Home / Berita / Wapres: Perguruan Tinggi Harus Galakkan Riset

Wapres: Perguruan Tinggi Harus Galakkan Riset

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua perguruan tinggi di Indonesia menggalakkan aktivitas riset untuk mengejar perkembangan teknologi yang kian cepat. Tanpa riset yang memadai, perguruan tinggi di Indonesia akan ketinggalan zaman dan kalah bersaing dengan universitas di negara-negara lain.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menandatangani prasasti peresmian Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (7/3). Salah satu program unggulan di Pascasarjana UMY adalah JK School of Government.Kompas/Haris FirdausWakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menandatangani prasasti peresmian Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (7/3). Salah satu program unggulan di Pascasarjana UMY adalah JK School of Government.

Demikian dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat meresmikan Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (7/3). Hadir dalam acara itu Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan sejumlah tokoh Muhammadiyah.

Kalla mengatakan, pendidikan merupakan kunci mencapai kemajuan sehingga perguruan tinggi memiliki tugas penting dalam memajukan bangsa. Namun, perguruan tinggi tidak boleh merasa cepat berpuas diri dengan hasil yang telah dicapai. Para pengelola perguruan tinggi perlu melihat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini.

“Perkembangan ilmu saat ini tidak lagi butuh waktu puluhan tahun, tetapi hanya butuh tahunan atau bahkan bulanan. Lihat saja teknologi telepon genggam yang berkembang sangat cepat,” kata Kalla.

Oleh karena itu, dia menambahkan, perguruan tinggi harus menggalakkan riset agar bisa mengejar perkembangan ilmu dan teknologi. “Tanpa riset, perguruan tinggi hanya akan menjadi pengecer ilmu, bukan pembuat ilmu itu sendiri,” ucapnya.

Kalla juga menyampaikan, perguruan tinggi harus memiliki orientasi yang berbeda dengan museum. “Museum selalu melihat ke belakang, sementara perguruan tinggi harus melihat ke depan. Kalau universitas tidak memandang ke depan, apa bedanya dengan museum?” katanya.

Pemerintahan saat ini, lanjut Kalla, sangat mendukung pengembangan riset di perguruan tinggi agar universitas bisa melahirkan inovasi teknologi yang berguna. Dukungan itu, antara lain, diwujudkan dalam penggabungan bidang pendidikan tinggi dan riset ke dalam Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

JK School of Government
Sementara itu, Rektor UMY Bambang Cipto mengatakan, salah satu program unggulan Pascasarjana UMY adalah program JK School of Government. Program yang berdiri sejak tahun 2011 itu merupakan program pengayaan bagi mahasiswa Magister Ilmu Pemerintahan UMY. “Program ini sepenuhnya didukung oleh Bapak Jusuf Kalla (JK),” ujarnya.

Bambang menambahkan, JK School of Government berisi berbagai kegiatan akademik yang bisa menunjang penambahan ilmu bagi mahasiswa pascasarjana. Beberapa kegiatan itu adalah penelitian, kuliah dengan menghadirkan tokoh-tokoh publik, dan beasiswa.

“Para mahasiswa yang mengikuti program di JK School of Government diharapkan bisa memahami ilmu pemerintahan secara lebih baik,” ujarnya.

Haris Firdaus dan Sonya Hellen Sinombor
Sumber: Kompas Siang; Maret 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: