Home / Berita / Fakultas Teknik Unair Dibuka pada 2020

Fakultas Teknik Unair Dibuka pada 2020

Universitas Airlangga, Surabaya, akan membuka pendaftaran mahasiswa program sarjana Fakultas Teknik pada seleksi nasional mahasiswa baru tahun 2020. Pembukaan fakultas baru tersebut untuk mengisi kebutuhan engineer sekaligus meningkatkan kontribusi untuk Jawa Timur.

Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih mengatakan, kebutuhan industri di Indonesia terhadap lulusan fakultas teknik sangat besar. Namun, kampus yang mampu melahirkan lulusan-lulusan andal masih kurang, terutama di Jawa Timur. Sebagian mahasiswa bahkan memilih mengambil kuliah teknik di luar negeri karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik.

KOMPAS/IQBAL BASYARI–Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih memberikan paparan dalam diskusi bertajuk ”Kontribusi Sosial dan Ekonomi Unair pada Masyarakat Jawa Timur, Kamis (17/10/2019), di Surabaya.

”Keberadaan Fakultas Teknik di Unair akan memberikan kesempatan bagi putra putri terbaik negeri ini untuk menjadi lulusan yang andal dari kampus di Surabaya, tidak perlu lagi berkuliah sampai negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan,” ujar Nasih seusai diskusi bertajuk ”Kontribusi Sosial dan Ekonomi Unair pada Masyarakat Jawa Timur, Kamis (17/10/2019), di Surabaya.

Nasih menuturkan, Fakultas Teknik di Unair akan fokus untuk pengembangan sumber daya manusia yang andal di bidang teknik lanjutan agar bersaing dalam era Revolusi Industri 4.0. Ada lima program studi yang disiapkan, yakni Teknik Industri, Teknik Elektro, Nano Teknologi, Data Science, serta Robotika dan Kecerdasan Buatan. Dengan bekal keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, lulusannya diharapkan bisa bersaing dengan lulusan dari kampus luar negeri.

Fakultas Teknik yang akan dibuka tahun depan itu akan menjadi fakultas ke-15 di Unair. Calon mahasiswa baru bisa mendaftar melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri, dan jalur mandiri. Lokasinya untuk sementara berada di gedung Fakultas Farmasi di Kampus C sambil menunggu pembangunan gedung kuliah yang mulai dilakukan bulan depan bisa selesai. ”Perizinan sudah selesai, begitu pula dosen-dosen sudah ada rekrutmen,” ujar Nasih.

Keberadaan Fakultas Teknik, menurut Nasih, bisa meningkatkan dampak keberadaan Unair di Jatim. Dari segi ekonomi, Unair mengklaim berkontribusi sebanyak Rp 8 triliun atau setara dengan 0,36 persen dari produk domestik regional bruto Jatim. Nilai tersebut diperoleh dari uang yang dikeluarkan sivitas akademika Unair dalam kegiatan belajar-mengajar, pengabdian masyarakat, dan penelitian.
”Unair menyalurkan bantuan sosial sebanyak Rp 16 miliar per tahun melalui program beasiswa dan kuliah kerja nyata,” kata Nasih.

Selain itu, Nasih berkomitmen tetap menjaga UNAIR tidak hanya menjadi menara gading. Capaian yang diperoleh di kampus tetap dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat, melalui program rumah sakit, rumah sakit terapung, publikasi, serta hilirisasi produk penelitian. ”Tahun ini, ada dua produk yang diproduksi massal, yakni sel punca dan cangkang kapsul dari rumput laut. Masih ada dua penelitian lagi yang akan diproduksi massal tahun ini, yaitu teknologi dentolaser dan alergan,” tuturnya.

Ketua Badan Pengembangan dan Perencanaan Unair Prof Badri Munir Sukoco menambahkan, keberadaan Unair mampu mendorong kemajuan teknologi di Surabaya. Penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen membuat Surabaya lebih maju dibandingkan dengan daerah lain yang tidak memiliki kampus. ”Sumber daya manusia pun meningkat serta kota lebih toleran karena warga terbiasa bersosialisasi dengan masyarakat dari beragam latar belakang,” katanya.

IQBAL BASYARI

Editor AGNES SWETTA PANDIA

Sumber: Kompas, 17 Oktober 2019

Share
x

Check Also

Asal-Usul dan Evolusi Padi hingga ke Nusantara

Beras berevolusi bersama manusia sejak pertama kali didomestifikasi di China sekitar 9.000 tahun lalu. Dengan ...

%d blogger menyukai ini: