Home / Berita / Perguruan Tinggi Harus Bisa Cetak Technopreneur

Perguruan Tinggi Harus Bisa Cetak Technopreneur

Memasuki era persaingan global, pendidikan menjadi salah satu indikator yang sangat menentukan. Generasi muda saat ini dipersiapkan untuk mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam persaingan tersebut.

Hal itu disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir dalam orasi ilmiah Wisuda VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5).

“Jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi ciptakanlah pekerjaan itu,” ucap Nasir kepada 356 wisudawan UMN.

86a2521fce6147bdb1ac599d244cd5dcWisudawan Universitas Multimedia Nusantara ( UMN) dalam acara Wisuda VII UMN di Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5).–Dionisius Reynaldo Triwibowo

Pemerintah mengapresiasi segala upaya perguruan tinggi di Indonesia untuk menciptakan insan profesional masa depan yang mampu bersaing di kancah global. “Sebagai anak bangsa, sudah menjadi kewajiban untuk mengubah negeri ini menjadi lebih baik di mata dunia,” kata Nasir.

Rektor UMN Ninok Leksono mengatakan, perguruan tinggi harus mampu mengasah mahasiswanya menjadi technopreneur (pengusaha yang cerdas teknologi). “Akan menjadi nilai tambah bagi bangsa kita di masa depan,” ujarnya.

Acara wisuda kali ini dibalut dengan suasana etnik yang menjadi ciri khas UMN. Etnik Minang dipilih sebagai tema wisuda VII dengan tata panggung dan pakaian adat Minang yang sangat menonjol.

Menurut Ninok, profesional muda adalah orang yang berpikir cerdas, tetapi tetap mempertahankan kebudayaannya. “UMN selalu mengambil konsep etnik di setiap acara wisuda untuk terus menonjolkan sisi Nusantara,” katanya.

Saat ini tercatat 90 persen lulusan UMN sudah memiliki pekerjaan atau menjadi technopreneur. Beberapa lulusan bahkan telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Salah satunya adalah co-founder Dreambox, agensi digital kreatifterkemuka yang lahir melalui program inkubator bisnis UMN.

“Setelah kembali ke masyarakat, kalian (wisudawan) harus mampu menjawab tantangan yang ada dan memberikan solusi,” tambahnya.

Kecerdasan emosional
Nusantara muda yang dipersiapkan untuk masa depan merupakan profesional yang siap di bidang masing-masing. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan akademis, tetapi juga kecerdasan emosional.

“Soft skill atau kecerdasan emosional sangat penting dalam pengembangan karier di masa depan dalam menghadapi tantangan,” ujar Ninok.

Wisuda VII UMN kali ini memiliki kategori baru, yaitu lulusan terbaik cendekia utama. Cendekia utama merupakan lulusan yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademis, tetapi juga kecerdasan emosional.(B09)

Sumber: Kompas Siang | 30 Mei 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: