Lima Jenis Makanan Paling Umum Sebabkan Alergi

- Editor

Sabtu, 5 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alergi makanan terjadi pada sejumlah orang di dunia termasuk di Indonesia, tetapi tidak ada angka prevalensi persisnya pada orang dewasa. Penelitian terbaru di Amerika Serikat menunjukkan, 10,8 persen penduduk dewasa AS alergi makanan. Lima jenis makanan yang paling umum menyebabkan alergi adalah kerang, susu, kacang tanah, kacang pohon, dan ikan bersirip.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO–Kerang Mozarella

Penelitian berjudul ”Prevalensi dan Tingkat Keparahan Alergi Makanan Orang Dewasa AS” itu dimuat dalam jurnal JAMA Network Open edisi 4 Januari 2019 yang juga dipublikasikan sciencedaily.com. Penelitian dilakukan tim ilmuwan dari Rumah Sakit Anak Ann & Robert H Lurie Chicago dan Universitas Northwestern, AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alergi makanan adalah kondisi kesehatan yang mahal dan berpotensi mengancam jiwa. Ini adalah masalah yang tidak sepele karena alergi makanan atau intoleransi dapat menyebabkan gejala mulai dari ruam kulit yang tidak berbahaya hingga syok anafilaksis yang berpotensi mematikan.

Meskipun sudah ada penelitian prevalensi alergi makanan pada anak-anak, sedikit yang diketahui tentang prevalensi, keparahan, atau pemanfaatan layanan kesehatan terkait dengan alergi makanan di kalangan orang dewasa AS.

Tujuan penelitian ini adalah memberikan perkiraan yang representatif secara nasional mengenai distribusi, tingkat keparahan, dan faktor-faktor yang terkait dengan alergi makanan orang dewasa. Penelitian dilakukan dengan cara survei internet dan telepon dari 9 Oktober 2015 hingga 18 September 2016. Survei berbasis populasi pada 40.443 orang dewasa AS.

Hasil survei menunjukkan, diperkirakan 10,8 persen alergi makanan pada saat survei, sedangkan hampir 19 persen orang dewasa percaya bahwa mereka alergi makanan. Hampir setengah dari orang dewasa yang alergi makanan memiliki setidaknya satu alergi makanan yang timbul pada orang dewasa dan 38 persen melaporkan setidaknya satu kunjungan gawat darurat terkait dengan alergi makanan dalam hidup mereka.

”Kami terkejut menemukan bahwa alergi makanan orang dewasa sangat umum. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami mengapa ini terjadi dan bagaimana kita dapat mencegahnya.” kata Ruchi Gupta, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO–Warga menyetor susu hasil dari sapi perah mereka di pos penampungan susu Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (18/12/2018). Susu adalah penyebab nomor dua alergi.

Alergen atau penyebab alergi yang paling umum adalah kerang (2,9 persen), susu (1,9 persen), kacang tanah (1,8 persen), kacang pohon (1,2 persen), dan ikan bersirip (0,9 persen). Kacang pohon yang dikenal di Indonesia contohnya adalah almond dan pistachio. Alergen lainnya adalah telur, gandum, kedelai, dan wijen.

”Data kami menunjukkan bahwa kerang adalah alergen makanan utama pada orang dewasa dan bahwa alergi ini sangat umum di seluruh umur. Kami membutuhkan lebih banyak penelitian untuk menjelaskan mengapa alergi kerang tampak sangat umum dan persisten di antara orang dewasa AS,” papar Gupta.

Alergi paling sering terjadi pada anak-anak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal daring Science edisi 28 Januari 2016, peneliti Institut Alergi dan Imunologi La Jolla, AS, Charles Surh, menjelaskan bahwa banyak anak yang terkena alergi kemungkinkan karena sistem kekebalan tubuh belajar untuk menoleransi makanan yang awalnya dianggap sebagai benda asing.

”Sistem kekebalan berevolusi untuk melindungi kita dari hal-hal yang bukan diri kita, seperti virus atau patogen, tetapi kita mengonsumsi makanan yang adalah benda asing,” kata Surh, seperti dikutip sciencedaily.com, 28 Januari 2016.–SUBUR TJAHJONO

Sunber: Kompas, 5 Januari 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru