Gempa 7,3 SR Dirasakan Hampir di Seluruh Jawa

- Editor

Sabtu, 16 Desember 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi pada Jumat (15/12) pukul 23.40. Pusat gempa berada sekitar 43 kilometer barat daya dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini tentang adanya potensi tsunami di Samudra Hindia di pantai selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Berdasarkan data dari BMKG, titik gempa berada di koordinat 8.03 Lintang Selatan dan 108.04 Bujur Timur dengan kedalaman 50 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi dirasakan di daerah Jampang dan Surade I SIG-BMKG (I-II MMI).

Namun, berdasarkan pantauan masyarakat, gempa juga dirasakan di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Malang, dan sekitarnya.

KOMPAS–Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter terjadi pada Jumat (15/12) pukul 23.40. Pusat gempa berada sekitar 43 kilometer barat daya dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ditinjau dari kedalaman hiposenter (titik kejadian gempa bumi), tampak gempa ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia yang mengakibatkan deformasi batuan.

Panik
Dalam video yang beredar di media sosial terlihat pengendara sepeda motor memacu kendaraan mereka menjauh dari Pantai Pangandaran. Video lainnya menunjukkan sebuah minimarket mengalami kerusakan akibat gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sejauh ini tak ada korban jiwa akibat gempa tersebut, tetapi terdapat sejumlah rumah ambruk di daerah Tasikmalaya Selatan di Kecamatan Cikalong dan Kecamatan Tibalong.

Menurut Sutopo dalam pesan singkat yang diterima Sabtu (16/12) dini hari, gempa dirasakan kencang/kuat selama 5-10 detik di wilayah Jawa Barat. Masyarakat panik dan keluar rumah dan belum ada laporan dampak.

Sementara di wilayah DI Yogyakarta, gempa dirasakan kencang atau kuat selama 20-30 detik. Masyarakat panik tetapi tidak keluar rumah dan menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sejauh ini belum ada dampak. Khusus di wilayah Kabupaten Bantul, gempa dirasakan kencang selama 5-30 detik. Masyarakat setempat panik dan keluar rumah tetapi hingga saat ini belum ada laporan dampak.

Di wilayah Jawa Tengah, gempa dirasakan sedang selama 10 detik. Gempa itu menyebabkan masyarakat panik dan keluar rumah.

Hingga saat ini, BPBD di sejumlah provinsi masih berkoordinasi dengan BPBD kota/kabupaten wilayah masing-masing untuk memantau laporan kerusakan akibat gempa dan korban jiwa.

Mengungsi ke lokasi lebih tinggi
Hikmat, warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, sesaat setelah gempa, ia sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Ia cemas karena isu tsunami bakal terjadi sangat santer.

”Sekarang sedang mati lampu. Banyak warga yang sudah mengungsi ke tempat lebih tinggi. Kami takut tsunami,” kata Hikmat saat dihubungi pada Jumat malam.

Rumah Hikmat hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir Pantai Cipatujah yang menghadap langsung ke sumber gempa. Pada tahun 2009, tsunami pernah menghantam Cipatujah. Saat itu, tsunami dipicu gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat di Samudra Hindia.

Meski belum dilaporkan kerusakan di sekitar pantai selatan, gempa justru berdampak sejumlan bangunan di pusat kota Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya di gedung Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Singaparna. Eternit di dekat ruang tengah ambruk, berukuran sekitar 10 meter x 10 meter.

Di Garut, berdasarkan rilis Badan SAR Kantor Bandung, gempa juga merusak atap dan tembok RSUD Garut. Sejumlah pasien yang tengah dirawat harus dievakuasi keluar bangunan. RSUD Garut berada sekitar 100 kilometer dari pusat gempa.

Hingga Sabtu pukul 00.37, tiga gempa susulan juga terjadi dalam waktu 10-20 menit. Kekuatan gempa 3-3,7 SR dengan pusatnya sekitar 50 kilometer dari Tasikmalaya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 4,5 SR dirasakan warga Sukabumi, Jabar, pukul 23.15. Titik gempa berada di koordinat 7.29 Lintang Selatan dan 106.69 Bujur Timur atau berjarak 48 kilometer barat daya Sukabumi. Kedalaman gempa sekitar 50 kilometer.

Sri Lestari (53), warga Cikole, Kota Sukabumi, merasakan gempa bumi sekitar 10 detik. Ia bersama warga sekitar lantas keluar rumah karena goyangan gempa terasa sangat keras.

”Setelah pukul 24.00, kami kembali ke dalam rumah meski masih cemas,” katanya.

(DD04/DD12/DD10/DD06/DD13/CHE)

CATATAN: Berita ini diperbarui hari Sabtu (16/12) pukul 01.25 WIB

Sumber: Kompas, 16 Desember 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern
Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Saksi Bisu di Balik Lensa. Otopsi Bioteknologi Purba dalam Perburuan Minyak Bumi
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Berita ini 10 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Minggu, 19 April 2026 - 08:06 WIB

Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?

Sabtu, 18 April 2026 - 20:45 WIB

Bilangan Imajiner, “Angka Khayalan” yang Menggerakkan Dunia Modern

Sabtu, 11 April 2026 - 18:47 WIB

Sains atau Siasat: Menakar Marwah Jajak Pendapat di Indonesia

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru