Keamanan Gedung Bertingkat Perlu Ditingkatkan

- Editor

Sabtu, 27 April 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah berharap keamanan gedung bertingkat di perkotaan ditingkatkan. Sebab, selain risiko karena kelalaian manusia, terdapat potensi risiko bencana alam seperti gempa bumi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Jumat (26/4/2019), di Jakarta, mengatakan, pihaknya melihat potensi bencana di Indonesia besar. Terlebih, di Jakarta, penanganan kejadian seperti kebakaran perlu upaya lebih besar karena tantangan kemacetan.

KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Jumat (26/4/2019), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari data gempa yang sudah diperbarui, ada sesar aktif yang melewati Jakarta. Jadi Jakarta tidak sepenuhnya aman. Biasanya, setelah gempa diikuti dengan kebakaran. Jadi latihan penyelamatan harus dilakukan periodik,” kata Basuki.

Belum lama ini, Kementerian PUPR telah melakukan pemeriksaan di beberapa gedung yang berusia di atas 10 tahun di Jakarta, yakni Grand Indonesia, Blok M Plaza, Apartemen Rajawali, serta gedung Bina Marga dan Cipta Karya di Kementerian PUPR. Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Pemeriksaan Bangunan Gedung di Provinsi DKI Jakarta yang merupakan bagian dari Komite Keselamatan Konstruksi. Evaluasi atau pemeriksaan tersebut mencakup komitmen pengelola gedung, kelengkapan dokumen perizinan, dan peninjauan komponen bangunan gedung.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar gedung dinilai patuh dan berkomitmen dalam mengelola gedung agar nyaman dan aman. Hal itu disimpulkan dari nilai yang diperoleh gedung setelah pemeriksaan adalah di atas 50. Ke depan, Kementerian PUPR akan memeriksa gedung-gedung lain di Jakarta, antara lain Gedung Bidakara, rumah susun Jatinegara, dan gedung Kementerian Keuangan.

Keterampilan khusus
Menurut Basuki, penanganan kejadian seperti di gedung tinggi memerlukan metode dan keterampilan khusus, semisal untuk mengevakuasi orang atau korban secara darurat dari ketinggian tertentu. Agar proses itu lebih baik, Basuki berharap setiap gedung tinggi dilengkapi dengan helipad.

“Yang utama, kita harus dorong adanya helipad di atas gedung karena evakuasi lewat tangga kebakaran itu terbatas. Jadi bisa dilakukan penyelamatan dari atas. Misalnya di apartemen harus ada helipad,” ujar Basuki.

Terkait dengan penindakan jika ditemukan ketidakpatuhan pengelola gedung untuk keamanan gedung, lanjut Basuki, pemerintah pusat akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah. Sebab perizinan terkait izin mendirikan bangunan maupun sertifikat laik fungsi (SLF) merupakan wewenang pemda. Meski demikian, pihaknya akan terus menghimbau pengelola gedung agar meningkatkan aspek keamanan gedung.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin menambahkan, dalam proses pemeriksaan gedung, perlengkapan dasar untuk penanganan kebakaran seperti hidran dan sprinkel yang teraliri air harus dipenuhi. Selain itu, tangga darurat di gedung juga harus bersih atau tidak ada halangan.–NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR

Editor YOVITA ARIKA

Sumber: Kompas, 27 April 2019

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 14 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru