Wantimpres Serahkan Arsip Rahasia ke ANRI

- Editor

Selasa, 26 Agustus 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pertimbangan Presiden menyerahkan 101 arsip rahasia kepada Arsip Nasional Republik Indonesia, Senin (25/8), di Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta. Arsip itu berisi nasihat, pertimbangan, dan rekomendasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan pemerintahan selama 10 tahun terakhir.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Emil Salim mengatakan, arsip-arsip yang diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersifat tertutup atau rahasia. ”Wantimpres bukan bagian dari kabinet, tetapi Kantor Kepresidenan yang harus memberi alternatif opini pembanding agar Presiden bisa menimbang-nimbang keputusan. Di dalamnya, hal-hal sensitif yang dibicarakan, bukan hal-hal biasa. Karena itulah, perlu dipikirkan bagaimana menyimpan data ini,” papar Emil.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan, kepala ANRI dapat menyatakan arsip statis—sudah diserahkan ke ANRI—tertutup menjadi terbuka setelah 25 tahun disimpan. Menurut Emil, rekomendasi Wantimpres kepada Presiden terkadang hanya diketahui Presiden seorang diri dan bahkan para menteri pun tidak tahu. ”Kami menjaga betul agar informasi kepada Presiden tidak bocor,” ucap dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala ANRI Mustari Irawan menjelaskan, nasihat dan pertimbangan Wantimpres akan menjadi bagian memori kolektif bangsa 25 tahun mendatang. ”Arsip masih tertutup biasanya karena beberapa pertimbangan, seperti menghambat proses hukum, membahayakan pertahanan dan keamanan negara, serta merugikan kepentingan politik. Meski demikian, ini akan menjadi bukti sejarah perjalanan bangsa dan aset nasional yang menggambarkan identitas dan jati diri bangsa,” ungkap Mustari.

foto-pengolahanDalam kesempatan yang sama, ANRI memberikan penghargaan kepada Wantimpres yang dalam waktu satu tahun bisa menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) di bidang kearsipan. ANRI menilai hal ini sebagai prestasi karena, pada umumnya, lembaga pemerintahan baru bisa menyelesaikan NSPK dalam waktu 2-3 tahun.

Sebelumnya, mantan anggota Wantimpres, Adnan Buyung Nasution, mengungkap ke publik nasihat dan pertimbangannya kepada presiden dalam bukunya Nasihat untuk Presiden. Hal tersebut bertentangan dengan Pasal 6 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2006 tentang Wantimpres yang isinya, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota Wantimpres tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak mana pun.

Menurut Adnan, ia menerobos ketentuan itu karena secara moral terpanggil mempertanggungjawabkan kerjanya selama dua tahun tersebut kepada masyarakat (Kompas, 26 Mei 2012). (ABK)

Sumber: Kompas, 26 Agustus 2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 26 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB