Tiga Kapal Riset Berangkat Serentak

- Editor

Jumat, 7 Agustus 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga kapal riset milik lembaga pemerintah bakal berangkat serentak untuk survei berbeda. Itu diharapkan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim di bidang riset dan teknologi. Ahli-ahli dalam negeri juga diharapkan menguasai riset laut Indonesia yang kini lebih banyak diinisiasi asing agar menjamin manfaat bagi rakyat.

“Teknologi kemaritiman kami dorong untuk mewujudkan tol laut serta memperbanyak riset, antara lain bidang oseanografi dan geologi laut,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/8). Kapal berangkat saat puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-20, 10 Agustus 2015, di Markas Komando Lintas Laut Militer TNI Angkatan Laut, Tanjung Priok.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti Muhammad Dimyati menjelaskan, kapal yang akan berangkat adalah Kapal Riset (KR) Baruna Jaya IV milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kapal Republik Indonesia (KRI) Rigel-933 milik TNI AL, dan KR Bawal Putih III milik Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Inovasi sebagai salah satu soko guru daya saing akan terwujud jika dimulai dengan survei,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KR Baruna Jaya IV akan menginisiasi survei potensi kelautan di area perairan Marine Techno Park di Penajam, Kalimantan Timur. Staf Ahli Menristek dan Dikti Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono mengatakan, Marine Techno ParkPenajam merupakan pusat riset kemaritiman berskala nasional dengan kedalaman laut, kondisi angin, dan kualitas garam yang cocok untuk penelitian.

Adapun KRI Rigel-933 akan survei di area antara Batam dan Singapura guna menajamkan data pemetaan bawah laut. KR Bawal Putih III melanjutkan riset stok ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.

KRI Rigel-933 diklaim sebagai salah satu kapal tercanggih se-Asia produksi Perancis. Nasir meminta para ahli dalam negeri juga mempelajari teknologi tinggi pada kapal itu sehingga nantinya bisa mengembangkan sendiri.

Deputi Koordinasi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin menuturkan, program riset itu sesuai target pemerintah memperbanyak pemanfaatan kapal riset dalam negeri, termasuk milik instansi pemerintah.

Saat ini, 60 persen riset besar, antara lain terumbu karang, laut dalam, dan potensi energi baru dan terbarukan, diajukan pihak asing. Ahli dalam negeri hanya terlibat dalam proses riset.

“Kami ingin sejak ide awal, riset, hingga pemanfaatan hasil dijalankan orang dalam negeri. Ini butuh keterpaduan semua pihak kemaritiman,” kata Ridwan. Ia mencontohkan, teori ahli menyebut, potensi perminyakan saat ini mengarah ke batuan lebih tua. Untuk membuktikan itu, perlu program survei.

Dimyati menambahkan, dalam Hakteknas ke-20, pemerintah juga mempromosikan tongkang ramah lingkungan AWB Elnusa Samudra 8, milik PT Elnusa. Kapal buatan dalam negeri, mulai perancangan hingga konstruksi. Perancangan tiga tahun lalu oleh galangan kapal di Batam, Kepulauan Riau. Biaya proyek 8,08 juta dollar AS (Rp 109 miliar dengan kurs Rp 13.500). (JOG)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Agustus 2015, di halaman 14 dengan judul “Tiga Kapal Riset Berangkat Serentak”.

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 15 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB