Home / Berita / Ikuti Tren ”Mobile” demi Pertahankan Pasar PC

Ikuti Tren ”Mobile” demi Pertahankan Pasar PC

Selama lebih dari satu dekade, perusahaan teknologi raksasa Hewlett Packard (sebelum pecah menjadi dua entitas Hewlett Packard Enterprise dan HP Inc) biasa menjadi berita utama di media. Namun, isi berita tidak banyak berbicara mengenai inovasi. Kelangkaan produk baru terjadi. CEO terus berganti dan tagline ”Invent” atau ”Menciptakan” masih digembor-gemborkan di tengah situasi seperti itu.

Sejak pecah tahun 2015, tagline ”Invent” diganti menjadi ”Keep Reinvent” atau ”Terus Menciptakan Kembali”. Tagline ini menjadi acuan perusahaan melangkah.

”Kami sekarang menjadi lebih peduli dengan kebutuhan konsumen. Membaca tren di masyarakat. Dari situlah kami menciptakan inovasi produk dan menjadi pemain peringkat pertama di pasar adalah bonus,” ujar Presiden Direktur HP Indonesia David Tan yang ditemui Kompas, Kamis (31/5/2018), di kantornya di Prudential Centre Kota Kasablanka, Jakarta.

Dia menunjukkan komputer jinjing seri HP Spectre 13 Ceramic White. Komputer jinjing seri ini tipis. Ketebalannya tidak lebih tinggi dari jempol orang dewasa (HP menyebut ketebalan asli 10,4 milimeter) sehingga nyaman dijinjing bak tas tangan perempuan (clutch).

Warnanya pun putih bersih. Salah satu yang menonjol adalah tombol keamanan visual yang terpasang di kibor.

KOMPAS/MEDIANA–Presiden Direktur HP Indonesia David Tan.

”Kejahatan visual tengah marak terjadi di mana-mana. Ketika Anda terbiasa mengerjakan artikel di area publik, orang lain bisa saja melihat apa yang dikerjakan, lalu membajak,” katanya.

Kemudian, David menyodorkan perangkat lain, yakni komputer jinjing seri HP EliteBook x360 1030 G2. Dia menunjukkan bagaimana layar komputer ini bisa diputar 360 derajat, lalu dilepas sehingga layar seketika berfungsi seperti sabak.

Menurut dia, angkatan kerja di perkotaan menyukai bekerja di mana pun alias tidak terikat ruangan kantor. Tidak heran apabila kedai kopi dan co-working menjamur. Mereka senang berjam-jam di depan komputer jinjing, bekerja, dan minum kopi di sana. Inilah alasan HP menciptakan komputer jinjing seri HP EliteBook x360 1030 G yang juga mempunyai daya tahan baterai 16 jam.

Perangkat berikutnya yang dia tunjukkan adalah komputer jinjing seri HP ZBook x2 G4. Komputer PC ini sejatinya adalah detachable workstation. Dari segi tampilan, layar dapat dilepas sehingga mudah dipakai pekerja yang aktif. Di bagian kibor terdapat semacam penyangga buka-tutup dan bisa digunakan menyangga layar.

Lagi-lagi alasan penciptaan produk itu melihat tren desain kantor modern yang mengarah ke ruangan terbuka atau open space. Ruangan dibuat lapang dan biasanya diisi meja berukuran panjang. Pekerja boleh memilih meja mana pun, lalu buka komputer jinjing mereka dan bertugas.

”Karyawan kini dituntut terbiasa melakukan presentasi sehingga mau tidak mau harus menggunakan sabak atau komputer jinjing yang berfungsi pula sebagai sabak,” katanya.

Bagi perusahaan yang ingin mempertahankan komputer PC, HP menjagokan seri Eliteone 1000. Bagian layar seri ini memiliki perangkat kamera yang dapat disembunyikan dan dinonaktifkan. Tujuannya adalah mengatasi persoalan kejahatan siber.

Pada awal April 2018, perusahaan riset Gartner Inc menyebut, volume permintaan PC tradisional (komputer dan komputer jinjing) akan menurun 3,9 persen pada 2018. Penurunan diperkirakan berlanjut tahun 2019, yakni menjadi 3,6 persen. Permintaan bakal lebih didukung dari konsumen segmen bisnis.

Pada bulan yang sama, laman berita Bloomberg menuliskan bahwa pengiriman PC pribadi cenderung stabil. Kehadiran komputer jinjing kelas atas dianggap paling mampu membantu memperlambat perpindahan konsumen dari komputer ke ponsel pintar.

Tren ”mobile”
Laporan firma riset pasar International Data Corporation (IDC) menunjukkan, produsen PC—HP, Lenovo Group Ltd., dan Dell Technologies Inc—mengirim 60,4 juta komputer jinjing, komputer, dan workstation selama triwulan I-2018. IDC memproyeksikan pengiriman turun 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Hanya dua produsen PC teratas itu yang mampu menjual lebih banyak unit. Situasinya sekarang adalah produsen PC harus bersaing ketat dengan ponsel pintar dan sabak.

”Kami menyadari orang Indonesia termasuk mobile first alias komputer pertama sekaligus sarana berinternet mereka adalah ponsel pintar. Meski begitu, kami rasa komputer PC ataupun komputer jinjing akan tetap diminati orang. Hanya saja, desain perangkat keras ataupun perangkat lunak di dalamnya harus dibuat mengikuti tren mobile,” kata David.

Ia mengklaim, penjualan PC tradisional HP di Indonesia masih cukup besar, baik dari pengguna segmen bisnis maupun pribadi. Pada triwulan I-2018, HP mempertahankan statusnya sebagai produsen PC nomor satu di dunia. Perusahaan ini mempunyai pangsa pasar hampir 23 persen di tingkat global dengan menjual 13,7 juta komputer. HP tumbuh 4,3 persen pada periode dari tahun sebelumnya.

Pesaing HP dari China, Lenovo, memiliki lebih dari 20 persen pasar pada triwulan I-2018. Laman berita Bloomberg menulis, perusahaan ini tidak mengalami pertumbuhan.

Dari sisi printer, David mengatakan, HP kini melengkapi semua seri printer dengan perangkat lunak penangkal ancaman kejahatan siber. Strategi ini dia klaim berhasil membawa HP menjadi produsen printer paling aman di dunia.

Desain printer pun ada yang berukuran mini compact dan mudah digenggam sekepalan tangan orang dewasa. Printer ini diproduksi mengikuti kebutuhan konsumen urban yang hobi fotografi ponsel, kemudian mencetaknya ala-ala foto kamera polaroid.

HP Inc menjadi pelopor printer 3D di dunia. Ini tentunya membongkar pesimisme masyarakat akan susahnya memproduksi mesin cetak tiga dimensi. Pada Oktober 2017, HP Inc resmi mengumumkan printer 3D penuh warna untuk industri, tetapi harga perangkat tergolong terjangkau (low cost). Di acara Solidworks World 2018, Februari 2018, HP Inc memenuhi janjinya itu dengan meluncurkan printer HP Jet Fusion 300/500.

David menyebut, beberapa tren global yang tengah terjadi antara lain urbanisasi, angkatan kerja usia muda, dan kejahatan siber. Produsen PC sudah sepatutnya memperhatikan tren- tren tersebut.

”Kami menjadikan tren-tren itu landasan berinovasi. Selebihnya, kami harus bisa menciptakan tren inovasi teknologi. Kami tidak ingin larut begitu saja,” ujarnya.–MEDIANA

Sumber: Kompas, 5 Juni 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Melihat Aktivitas Gajah di Terowongan Tol Pekanbaru-Dumai

Sejumlah gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) melintasi Sungai Tekuana di bawah terowongan gajah yang dibangun ...

%d blogger menyukai ini: