Olimpiade Sains, Penyisihan di Sekolah Angkasa Dimulai

- Editor

Selasa, 10 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Angkasa menyelenggarakan babak penyisihan Olimpiade Matematika dan Sains. Harapannya, selain menemukan bibit yang berbakat, juga menjadi wahana pemetaan kemampuan guru dan siswa di sekolah-sekolah binaan TNI Angkatan Udara tersebut.
“Ini olimpiade pertama yang diadakan oleh Sekolah Angkasa,” kata Ketua Umum Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Nanny Hadi Tjahjanto ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan olimpiade di Jakarta, Senin (9/10).

Yasarini yang berada di bawah Persatuan Istri Anggota Ardhya Garini mengelola 135 Sekolah Angkasa yang tersebar di pangkalan TNI AU (lanud) seluruh Indonesia dan mulai dari TK hingga SMA dan SMK. Walaupun didirikan untuk mendidik anak- anak para anggota TNI AU, Sekolah Angkasa juga menerima siswa dari kalangan warga sipil.

Olimpiade Matematika dan Sains Sekolah Angkasa (AMSO) diikuti 10.000 siswa dari level SD hingga SMA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan pertama ialah melakukan pemetaan. Alasannya karena belum semua Sekolah Angkasa memiliki mutu yang sama. Beberapa masih tertinggal karena alasan kekurangan infrastruktur, guru belum terlatih, ataupun kondisi siswa,” kata Nanny.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO–Para siswa SMA Angkasa 2 Jakarta mengerjakan soal dalam penyisihan Olimpiade Matematika dan Sains Sekolah Angkasa (AMSO) 2017 di sekolah mereka di kompleks Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (9/10).

Melalui olimpiade ini, Yasarini melakukan pemetaan agar mengetahui celah-celah intervensi bagi tiap-tiap sekolah. Mereka bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Sabilillah di Malang, Jawa Timur, untuk mempersiapkan program intervensi yang dibutuhkan.

Ketua Panitia AMSO 2017 Eggy Dadan Gunawan menambahkan, dari kegiatan tersebut, juga akan disaring 590 peserta final yang diselenggarakan pada 23-24 November. Pemenang merupakan bibit unggul dalam mata pelajaran yang diuji.

Kepala Sekolah SMA Angkasa 1 Any Adhayani mengatakan, siswa dan orangtua antusias menyambut AMSO dan menginginkan adanya langkah lebih lanjut dalam intervensi dan penjaminan mutu. (DNE)

Sumber: Kompas, 10 Oktober 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 21 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru