Home / Berita / Kuasai 3 Bahasa untuk Bersaing di Dunia

Kuasai 3 Bahasa untuk Bersaing di Dunia

Kini, agar mampu bersaing di dunia, bangsa Indonesia setidaknya harus menguasai tiga bahasa. Dengan menguasai tiga bahasa tersebut, pemuda tidak akan kehilangan akar budayanya sekaligus mampu berperan di dunia.

Demikian sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam pembukaan Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) XXXVII di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Jumat (2/10).

“Tiga bahasa yang harus kita kuasai adalah bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa internasional, misalnya bahasa Inggris, Arab, Mandarin, atau lainnya. Kemampuan berbahasa itu akan membantu untuk memahami akar dan memiliki kompetensi global,” kata Anies.

Menurut Mendikbud, yang sambutannya dibacakan pakar bahasa Indonesia, Kunjana Rahardi, dengan kompetensi bahasa, pemuda bisa mengekspresikan pemikiran. “Pemuda yang pintar tetapi tidak bisa mengekspresikan pemikirannya saat berhadapan dengan komunitas internasional, kepintarannya tak akan tampak,” kata Anies.

Pembicara tamu, Guru Besar Universitas Indonesia Multamia Lauder, sependapat dengan Anies, terutama mengenai peran bahasa Inggris. Globalisasi, kata Multamia, pada dasarnya dikendalikan dua media yang tak terpisahkan, yaitu teknologi dan bahasa Inggris. Keterampilan menggunakan kedua media itu diacu sebagai keterampilan media global (global literacy skills).

“Agar dapat bersaing di tataran internasional dan menjawab tantangan perubahan, semua negara berlomba menguasai kedua media itu,” ujarnya.

Pertemuan ilmiah itu bertemakan memperkukuh kedudukan bahasa Indonesia di tengah perkembangan global. Ketua Panitia, Guru Besar Bahasa Indonesia Universitas Sanata Dharma Pranowo, mengungkapkan, seminar berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, diikuti peserta dari seluruh Indonesia. (SIG)
———————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Oktober 2015, di halaman 12 dengan judul “Kuasai 3 Bahasa untuk Bersaing di Dunia”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: