Sungai Kering Lebih Lama

- Editor

Senin, 24 Agustus 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

El Nino Berstatus Kuat Berpeluang Mulai Pertengahan September
Debit air sejumlah sungai, terutama di Pulau Jawa, terus menurun sehingga menekan pasokan air bagi warga untuk pertanian atau kebutuhan rumah tangga. Dengan adanya fenomena EL Nino, sungai-sungai itu tahun ini akan kering lebih lama karena kemarau berlangsung dua bulan lebih panjang dibandingkan sebelumnya.

Laporan dari Tangerang, Banten, debit air Sungai Cisadane semakin menurun sehingga warga kota kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari (Kompas, 20/8). Selain itu, debit air di Sungai Cimanuk, Jawa Barat, pada Selasa (4/8) tercatat 11,6 meter kubik per detik, jauh di bawah debit normal, 72-76 meter kubik per detik (Kompas, 4/8).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, sungai besar di Jawa kondisinya kritis sehingga kerap kekeringan saat kemarau biasa-tanpa ada El Nino. Faktor penyebab utama adalah kegiatan manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada atau tidak ada El Nino, jika daerah aliran sungai (DAS) bagus, air sungai tetap bisa mengalir saat kemarau walaupun debit berkurang,” ucapnya saat dihubungi pada Jumat (21/8).

Sutopo menilai hal itu lebih diakibatkan kondisi Cisadane dan Cimanuk yang sangat kritis.

Berdasarkan riset disertasinya pada 2010, ia mendapati DAS Ciujung, Cisadane, Citarum, Cimanuk, dan Bengawan Solo termasuk DAS buruk atau sakit dengan skor 1,5 ke bawah. Sebuah DAS berkategori sedang jika skor 1,5-2, agak sehat (2-2,5), dan sehat (lebih dari 2,5).

Berdasarkan analisis, sungai- sungai yang bermuara di utara Jawa cenderung berkondisi buruk atau sakit, antara lain karena intensifnya penggunaan lahan dan padatnya penduduk. Di DAS Cisadane, misalnya, memiliki kepadatan penduduk 2.269 jiwa per kilometer persegi.

Sutopo menambahkan, karena sangat kritis, rasio debit sungai antara musim kemarau dan penghujan sangat tinggi. Saat kemarau, pasokan air dari sumber air sangat minim, bahkan kering, karena air tanah terbatas. “Namun, saat musim hujan, debit air melimpah karena lebih dari 70 persen air hujan menjadi limpasan,” ujarnya.

Dalam masa kemarau normal, kondisi kering biasanya berakhir pada Oktober. Namun, menurut Sutopo, adanya El Nino tahun ini menyebabkan musim kemarau mundur hingga November atau Desember sehingga sungai akan makin kering.

El Nino menguat
Berdasarkan nilai Indeks Nino, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas El Nino bakal terus menguat. Hal ini terlihat dari tren penguatan El Nino yang berlangsung.

Indeks Nino saat ini masih moderat, yakni pada angka 1,8 derajat celsius. Namun, selama dua minggu sebelumnya, nilai indeks tersebut 1,7 derajat celsius. Sekitar akhir Juli, nilai indeks masih 1,5 derajat celsius. El Nino berstatus kuat jika indeks melewati 2 derajat celsius. “El Nino kuat kemungkinan mulai terjadi pertengahan September,” ucap Kepala Subbidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.

Menurut dia, intensitas El Nino tahun ini berpotensi mendekati El Nino 1997/1998. Saat itu, puncak El Nino terjadi pada November 1997 dengan nilai indeks 2,5 derajat celsius. Namun, ia yakin dampak parah akibat El Nino 1997/1998 tidak terulang.

Ardhasena memperkirakan, intensitas El Nino bakal menurun setelah November. Matahari saat itu berada di belahan bumi selatan sehingga suhu perairan Samudra Pasifik di belahan bumi utara mendingin. (JOG)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Agustus 2015, di halaman 13 dengan judul “Sungai Kering Lebih Lama”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB