Harumkan Indonesia, Universitas Ternama di Bandung Ini Kembangkan Mesin Turbojet Pertama Buatan Anak Bangsa

- Editor

Minggu, 20 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi militer di Indonesia rupanya masih belum bisa sejajar dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau Rusia.

Namun, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan peralatan dan teknologi militer yang dibuat oleh anak bangsa sendiri, tepatnya salah seorang dosen dari Institut Teknologi Bandung.

Adapun salah satunya adalah pengembangan mesin turbojet, yakni mesin sederhana yang biasa dipakai untuk pesawat jet berkecepatan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir inNalar.com dari laman resmi ITB, pengembangan ini digagas oleh Dr. Firman Hartono, salah seorang dosen di universitas ternama tersebut.

Dosen dari Institut Teknologi Bandung ini mengembangkan mesin turbojet untuk misil cruise, yakni misil yang memiliki kemampuan terbang dengan ketinggian rendah.

Misil ini dapat meluncur dengan jarak tempuh yang cukup jauh, sehingga membuatnya sulit dideteksi radar dan efektif dalam penyerangan.

Untuk menggerakkannya, misil ini memerlukan sebuah mesin yang dinamakan turbojet, dan mesin itulah yang kini sedang dikembangkan oleh dosen dari ITB.

Pengajar dari Institut Teknologi Bandung tersebut diketahui melibatkan berbagai bidang keilmuan, seperti aerodinamika dan termodinamika untuk mengembangkan mesin turbojet.

Terlebih, dosen dari universitas ternama Bandung ini memilih melakukan riset pembuatan mesin peluncur misil karena pembuatannya relatif sederhana dibandingkan mesin lain.

Dikatakan, pembuatan mesin ini telah menjalin kerjasama dengan KEMHAN dalam hal pendanaan penelitian dan lain-lain.

Ilustrasi mesin turbojet untuk militer karya Institut Teknologi Bandung (Pexels/Kevin Burnell)

Sayangnya, terlalu banyak kendala waktu dan perubahan pemerintahan yang silih berganti datang, sehingga penelitian tidak berjalan lancar.

Meskipun begitu, penelitian yang digagas oleh ITB ini tidak terhenti dan sedang fokus pada komponen lain seperti uji kelayakan dan bahan bakar.

Walau mesin turbojet yang dikembangkan dosen tersebut tergolong sederhana, namun dengan adanya perbaikan dan modifikasi diharapkan menjadi barang produksi rendah berkualitas.

Akan tetapi, hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri di masa depan kelak karena masih belum ada pelopornya.

Sehingga, dengan pembuatan teknologi dari universitas ternama Bandung yakni ITB, diharapkan lahir inovasi lebih besar untuk kepentingan bangsa.

Akan lebih baik bila inovasi tersebut dapat mendongkrak produksi serta pemakaian produk dalam negeri sebagai langkah pertama menuju penciptaan teknologi.

Ajeng Marcelliani Azzahra

Sumber: inNalar.com – – Jumat, 11 Agustus 2023

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 54 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB