Home / Berita / Perguruan Tinggi Semakin Fleksibel untuk Mahasiswa

Perguruan Tinggi Semakin Fleksibel untuk Mahasiswa

Pembekalan pendidikan yang disiapkan untuk mahasiswa tidak cukup jika hanya diberikan melalui teori dan kurikulum-kurikulum di sekolah atau pelajaran yang ada di kampus tetapi juga dengan terjun langsung ke dunia kerja.

Pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi dikemas lebih fleksibel agar mahasiswa semakin kreatif dan adaptif dengan Kampus Merdeka. Dengan demikian, kesempatan bagi mahasiswa untuk membekali diri dengan pengalaman beragam sesuai kebutuhan terbuka luas. Tak ada lagi kesenjangan antara kampus dengan kampus kehidupan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Nizam, memaparkan, Kampus Merdeka memiliki tujuan terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan sembilan program (flagship), seperti program pertukaran mahasiswa, magang dan studi independen bersertifikat, kampus mengajar, proyek kemanusiaan, kewirausahaan, serta beberapa program lainnya.

“Dengan program Kampus Merdeka akan ada jembatan antara pihak industri, masyarakat dan pendidik agar bisa berkolaborasi dalam memaksimalkan pembangunan nasional,” tutur Nizam dalam Talkshow Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan tema Kebijakan dan Strategi SDM Ilmu Pengetahuan untuk Pembangunan Nasional, Rabu (25/8/2021).

Program Kampus Merdeka mendorong kolaborasi antar-beberapa pihak. Nizam berharap, pembangunan nasional akan terus meningkat bersamaan dengan teknologi yang terus dikembangkan seperti laptop merah putih, kendaraan listrik merah putih, talenta digital dan lainnya. Untuk terus mendukung hal tersebut, pemerintah memberikan bantuan lewat platform digital Kedaireka, pendanaan penelitian maupun riset hingga pendanaan untuk wirausaha.

Menurut Nizam, program Kampus Merdeka dirancang agar perguruan tinggi dapat menghadapi disrupsi dengan mengubah pendekatan yang preskriptif menjadi fleksibel, kaya makna, dan merdeka bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, dan aspirasinya. Melalui Kampus Merdeka, mahasiswa berksempatan mengambil mata kuliah lintas program studi di kampus kehidupan atau dunia profesi.

“Tahun ini atau semester depan kita akan menyiapkan program-program Kampus merdeka di tingkat nasional, di samping program-program Kampus Merdeka yang sudah disiapkan masing-masing di perguruan tinggi,” ujar Nizam.

Pembekalan pendidikan yang disiapkan untuk mahasiswa tidak cukup jika hanya diberikan melalui teori dan kurikulum-kurikulum di sekolah atau pelajaran yang ada di kampus. Untuk mempersiapkan sumber daya berkualitas dan memiliki daya saing tinggi, metode pembelajaran perlu diadaptasi dengan terjun langsung ke dunia kerja di mana mahasiswa dapat bersentuhan langsung dengan masalah yang terjadi di lapangan dan belajar dari para praktisi terbaik di industri.

Masih Sedikit
Geliat Kampus Merdeka lewat berbagai program yang didukung Kemendikbudristek dan berkolaborasi dengan insitusi kementerian/lembaga lain hingga dunia usaha dan industri terus berkembang. Di tingkat nasional, pada pekan ini, misalnya, sebanyak 13.272 mahasiswa dinyatakan lolos dalam seleksi dan diterima sebagai peserta pada program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) periode pertama tahun 2021.

Pada program MSIB ini, para peserta akan menjalani magang dan studi independen bersama 122 mitra penyelenggara program. Terdapat juga 555 perguruan tinggi asal mahasiswa yang telah memfasilitasi, mendukung, dan memberikan segala upaya untuk kelancaran dalam program ini dengan segala fleksibilitas dan dinamikanya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim di acara pelepasan berpesan agar para mahasiswa bersemangat dan besungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan manfaatkan kesempatan emas ini. “Keberhasilan ini barulah awal dari perbaikan sistem pendidikan yang sedang kita upayakan. Angka 13 ribu ini masih kecil dibandingkan 8 juta total mahasiswa di Indonesia yang berhak menikmati kemerdekaan dalam belajar,” kata Nadiem.

Tak lupa, Nadiem berharap kepada para pelaku bisnis atau mitra industri agar kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi dalam Kampus Merdeka dapat terus dilanjutkan dan diperkuat sehingga menghasilkan talenta-talenta yang akan diperlukan pada industri tersebut.

Chief People Officer Lazada Indonesia Evelyn Jonathan mengatakan mitraprogram Kampus Merdeka berkomitmen untuk mendidik mahasiswa yang mengikuti program MSIB 2021 untuk menjadikan Indonesia lebih baik di masa yang akan datang. Lazada Indonesia sudah melakukan onboarding di hari pertama sebanyak 81 mahasiswa, onboarding yang dilakukan sangat kompreherensif.

Dukungan juga diberikan Zenius, platform edtech di segmen K-12 yang juga terpilih sebagai mitra untuk kedua program, MSIB Kampus Merdeka. Ada 72 peserta magang terpilih dari 37 perguruan tinggi yang ditempatkan di 30 posisi dan akan dibimbing oleh 22 mentor.

Peserta magang yang terpilih akan mendapatkan kurikulum pembelajaran program magang Zenius dengan jumlah muatan 20 SKS yang setara dengan 760 jam pembelajaran. Total SKS tersebut akan dikonversi sesuai kurikulum masing-masing kampus asal mahasiswa. Metode pelaksanaan magang akan dilakukan dengan pendekatan blended learning.

Selain Magang Bersertifikat Kampus Merdeka, Zenius juga menyelenggarakan Studi Independen Bersertifikat, sebuah program yang memberikan kesempatan belajar dalam bentuk yang lebih menyenangkan serta berdampak sosial pada dunia pendidikan Indonesia dengan cara yang lebih kreatif. Studi ini terbagi dalam dua sertifikasi dengan jumlah muatan 20 SKS, yaitu Junior Educator dan Junior Content Maker untuk membantu peserta mendapatkan gambaran bagaimana cara membuat konten pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Ada hampir 4.000 mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi peserta Studi Independen di Zenius. Jumlah itu kemudian disaring menjadi 11 peserta Junior Content Maker dan 8 peserta Junior Educator dari 9 universitas di seluruh Indonesia.

“Sesuai dengan tujuan kami untuk meningkatkan keterampilan fundamental masyarakat, kami menerapkan tes fundamental skills (keterampilan fundamental) kepada seluruh calon peserta magang yang ingin masuk ke Zenius. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka adalah proyek percontohan untuk menerapkan tes ini. Kami harap proses seleksi ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain di luar sana, karena kebanyakan orang dan perusahaan terlalu berfokus pada keterampilan lanjutan, dan tidak terlalu menganggap penting keterampilan fundamental,” ungkap Founder kata Chief Education Officer Zenius Sabda PS, yang juga menjadi salah satu mentor di program Studi Independen ini.

Ke Luar Negeri
Program Kampus Merdeka yang juga sudah berjalan yakni program pertukaran mahasiswa ke luar negeri (IISMA). Sebanyak 970 mahasiswa dari 98 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia berhasil lulus seleksi program yang akan berlangsung untuk satu semester.

Para peserta IISMA akan melaksanakan pertukaran mahasiswa di 39 perguruan tinggi kelas dunia di 28 negara.

“Terimakasih untuk program IISMA yang telah memberikan kami kesempatan untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman baru di luar negeri. Doakan kami selamat sampai tujuan dan dapat membanggakan bangsa dan negara di dunia internasional,” ucap salah satu peserta IISMA.

Perwakilan Kantor Urusan Internasional Universitas Negeri Yogyakarta Kartika Ratna Pertiwi turut berterimakasih kepada Program Kampus Merdeka, semoga para mahasiswa dapat berangkat dan sampai tujuan. “Sangat terharu, delegasi pertama ini menjadi sebuah kebanggaan. Semoga para mahasiswa menjadi duta bangsa yang sebenar-benarnya,” ucapnya.

Oleh ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 25 Agustus 2021

Share
%d blogger menyukai ini: