Eropa Gunakan Karet Terstandar Asal Indonesia

- Editor

Jumat, 3 Juni 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Industri perkebunan karet nasional mulai menerapkan Standar Nasional Indonesia, baik untuk mutu maupun penanganan limbah. Pemenuhan standar itu dengan menerapkan inovasi pada proses produksi dan pengolahan limbah. Dengan SNI yang mengadopsi standar internasional, produk karet setengah jadi asal Indonesia menembus pasar dunia.

Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) Puji Winarni, dalam kunjungan ke Kebun Krumput PT Perkebunan Nusantara IX Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (2/6), mengatakan, sejak 2004 ada 11 kawasan perkebunan karet milik pemerintah, yaitu PT Perkebunan Nusantara yang menerapkan SNI.

Administratur Kebun Krumput Budiono menambahkan, perkebunan karet itu salah satu unit kerja PTPN IX yang memproduksi Ribbed Smoked Sheet (RSS), lembaran karet hasil pengasapan. Produknya mayoritas diekspor ke Asia dan Eropa. “Salah satu yang dipasok adalah industri ban di Italia, Michelin,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengusaha-Keluhkan-Bursa-Fisik-Buat-Karet-Indonesia-update-berita-medan-hari-ini-tobasatu-news-300x160Untuk memenuhi kebutuhan industri ban itu, RSS Krumput menerapkan standar Societe des Matieres Premieres Tropicales sejak 2012. Ada sederet persyaratan ketat untuk produk lembar karet RSS yang dihasilkan, antara lain harus lebih bersih dari kotoran dan tidak ada gelembung.

Selama ini, untuk pengolahan RSS, kata Sinder Kepala Kebun Krumput Maulana Ibrahim Fajri, pihaknya menerapkan standar ISO 9001-2008 dan SNI 06-0001-1987. Selain sistem jaminan mutu itu, pabrik Krumput juga menerapkan standar sistem manajemen lingkungan ISO 14001-2005.

Selain PTPN IX, lembaran karet hasil pengasapan dari PTPN VII di Kabupaten Musi Banyuasin-menghasilkan 12 ton RSS per hari-juga diekspor ke Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Tiongkok. Karet dari perkebunan itu jadi bahan baku ban industri Good Year.

Terobosan
Pabrik RSS Krumput dalam proses produksinya menghasilkan produk karet lembaran yang masih menggunakan sistem lori pada proses pengasapannya. Pada proses pengeringan atau pengasapan lembaran karet lateks, beberapa langkah dan terobosan dilakukan, salah satunya memodifikasi saluran udara panas.

Dengan cara itu, waktu pengasapan lebih cepat 60 persen dari waktu normalnya. Dengan demikian, juga tercapai efisiensi penggunaan bahan bakar kayu dengan tetap menjaga kualitas produk sesuai standar yang ditetapkan.

Kebun Krumput PTPN IX Banyumas memperoleh penghargaan SNI Award 2015 peringkat perunggu. (YUN)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 Juni 2016, di halaman 14 dengan judul “Eropa Gunakan Karet Terstandar Asal Indonesia”.

Informasi terkait

Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:11 WIB

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:21 WIB

Padamnya Lentera Malam

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Berita Terbaru

Artikel

Batas yang Menentukan Nasib Bintang

Kamis, 25 Jun 2026 - 20:11 WIB

Artikel

Padamnya Lentera Malam

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:21 WIB

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB