju kelas dunia, kata Patdono, penilaian juga ditambah, misalnya dengan melihat jumlah mahasiswa asing dan akreditasi program studi internasional. Prestasi mahasiswa dilihat bukan dari raihan medali semata, melainkan juga dari dukungan PT dalam menunjang kegiatan yang menghasilkan prestasi di dalam dan luar negeri.

“Pada tahun ini, pengabdian kepada masyarakat mulai dimasukkan selain penelitian. Pada tahun depan akan ditambah lagi dengan menilai inovasi yang dihasilkan PT,” ujar Patdono.

Menurut Patdono, dengan klusterisasi, bantuan hibah tidak lagi dikompetisikan secara terbuka untuk semua PT. Sebagai contoh, PT di kluster 4 dan 5 yang kualitasnya masih minim selama ini sulit dapat hibah bersaing untuk pembangunan infrastruktur atau penelitian karena polanya persaingan terbuka.

Sekretaris Jenderal Kemristek dan Dikti Ainun Na’im menambahkan, peningkatan mutu PT terus menjadi perhatian. Dukungan mulai dari peningkatan kualifikasi dosen agar lebih banyak yang doktor serta yang berjabatan fungsional guru besar dan lektor kepala terus diupayakan. Untuk itu, tata kelola PT terus diperbaiki dan didorong lewat pengelompokan tiap tahun sesuai indikator yang dikembangkan.

Nasir mengajak semua elemen PT dan lembaga penelitian bergotong royong memajukan inovasi bangsa. Sebab, dengan modal inovasi yang kuat, Indonesia akan mampu berdaya saing di tingkat regional dan global.

Masih ada problem yang harus diatasi serius, yakni kualitas sumber daya. Tenaga kerja yang ada saat ini pendidikannya rendah dan tidak terlatih, berkeahlian rendah dan menengah. Ini berpengaruh terhadap produktivitas ekonomi dan daya saing regional dan global. (ELN)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 18 Agustus 2017, di halaman 12 dengan judul “Pemeringkatan Dorong Mutu PT”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Dari Molekul hingga Krisis Ekologis
Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Berita ini 29 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:50 WIB

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi

Berita Terbaru

Artikel

Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?

Senin, 9 Mar 2026 - 09:50 WIB