Informasi Perguruan Tinggi bagi Siswa SMA Masih Minim

- Editor

Sabtu, 12 Oktober 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Informasi tentang program studi, fakultas, hingga budaya akademik di perguruan tinggi di kalangan siswa-siswi SMA sederajat dinilai masih minim. Bahkan, sebagian pelajar SMA masih bingung dalam memilih program studi ketika hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMA Regina Pacis (Ursulin) Solo, Jawa Tengah Robertus Margana, siswa-siswi SMA cenderung mendapatkan informasi sepotong-sepotong terkait program studi, fakultas, dan berbagai kegiatan akademik di perguruan tinggi. Informasi itu biasanya diperoleh dari internet, orangtua, maupun teman sekolah. Namun, bukan dari pihak perguruan tinggi langsung.

“Padahal di era digital, akan ada pekerjaan-pekerjaan yang hilang di masa depan. Karena itu, siswa-siswi SMA harus kritis, harus mendapatkan informasi yang benar-benar akurat sehingga dapat memilih program studi dan perguruan tinggi dengan tepat,” kata Margana di sela Edufair 2019 di SMA Regina Pacis, Solo, Jumat (11/10/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Sejumlah pelajar SMA mencari informasi seputar perguruan tinggi saat Edufair di SMA Regina Pacis (Ursulin), Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019). Siswa-siswi SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dinilai masih kurang memiliki banyak informasi seputar program studi dan perguruan tinggi.

Menurut Margana, tanpa dibekali informasi memadai, siswa bisa keliru memilih program studi di perguruan tinggi. Apalagi jika hanya mengikuti pilihan teman-teman sekolanya. Akibatnya, program studi dan perguruan tinggi yang dipilih tidak sesuai dengan minat dan kemampuan siswa yang bersangkutan.

Guna menjembatani siswa-siswi mendapatkan informasi langsung dari perguruan tinggi, pihaknya menggelar Edufair 2019. Kegiatan ini diikuti 56 perguruan tinggi dan lembaga pendidikan swasta dalam dan luar negeri. Sejumlah perguruan tinggi yang mengikuti edufair, di antaranya Universitas Multimedia Nusantara Jakarta; Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; Universitas Atma Jaya Yogyakarta; Universitas Katolik Soegijapranata Semarang; Monash University dan Adelaide University, Australia.

“Kami mengundang mereka untuk memberikan informasi kepada anak-anak. Diharapkan anak-anak akan tahu pasti secara akurat, detail, misalnya tentang jurusan, ke depan apa yang mau diambil dan sebagainya. Kami juga mengudang seluruh SMA/SMK di Solo agar mendapatkan informasi yang sama,” katanya.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Seorang siswi SMA mencari informasi seputar perguruan tinggi saat Edufair di SMA Regina Pacis (Ursulin), Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/10/2019). Siswa-siswi SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dinilai masih kurang memiliki banyak informasi seputar program studi dan perguruan tinggi.

Pengawas SMA Wilayah VII, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Tri Silawati, mengatakan, siswa harus cermat memilih perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu mengikuti setiap perubahan zaman agar mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Untuk itu, sekolah perlu membantu siswa mereka untuk mendapatkan informasi tentang perguruan tinggi. Saat ini, semakin banyak sekolah di Solo menggelar Edufair untuk membantu siswa.

Nativito Kiva Hartanto (17) kelas 12 SMA Regina Pacis Solo mengatakan, akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi masih bingung memilih program studi yang tepat. Sebab, selama ini hanya mendapatkan informasi sedikit tentang perguruan tinggi dari orang tuanya.

“Bagi saya yang masih bingung, belum tahu universitas mana, Edufair sangat membantu saya mendapat informasi dari banyak universitas sehingga ada bayangan mau masuk mana,” katanya.–ERWIN EDHI PRASETYA

Editor GREGORIUS FINESSO

Sumber: Kompas, 11 Oktober 2019

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 60 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB