Home / Berita / Fauna Endemik-Langka di Hutan Harapan

Fauna Endemik-Langka di Hutan Harapan

Ratusan spesies fauna endemik dan langka Sumatera masih ditemukan dalam perairan tawar Hutan Harapan Jambi-Sumatera Selatan. Perlindungan habitat spesies tersebut mendesak dari ancaman eksploitasi dan kepunahan.

Peneliti dari Universitas Jambi, Tedjo Sukmono—dalam penelitian program doktornya— mengidentifikasi, total terdapat 123 spesies ikan yang tersebar di 8 titik sungai, danau, dan rawa dalam Hutan Harapan. Dari jumlah itu, 121 di antaranya spesies endemik, yang menunjukkan keaslian habitat masih terlindungi dalam kawasan hutan restorasi.

”Hanya dua spesies yang merupakan ikan introduksi yang juga banyak ditemukan di perairan tawar Indonesia,” ujar Tedjo, Sabtu (15/2). Selain itu, 10 spesies dinyatakan sebagai ikan terlangka di Jambi dan diduga hanya tersisa di Hutan Harapan, antara lain gurami coklat, sebarau, kepras, dan ridiangus, yang mengacu endemisitas, populasi terancam punah, dan kondisi habitat.

Hutan Harapan seluas 100.000 hektar di perbatasan Jambi dan Sumsel merupakan kawasan hutan restorasi pertama di Indonesia. Meski begitu, perambahan liar kuat menghambat upaya itu. Luas areal perambahan liar 20.000 ha. Para pelaku datang dari sejumlah daerah, seperti Kerinci, Lampung, dan Sumut.

Dalam penelitiannya, Tedjo menemukan satu spesies ikan berstatus genting/terancam punah, yakni ridiangus (Balantiocheilos melanopterus). Sementara, tiga spesies lain berstatus hampir terancam, yakni parang-parang bengkok (Macrochirichtys macrocirus), sepat mutiara (Trichopodus leeri), dan lais kaca (Kryptoperus monir).

”Jenis-jenis spesies terancam ini bisa didapati masyarakat di sejumlah sungai,” ujar Tedjo.

Temuan itu hasil penelitian satwa air tawar untuk gelar doktor di IPB. Penelitian berlangsung setahun terakhir dalam perairan hutan dataran rendah Sumatera yang tersisa.

Tahun 2004, peneliti ikan dari Swiss, Maurice Kottelat, memublikasikan ikan Paedocypris progenetica yang ditemukan di Jambi, sebagai ikan terkecil di dunia. Panjangnya 5-7 milimeter dengan badan tembus cahaya.

Aktivis Konservasi PT Restorasi Ekosistem sebagai pengelola Hutan Harapan, Surya Kusuma, mengatakan, sejumlah kegiatan kerja sama penelitian banyak mengungkap keragaman satwa di kawasan hutan ini. Namun, habitat tersebut saat ini dalam ancaman eksploitasi.

Keberadaan ikan di sejumlah perairan setempat terancam pengeboman liar di sungai. ”Pernah kami temukan ikan-ikan mati di sungai. Dibom,” katanya.

Selain satwa air endemik, sejumlah satwa kunci Sumatera masih menjadikan Hutan Harapan sebagai habitatnya, antara lain harimau sumatera, macan dahan, macan akar, gajah sumatera, tapir, burung rangkong, dan tupai raksasa. (ITA)

Sumber: Kompas, 17 Februari 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: