Menyelami Dunia Makanan Ivan

- Editor

Jumat, 13 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setangkai permen loli kuning itu ditaburi bubuk pewarna merah muda, lantas disapu lagi dengan motif tutul-tutul hitam. Kombinasi tersebut menciptakan tampilan yang cantik.


”Ada yang mau coba?” tanya Ivan Wongso, seorang koki berusia 17 tahun, kepada para pengunjung. Seorang perempuan muda menyamber loli itu, lantas menggigitnya.

Perempuan itu kaget. Ternyata loli bermotif macan tutul tersebut bukan permen, melainkan kue cokelat yang dibentuk bulat dan ditusuk dengan tangkai loli. Ivan menjelaskan, camilan unik itu dibuat berdasarkan inspirasi oleh-oleh orangtuanya dari Amerika Serikat pada 2012.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lewat demonstrasi memasak tadi, Ivan Wongso meluncurkan buku resep masakan karyanya sendiri, My Delicious Life Stories, di Toko Buku Gramedia di pusat perbelanjaan Central Park, Jakarta Barat, awal Februari 2015. €Ivan adalah siswa kelas XI Surabaya International School yang sangat sena141215144436_Cover 300x450 - My Delicious Life Story_fullng memasak. Sejak 11 tahun, dia suka membongkar isi kulkas untuk bereksperimen dengan makanan kreasi sendiri. ”Rasanya enggak enak, tetapi keluarga tetap mau ngabisin,” ceritanya sambil tergelak.

Ivan selalu penasaran untuk mendalami cara membuat makanan yang menarik hatinya. Pada mulanya, dia membeli buku-buku resep, tetapi ternyata tak mudah karena bahan-bahan yang digunakan kurang dia kenal. Begitu juga istilah-istilah masakan yang terlalu canggih. ”Akhirnya saya mengubek-ubek internet sampai ketemu resep paling gampang,” katanya.

Meski menemukan resep sederhana, Ivan butuh lima hingga delapan kali uji coba. Setelah benar-benar menguasai resep itu, dia memodifikasinya sehingga menghasilkan adonan makanan khas dia.

Ambil contoh, resep ayam goreng tepung ala Korea. Awalnya, Ivan hanya bisa menyantap makanan ini sekali setahun, yaitu pada Hari Internasional di sekolah. Ia pun mencari resep, menguji coba, lantas memodifikasinya sendiri. Terciptalah ayam goreng tepung saus pedas ”Chicken Rok-Rok”.

Dengan keterampilan memasaknya, Ivan memberanikan diri membuka usaha kue kecil-kecilan. Pelanggannya para teman sekolahnya sendiri. Dia juga mengikuti lomba memasak dan menghias kue. Hasilnya, pada usia 16 tahun, dia menyabet dua gelar juara pertama dan dua gelar juara kedua memasak di kotanya.

Ia pun mengumpulkan semua resep yang sukses dicoba dan menerbitkan buku resepnya sendiri, My Delicious Life Stories.

Kini, Ivan membagikan teknik memasak kepada teman-teman di sekolahnya. ”Ke depan, saya ingin membangun pabrik makanan supaya masyarakat luas bisa menikmati berbagai jenis makanan yang enak, sehat, tetapi harga terjangkau,” katanya.

Menurut Redaktur Gramedia Pustaka Utama Intarina Hardiman, buku Ivan menarik karena menjelaskan resep makanan sambil menyisipkan kisah penemuan setiap resep itu. Dengan cara itu, ia berkomunikasi dengan para pembaca. Apalagi, resep-resepnya juga cenderung praktis sehingga mudah diuji coba oleh siapa saja. (DNE)

Sumber: Kompas, 13 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 6 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB