Guru Besar UNS Diminta Produktif Membuat Karya Intelektual

- Editor

Rabu, 26 Juni 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para guru besar di Universitas Negeri Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, diminta untuk agresif dan produktif menghasilkan karya-karya intelektual. Mereka juga diingatkan untuk lebih fokus dan memiliki gairah meneliti.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jamal Wiwoho mengatakan, saat ini alokasi dana riset UNS sudah mencapai Rp 28,5 miliar yang bersumber dari anggaran penerimaan negara bukan pajak UNS tahun 2019. Anggaran riset itu masih ditambah kucuran dana riset Rp 17 miliar dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2019.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Rektorat Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Oleh karena itu, sudah merupakan kewajiban saya untuk terus-menerus mengingatkan dan mengajak kepada para dosen dan guru besar utamanya untuk tidak hanya memperbanyak jam mengajarnya, tetapi harus lebih fokus dan memiliki gairah meneliti,” ujar Jamal dalam acara pengukuhan tiga guru besar Fakultas Teknik UNS, Selasa (25/6/2019). Ketiganya adalah Triyono (guru besar ilmu teknik mesin), Yusep Muslih Purwana (guru besar ilmu teknik sipil), dan Cucuk Nur Rosyidi (guru besar ilmu teknik industri).

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Rektor UNS Jamal Wiwoho

Jamal mengatakan, dosen yang telah mencapai jenjang kepangkatan tertinggi, yakni guru besar, sudah selayaknya harus agresif dan produktif menghasilkan karya-karya intelektual, karya ilmiah yang hebat dan dipublikasikan di berbagai jurnal terakreditasi internasional. Saat ini, budaya meneliti sejumlah dosen di UNS masih belum optimal.

”Jujur harus diakui bahwa budaya meneliti dari sebagian teman sejawat dosen UNS belum optimal sehingga berdampak pada belum tingginya jumlah publikasi ilmiah UNS yang terindeks Scopus saat ini, yakni sebanyak 3.177 (publikasi) dan masih di ranking kedelapan perguruan tinggi secara nasional,” katanya.

Dalam acara itu, Cucuk menyampaikan pidato pengukuhan guru besar berjudul ”Make or Buy Decision dan Perbaikan Kualitas Produk di Era Ekonomi Melingkar”. Yusep menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ”Peran Universitas Sebelas Maret dalam Pembangunan Gedung dan Infrastruktur melalui Karakterisasi Lapisan Bawah Permukaan Tanah Kota Surakarta”. Adapun judul pidato pengukuhan Triyono adalah ”Pengembangan Sambungan Las Logam Tak Sejenis guna Optimasi Struktur Teknik”. Dengan pengukuhan ketiganya, kini UNS memiliki 201 guru besar.

KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA–Proses produksi baterai litium ion di Unit Produksi Baterai Litium Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Produksi baterai litium ini merupakan hasil riset tim peneliti UNS.

Ratusan titik bangunan
Dalam pidato pengukuhannya, Yusep mengatakan, UNS memiliki Laboratorium Mekanika Tanah yang sudah melakukan penyelidikan tanah pada ratusan titik dan lokasi bangunan ataupun calon bangunan yang tersebar di seluruh Solo. Data hasil penyelidikan tanah itu merupakan sumber informasi yang melimpah di UNS. Apabila informasi itu dirangkai dan dihubungkan satu dengan lainnya, akan diperoleh peta berisi gambaran karakteristik lapisan bawah permukaan tanah Kota Solo secara menyeluruh.

”Peta karakteristik lapisan bawah permukaan tanah ini dapat dipakai sebagai informasi awal yang sangat penting dan berguna, khususnya bagi pemilik proyek dan perencana, dalam merencanakan dan merancang fondasi gedung dan infrastruktur lain,” katanya.–ERWIN EDHI PRASETYA

Editor AGNES SWETTA PANDIA

Sumber: Kompas, 25 Juni 2019

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB