Tes DNA Ungkap Kasus Kekerasan Seksual

- Editor

Senin, 30 Maret 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemeriksaan asam dioksiribo nukleat atau DNA membantu mengungkap kasus kekerasan seksual, terutama membuktikan siapa pelaku kekerasan. Namun, akses lembaga layanan yang mendampingi korban kekerasan seksual pada tes DNA masih terbatas.

Menurut peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Herawati Sudoyo, dalam lokakarya DNA Forensik di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kamis (26/3), di Jakarta, DNA adalah cetak biru materi genetika pada tiap sel makhluk hidup dan diturunkan ke generasi berikut. Tiap individu memiliki DNA unik sebagai penentu karakteristik fisik dan membawa sifat yang diturunkan dari ibu maupun ayah.

Dalam kasus pemerkosaan, tes DNA dilakukan untuk mencocokkan DNA korban dengan terduga pelaku. Jika diperlukan, tes DNA bisa dilakukan terhadap janin pada perempuan korban kekerasan seksual untuk mengetahui pelaku pemerkosaan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tes paternitas, pemeriksaan DNA untuk mencocokkan DNA dengan ayah biologis. Di pengadilan, hasil tes DNA bisa memasukkan seseorang ke penjara ataupun membebaskan orang tak bersalah dari penjara.

Biaya mahal
Sayangnya, menurut Komisioner Komisi Nasional Perempuan Yuniyanti Chuzaifah, tes DNA mahal dan belum terjangkau oleh mayoritas korban kekerasan seksual. Lembaga layanan yang mendampingi korban pun tak mampu membiayai tes DNA. “Pengetahuan bagaimana seharusnya sampel DNA diambil, diproses, hingga keluar hasilnya, belum dipahami lembaga layanan pendampingan korban kekerasan seksual,” katanya.

Pembuktian pelaku kekerasan seksual di pengadilan kerap sulit dilakukan karena terdakwa menyangkal dan tak ada saksi. Pembuktian kian sulit saat terduga pelaku pemerkosaan adalah pejabat, penegak hukum, ataupun orang berkuasa yang mampu memengaruhi pemeriksaan DNA.

Test_dnaUntuk itu, perlu lembaga yang punya kredibilitas dan integritas untuk memeriksa DNA. Tes DNA yang dilakukan lembaga terpercaya amat penting, terutama pada kasus pengingkaran anak, korban kekerasan seksual, termasuk penyandang disabilitas, dan pembuktian kasus inses.

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah, Sri Winarno, menyatakan, Pemprov Jateng menggratiskan tes DNA untuk kepentingan kasus pemerkosaan, penculikan anak, adopsi ilegal, dan perdagangan manusia.

Pihak BP3AKB bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dalam pemeriksaan DNA dan pelatihan pengambilan sampel DNA bagi tenaga kesehatan. Pada 2012-2014 tes DNA dilakukan untuk 13 kasus di Jateng, terutama untuk pembuktian status anak. (ADH)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Maret 2015, di halaman 14 dengan judul “Tes DNA Ungkap Kasus Kekerasan Seksual”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 6 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB