Home / Artikel / Manfaat Radiasi untuk Sarung Tangan

Manfaat Radiasi untuk Sarung Tangan

DAYA tarik untuk mengetahui lebih banyak tentang radiasi waktu-waktu ini semakin menggigit, akibat semakin meluasnya pandangan maupun pemikiran, baik secara lisan maupun tulisan tentang akibat buruk penggunaan radiasi. Sudah menjadi gejala yang mentradisi serta lebih mudah untuk diterima bahkan untuk dipercaya, sehingga mungkin saja menutup rapat nilai-nilai kebaikan yang dimiliki. Lepas dari persoalan dimana posisi kita, dalam tulisan ini diikhtiarkan untuk mengungkapkan manfaat yang dimiliki.

Sejak tahun 1950 ilmu pengetahuan maupun teknologi radiasi semakin intensif dipelajari,
setelah diketahui mempunyai beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan disiplin yang lain. Menurut majalah Atomos Vol 1 No 5 September 1986 disebutkan bahwa secara umum sumber radiasi dapat digolongkan dalam 3 macam yaitu: 1. Sumber radiasi yang berasal dari luar bumi misalnya matahari, bintang-bintang. 2. Sumber radiasi yang terdapat di kulit bumi misalnya Uranium alam, Thorium alam beserta turunannya yang radio aktif dan Potasium- 40. 3. Sumber radiasi yang berasal dari zat-zat radioaktif yang terdapat dalam tubuh lewat jalur pernafasan maupun makanan/ minuman.

Menurut sifatnya sumber radiasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sumber interna dan sumber eksterna. Sumber interna ialah sumber yang berada dalam tubuh. Sedang zat radioaktif alam yang merupakan sumber interna ada dua macam:
1.”Radionuklida kosmogenik” yaitu zat radioaktif yang terbentuk antara sinar kosmos dengan atmosfir bumi. Empat buah radionuklida yang penting adalah: H-3; Be-7; C-14 dan Na-22.
2.”Radioniklida primordial” yang terdapat di kerak bumi semenjak terbentuknya bumi. Misalnya: Uranium alam, Thorium alam beserta turunannya.

Sumber eksterna ialah sumber yang selalu berada di luar tubuh kita. Dalam hal sumber radiasi alam yang termasuk katagori ini adalah: 1. Sinar kosmos primer maupun sekunder. Sinar primer berasal dari sumber luar bumi sedang sekunder berasal dari zat radioaktif kosmogenik yang ada di atmosfir bumi. 2. Zat radioaktif primordial yang terdapat di, dalam batuan di permukaan bumi termasuk juga turunannya yang radioaktif dan berada di berbagai media di permukaan bumi, misalnya air, udara dan lain-lain.

Manfaat
Salah satu manfaat pemakaian teknologi radiasi adalah pembuatan barang karet dari lateks alam radiasi di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), khususnya Pusat Penelitian Aplikasi Isotop dan Radiasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa film barang karet yang dihasilkan metode pencelupan dengan memakai bahan penggumpal, lebih baik daripada tanpa bahan penggumpal yang kekuatan tariknya lebih tinggi serta lebih rata. Pada waktu itu hasil yang di-peroleh masih dalam skala labo-ratorium, dengan sekali proses menghasilkan 2 liter lateks dan jumlahnyapun hanya beberapa lembar.

Karena baru Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi memiliki irradiator panorama Co-60 dengan kapasitas 75.000 Ci pada tahun 1979, maka kegiatan tersebut lebih ditingkatkan yaitu pada setiap kali radiasi dihasilkan 250 kg lateks vulkanisasi, dan pembuatan sarung tangan dapat mencapai 20 pasang tiap hari kerja.

Secara komersial pembuatan sarung tangan dengan metode Vulkanisasi terpapar dalam skema di bawah (Majalah Batan Vol XVI No 1, 1983).

Dari segi ekonomi dengan menggunakan moderator Co-60 yang berkapasitas 400.000 Ci pada proses vulkanisasi radiasi akan diperoleh lateks vulkanisasi radiasi seharga US$ 0,99 tiap kg sedang dengan vulkanisasi belerang pada suatu pabrik lateks vulkanisasi yang dihasilkan berharga US$ 1,58 tiap kg. Di samping itu lateks vulkanisasi radiasi dapat disimpan jauh lebih lama dari pada lateks vulkanisasi belerang (M Ridwan, Majalah Batan, April 1982).

Marga Utama salah seorang peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi dalam penelitiannya tentang lateks vulkanisasi menyatakan bahwa:
1. Proses vulkanisasi radiasi dalam skala lebih besar yaitu 250 kg lateks sekali radiasi dengan metoda pengadukan sinar gamma Co-60 sebagai sumber, dapat diterapkan dengan baik.
2. Untuk melakukan hal tersebut, maka lateks sebelum diradi-asi harus diberi bahan pengawet sekunder misalnya amonium laurat sebanyak 0,2% dengan tujuan supaya tidak terjadi penggumpalan selama proses, karena lateks tersebut cukup stabil.
3. Cara pencelupan dengan memakai bahan penggumpal pada cetakan sarung tangan, merupakan cara terbaik pada pembuatan sarung tangan dari lateks vulkanisasi radiasi.
4. Sarung tangan yang dihasilkan dengan metode tersebut baik sebelum maupun sesudah penyimpanan selama 1 tahun atau pemanasan 70 derajat Celcius selama 7 hari, kekuatan fisis mekanisnya memenuhi persyaratan pemakaian.
5. Pembuatan sarung tangan atau barang karet lainnya dengan metode tersebut, sangat cocok untuk pengrajin karet skala industri rumah sebab di samping bahan dasarnya murah juga cara produksinya sederhana.

(Zainul Kamal, Staf Peneliti PPNY BATAN Yogya)

Sumber: Suara Merdeka, Senin, 13 Mei 1991

Share
%d blogger menyukai ini: