Kebakaran Hutan, Asian Games Berakhir, Pengendalian Jangan Kendor

- Editor

Selasa, 4 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang Asian Games 2018 di Palembang, Sumatera Selatan, perhatian besar diberikan agar tak terjadi bencana kabut asap yang mengganggu pesta ini.

Meski pesta olahraga Asian Games telah berakhir kemarin, upaya patroli pengawasan, sosialisasi, dan pemadaman perlu terus dijalankan. Itu mengingat fenomena El Nino membayangi daerah- daerah rawan terbakar hingga awal tahun depan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Januari-Agustus 2018, total luas kebakaran mencapai 71.958 hektar dengan dominasi kebakaran pada hutan atau lahan mineral 56.357 ha. Luas kebakaran di Sumsel, tuan rumah Asian Games di Palembang yang juga provinsi rawan kebakaran, paling kecil kedua seluas 161,66 ha setelah Jambi 40,53 ha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Soal penanganan kebakaran tak boleh kendur. Apalagi kita mendapat info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa peluang El Nino ada di depan,” kata Raffles Brotestes Pandjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Senin (3/9/2018), di Jakarta.

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA–Salah satu helikopter water bombing, MI8 RA-22582 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana memadamkan api di sekitar Sungai Bungin, Pangkalan Lapam, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (21/8/2018). Api kebakaran sangat besar sehingga membutuhkan dua helikopter untuk memadamkan.

Rabu ini, Menteri LHK meminta informasi dan keterangan lebih rinci dari Kepala BMKG terkait hal ini sebagai dasar persiapan dan antisipasi cuaca. Informasi awal diterima Raffles, September-November 2018, ada potensi El Nino intensitas lemah. Pada Desember-Januari 2019, potensi El Nino meningkat jadi moderat.

Pengendalian kebakaran hutan dan lahan berjalan apa pun musimnya. Bahkan, saat sebagian Kalimantan Barat turun hujan dan memadamkan kebakaran yang membuat kabut asap, tim patroli melakukan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar. ”Selain memberi arahan kepada warga agar tak membakar, kami dorong agar pemerintah memberi insentif bagi warga yang membuka lahan tanpa bakar,” ujarnya.

Pihak KLHK masih mengaktifkan patroli terpadu selama 30 hari mendatang bersama TNI dan Polri. Langkah itu dievaluasi sesuai informasi prakiraan cuaca BMKG.

Hingga kini, patroli telah berlangsung di 1.142 desa di delapan provinsi, mulai dari Kalbar, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Jambi. Patroli dilakukan sejak beberapa bulan lalu sesuai arahan gubernur masing-masing.

Kepemimpinan gubernur ini dinilai amat penting untuk penanganan kebakaran. Langkah ini membuat pemadaman terarah dan cepat. Khusus di Palembang, KLHK menempatkan pos-pos regu Manggala Agni di seputar Kompleks Olahraga Jakabaring. Regu pemadam kebakaran dari Daerah Operasi Musi Banyuasin ini menginap pakai tenda dan berpatroli rutin pada desa-desa di radius 5-10 kilometer setelah beberapa kali muncul api dekat Jakabaring.

Antisipasi
Muhammad Teguh Surya, perwakilan Simpul Jaringan Pantau Gambut, mengatakan, penanganan kebakaran tak bisa reaktif seperti momen Asian Games. Upaya antisipasi terbukti bisa menahan luas lahan dan hutan terbakar di Sumsel. Namun, kebakaran hebat sempat menimbulkan kabut asap terjadi di Kalbar dan Kalteng. ”Ada ataupun tak ada Asian Games, seharusnya penanganan juga berjalan,” katanya.

Ia berharap pemerintah memiliki cara pandang pengendalian kebakaran hutan untuk menjamin kesehatan dan lingkungan hidup warga. Bukan menangani kebakaran demi ”dilihat baik” oleh dunia luar.

Selain itu, pemerintah diminta melanjutkan moratorium izin di hutan alam primer dan gambut. Di sisi lain, ia mendesak agar penegakan hukum dijalankan secara konsisten.

Ia mengakui, kebijakan pemerintah sudah berubah. Namun, semua itu dinilainya masih belum berjalan dengan baik dan konsisten. ”Saya mengapresiasi langkah pemerintah, tetapi sayangnya masih tersandera pada momentum-momentum,” ujarnya.

Pekerjaan rumah, seperti izin pengelolaan hutan di lahan gambut, belum diselesaikan, antara lain solusi pada 2,1 juta ha hutan gambut bagi izin usaha pengelolaan hasil hutan kayu-hutan tanaman industri. Itu belum termasuk izin-izin perkebunan sawit legal dan ilegal di lahan gambut.–ICHWAN SUSANTO

Sumber: Kompas, 4 September 2018

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB