PLN Mengkaji Ulang Proyek

- Editor

Selasa, 31 Mei 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investasi Bisa Tak Pasti
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memutuskan mengkaji ulang proyek interkoneksi Sumatera-Jawa dengan teknologi tegangan tinggi arus searah atau HVDC lewat bawah laut. Secara teknis, proyek itu dianggap sudah tak sesuai dengan kondisi sekarang.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, wilayah Sumatera jauh lebih membutuhkan listrik daripada Jawa. Selain itu, kajian perencanaan proyek HVDC sudah terlalu lama sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Nanti dalam waktu 1-2 bulan akan kami umumkan (hasil kajian terhadap proyek HVDC),” kata Sofyan, Senin (30/5), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari laman PLN, proyek HVDC untuk menyalurkan listrik dari sejumlah pembangkit di Sumatera Selatan ke Jawa ataupun dari pembangkit di Jawa ke Sumatera untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera, Jawa, dan Bali. Sistem interkoneksi yang akan dibangun tersebut dirancang untuk menyalurkan daya 3.000 megawatt (MW) dari Sumatera ke Jawa-Bali dan sebaliknya.

Proyek ini diperkirakan memerlukan investasi 2,1 miliar dollar AS. Sebagian sudah ada komitmen pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek ini sempat hilang dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersikeras agar proyek tersebut dilanjutkan dan masuk dalam RUPTL.

Dihubungi secara terpisah, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, proyek HVDC akan menghasilkan listrik dengan ongkos murah. Hal itu karena proyek ini akan mengalirkan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang yang ada di Sumatera.

“Rencana pembangunan jaringan kabel bawah laut lintas Sumatera-Jawa sudah lama sekali. Itu komitmen lama antara Indonesia dan Jepang. Pinjaman juga sudah disepakati. Kajian ulang dari konsultan independen juga menghasilkan rekomendasi bahwa proyek tersebut diperlukan untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di wilayah Jawa dan Sumatera,” tutur Sudirman.

Proyek HVDC, lanjut Sudirman, akan menunjang proyek PLTU mulut tambang yang sudah dilelang. Proyek tersebut adalah PLTU Sumatera Selatan 8 sebesar 2 x 600 MW, PLTU Sumatera Selatan 9 sebesar 2 x 600 MW, dan PLTU Sumatera Selatan 10 sebesar 1 x 600 MW.

Kepastian investasi
Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai janggal soal pengkajian ulang proyek HVDC setelah seluruh persiapan sudah dilangsungkan. Studi kelayakan proyek ini sudah terangkum dalam RUPTL 2011-2021 dan persiapan oleh PLN sudah dilakukan sejak 2013, antara lain pembebasan lahan.

“Apabila dikaji ulang atau kemungkinan dibatalkan, ini akan menimbulkan ketidakpastian investasi. Tentu saja kepercayaan investor terhadap PLN atau kepada pemerintah ikut merosot,” kata Fabby.

Sebelumnya, PLN juga membatalkan lelang PLTU Jawa 5 sebesar 2 x 1.000 MW. Terkait dengan pembatalan lelang PLTU Jawa 5, PLN beralasan, proses lelang tidak memenuhi unsur tata kelola yang baik. (APO)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 31 Mei 2016, di halaman 19 dengan judul “PLN Mengkaji Ulang Proyek”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 34 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB