Home / Berita / Pulau Balang II, Jembatan Penghubung Trans Kalimantan Ditarget Tuntas 4 Tahun

Pulau Balang II, Jembatan Penghubung Trans Kalimantan Ditarget Tuntas 4 Tahun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggiatkan pembangunan Infrastruktur di luar Jawa salah satunya adalah proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang II di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim)?.
Jembatan sepanjang 804 meter ini telah ditandatangani kontraknya pada 21 Agustus 2015 dan akan segera dimulai pembangunannya dengan lama pekerjaan diperkirakan 4 tahun 4 bulan.

Jembatan Pulau Balang menjadi penyatu dua daerah yakni Kota Balikapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU, sekaligus menjadi titik penting terwujudnya konektivitas Jalan Trans Kalimantan ribuan Km dari barat hingga timur.

Pembangunan jembatan dengan dua bentang jembatan yakni bentang pendek sepanjang 470 meter (Pulau Balang I) kini sudah selesai dibangun, dan bentang panjang sepanjang 804 meter (Pulau Balang II) adalah proyek tahun jamak (multi years contract).

Pekerjaan pertama proyek Jembatan Pulau Balang II adalah membangun pondasi bentang utama yang akan berada di atas permukaan air. Jenis pondasi yang dibangun berupa tiang-tiang pancang beton silinder yang dibor dan ditanam sedalam 65 meter dari muka tanah di dasar air ke dalam tanah.

Metode pemasangan tiang pancang dilakukan dengan cara conventional yakni dengan meletakkan cetakan baja silinder berdiameter 2 meter pada titik-titik tiang pancang yang direncanakan?. Baru kemudian dituangkan campuran beton cair ke dalam cetakan baja tersebut secara terus menerus dengan harapan terbentuk struktur baja padat yang monolit alias menyatu antar seluruh bagian.

Setelah selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan pile cap kepala tiang pancang berupa lapisan beton datar berbentuk persegi? berukuran 33/33 meter persegi. Pile cap ini akan menjadi tapak berdirinya menara yang akan menjadi struktur utama penahan bentangan jembatan yang berada di atas permukaan air.

Setiap menara akan berdiri di atas dua pile cap, dimana masing-masing pile cap akan ditahan oleh 72 tiang pancang beton. Dengan kata lain, satu menara akan ditopang oleh 144 tiang pancang beton yang ditanam hingga ke dasar air.? Seluruh proses ini akan memakan waktu 466 hari atau 1 tahun 4 bulan.

Setelah tahap pembuatan pondasi ini selesai, selanjutnya adalah pembangu?nan pylon atau menara beton setinggi 117,5 meter. Metode pembangunannya dikenal dengan istilah climbing form. Yaitu, struktur menara dibangun secara bertahap dari tapak pondasi hingga ke puncak.

Pertama adalah penempatan cetakan baja di atas tapak pondasi lalu dituangkan campuran beton cair kedalam cetakan tersebut. Setelah campuran beton mengeras dan umur konstruksi dirasa cukup, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran cetakan baja dan pemasangan cetakan baja di atas struktur yang sudah mengeras? lalu dilakukan metode penuangan beton cair seperti sebelumnya.

Jembatan pulau BalangSeluruh tahap dilakukan secara bertahap hingga mencapai elevasi atau ketinggian puncak 117,5 meter dari permukaan tapak pondasi. Pemasangannya mirip seperti memanjat struktur yang sudah jadi di bawahnya sehingga dikenal dengan isitilah climbing form.

Ada dua menara yang dibangun untuk menahan bentang utama jembatan ini. Waktu penyelesaian dua menara atau pylon ini adalah sekitar 410 hari atau 1 tahun 2 bulan.

Tahap berikutnya adalah pembangunan lantai jembatan. Metode pemasangannya dikenal dengan istilah balance? cantilever, artinya pemasangan lantai jembatan dilakukan bersamaan antara sisi kanan dengan sisi kiri secara seimbang.

120Cara pekerjaannya adalah dengan menempatkan cetakan beton datar di sisi kanan dan kiri menara. Kemudian dituangkan lapisan beton cair di atasnya. Pengecoran sendiri tidak dilakukan sekaligus melainkan bertahap.

Masing-masing tahap pengecoran dibarengi dengan pemasangan kabel penahan alias cable stayed yang menghubungkan pylon dengan lantai jembatan.? Pengecoran lantai jembatan dan pemasangan kabel penahan dilakukan secara bertahap hingga lantai jembatan mencapai bentangan total 804 meter.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian kestra karena merupakan bagian paling vital dari badan jembatan. Di saat bersamaan, dilakukan pula? pembangunan pondasi untuk jembatan pendekat alias approach span yang dipasang di sisi pulau balang dengan panjang bentangan 167,65 meter.

Pondasi untuk jembatan pendekat ini berupa 3 pilar raksasa yang berdiri di atas satu abutment yang dibangun di atas 8 tiang pancang yang dibor dan ditanam hingga kedalaman 27 meter.

Seluruh pekerjaan dilakukan simultan sehingga antara bentang utama dan jembatan pendekat bisa selesai secara bersamaan.

Setelah seluruh proses konstruksi selesai, maka tahap selanjutnya adalah pemasangan pembatas jalan, pengaspalan, pemberian marka, rambu dan lampu jalan. Jembatan ini sendiri memiliki lebar 2×3,5 meter ditambah 2×1 meter di kanan-kiri kembatan sebagai trotoar bagi pejalan kaki.

?”Seluruh proses ditarget selesai 2019,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Selasa (26/10/2015).

(dna/hen)

Dana Aditiasari – detikfinance

Sumber: Detik.com, Selasa, 27/10/2015

Share

One comment

  1. Untuk pengetahuan umum sangat bermanfaat.. terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: