Sekolah Kurikulum Luar Negeri; Mempertanyakan Keindonesiaan

- Editor

Rabu, 18 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah berkurikulum luar negeri berdiri megah di kota-kota, lengkap dengan fasilitas modern. Para muridnya jagoan berbahasa Inggris dan belajar menggunakan gaya dan kurikulum dari negeri asing. Sejumlah sekolah itu mulai berusaha menghadirkan ”Indonesia” di dalam ruang kelasnya.


Salah satu dinding Kelas 2-3 E HighScope Indonesia sesak oleh deretan poster buatan murid penghuni kelas. Terpajang poster bergambar peta Lampung. Di dalam poster itu juga tertempel foto makanan khas, pakaian adat, dan gajah yang semuanya merupakan khas Lampung. Di kelas lain, kelas 2-3 G, terpajang foto murid menggunakan pakaian adat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Poster itu merupakan ”peninggalan” kegiatan Pekan Kebudayaan Indonesia yang dirayakan di sekolah itu setahun sekali. Tidak hanya mendesain kelas dengan suasana daerah tertentu, murid juga harus mempresentasikan kegiatan yang dilaksanakan antara bulan Oktober dan November itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program yang dilaksanakan sejak 2012 tersebut mengandung nilai-nilai keindonesiaan antara lain mencintai produk dalam negeri, mengenal keberagaman budaya Indonesia, mengenal pahlawan nasional, dan memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Nilai-nilai tersebut lalu dipraktikkan dalam bentuk kegiatan.

Sekolah Madania”Menyampaikan nilai-nilai keindonesiaan kan tidak mesti dengan ceramah,” kata Wahyuni Ratna Lingga, Quality Coordinator HSI, di Jakarta, Senin (16/2).

Hampir di setiap tembok HSI yang berlantai enam itu terdapat papan bertuliskan Accept and respect, we are all different. ”Dengan cara itu, murid diharapkan dapat menghargai perbedaan. Apalagi, Indonesia itu budayanya beragam,” ujarnya.

Di Madania, budaya Indonesia diperkenalkan lewat beragam ekstrakurikuler khas Indonesia, seperti pencak silat dan ansambel tradisional. Ada pula klub yang dikelola orangtua murid SD, yaitu Madania Performing Arts Club (MPAC).

Kepala SD Madania Siti Hidayati mengatakan, MPAC mendatangkan seorang guru pembimbing yang mengajarkan siswa untuk mempertunjukkan kesenian modern ataupun tradisional. Untuk mengikuti klub ini, orangtua memang harus merogoh kocek Rp 2.100.000 per semester.

Pada Jumat (13/2), sekelompok murid kelas satu dan dua sedang berlatih di panggung auditorium Madania sekitar pukul 14.00. Mereka bergerak lincah mengikuti irama musik sambil memegang mangkuk di kedua tangannya, menarikan tari galuak asal Sumatera Barat.

Keindonesiaan
Selama ini, di dalam ruang-ruang kelas sekolah berkurikulum luar negeri kehadiran ”Indonesia” kerap dipertanyakan. Betapa tidak? Sekolah-sekolah itu umumnya menggunakan gaya belajar, kurikulum, dan bahasa asing. Di Bunda Mulia International School, misalnya, digunakan Kurikulum Cambridge dengan semua buku teks wajib berbahasa Inggris. Murid pun dituntut berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris saat belajar dan di lingkungan sekolah.

Ketika sekolah diwajibkan menyelenggarakan ujian nasional, Marketing dan Operation Manager Bunda Mulia International School Shelly Januarty mengatakan, pihak sekolah
berharap soal ujian nasional untuk sekolah internasional menggunakan bahasa Inggris dengan materi ujian disesuaikan
dengan kurikulum yang mereka gunakan.

Sebagian sekolah lain memadukan kurikulum luar negeri dengan kurikulum nasional, seperti HighScope Indonesia. Program dual language di sekolah itu memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Meskipun demikian, saat praktik di sekolah, bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Madania juga menggunakan Kurikulum 2013 yang diperkaya kurikulum internasional, seperti International Baccalaureate. Selain itu, sekolah juga menyusun sejumlah konsep
pembelajaran sendiri.

Umumnya, penggunaan kurikulum dan bahasa asing di sekolah-sekolah itu antara lain disebabkan anak kelak melanjutkan pendidikan di luar negeri. Alasan lainnya ialah kewarganegaraan asing yang disandang anak. Di sekolah seperti Jakarta International Multicultural School digunakan kurikulum International Baccalaureate. Salah satu orangtua, Helmin, menjelaskan, mayoritas anak-anak yang bersekolah di Jakarta International Multicultural School memiliki kewarganegaraan asing. Salah satunya adalah putra Helmin, Jeremy (16), mengikuti kewarganegaraan ayahnya, yaitu Amerika Serikat.

Aturan
Kekhawatiran ”memudarnya” keindonesiaan di sekolah-sekolah berkurikulum asing itu dijawab pemerintah serangkaian aturan main baru-baru ini. Contohnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing (LPA) dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia (LPI) disahkan pada April 2014 lalu. Konsekuensinya, sejak 1 Desember 2014 sekolah internasional harus menyesuaikan diri dengan peraturan tersebut. Salah satunya adalah dengan pengadaan ujian nasional untuk tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Selain itu, sekolah juga wajib mengajarkan mata pelajaran Sejarah Indonesia, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Agama kepada murid berkebangsaan Indonesia. Sekretaris Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Syamsir Alam menjelaskan, tanpa pelajaran-pelajaran itu, sekolah tidak akan mendapat akreditasi dan status mereka akan diganti menjadi sekolah swasta biasa yang tidak diizinkan mengadopsi kurikulum luar negeri. Dengan adanya aturan-aturan itu, diharapkan para murid di sekolah-sekolah tersebut mengenal juga negara tempat mereka berada. (B05/B06/DNE)

Sumber: Kompas, 18 Februari 2015

Posted from WordPress for Android

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 22 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB