Home / Berita / Peretas ”Topi Putih” Kawal UN

Peretas ”Topi Putih” Kawal UN

Diharapkan Tak Ada Gangguan Listrik Saat Ujian Berlangsung
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng hacker atau peretas ”topi putih” untuk mengamankan ujian nasional berbasis komputer pekan depan. Tahun ini, peserta UNBK naik 900 persen dibandingkan dengan tahun lalu dari 170.000 siswa menjadi 921.862 siswa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Jumat (1/4), di Kemdikbud, Jakarta, mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan para peretas ”topi putih”. Menurut Anies, para peretas siap membantu mengamankan pelaksanaan UNBK dari gangguan peretasan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain menggandeng mereka, Kemdikbud juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pengamanan siber serta perusahaan telekomunikasi untuk keamanan koneksi saat sinkronisasi data.

”Sistem pengamanan UNBK diperkuat secara berlapis. Begitu ada peretasan, sistem pengamanan langsung cepat diganti. Kami juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk teknologi dan pengamanan,” kata Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Kemdikbud Nizam.

Pelaksanaan UN tahun ini menggunakan dua model, yaitu berbasis kertas dan komputer. Dari total 7,6 juta peserta UN SMP dan SMA sederajat, 921.862 peserta di antaranya mengikuti UNBK.

”Tahun ini, sekolah yang menyelenggarakan UNBK meningkat pesat. Pada 2015, hanya 554 sekolah yang menyelenggarakan UNBK dan tahun ini naik menjadi 4.381 sekolah,” ujar Anies.

6601f0c71f8f418681459397b807f437KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMA Negeri 1 Jakarta Ujang Suherman, Jumat (1/4), mengecek kesiapan komputer yang menurut rencana digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer di SMAN tersebut. Pemakaian komputer untuk Ujian Nasional 2016 naik 900 persen daripada 2015. UN akan dilaksanakan mulai Senin (4/4).

Di masa mendatang, UNBK akan diteruskan dan diperluas. Metode ini dinilai lebih praktis dan efektif serta mendukung sekolah menegakkan integritas pelaksanaan UN. Sampai kini sudah 80 persen sekolah mengunduh soal-soal UNBK.

Provinsi yang punya tingkat partisipasi terbesar UNBK antara lain DIY, Papua, dan Kalimantan Utara. Di Kota Surabaya, tahun ini semua sekolah bahkan telah melaksanakan UNBK.

Jaringan listrik tak mati
Agar pelaksanaan UNBK lancar, Anies meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia berkoordinasi dengan kantor PLN setempat untuk memastikan agar jaringan listrik tetap hidup ketika ujian berlangsung. Jika listrik tiba-tiba padam, para siswa tak perlu khawatir karena apa yang telah dikerjakan tak akan hilang dari data komputer.

”Setelah listrik hidup kembali, ujian bisa dilanjutkan lagi. Siswa juga tidak akan kehilangan waktu mengerjakan soal karena waktu pengerjaan soal dilanjutkan setelah komputer hidup lagi,” ucap Anies.

Ditegaskan kembali, hasil UN ditujukan untuk memberikan gambaran tentang pencapaian kompetensi siswa dan bukan sebagai penentu kelulusan. Penentu kelulusan diserahkan kepada sekolah masing-masing yang mengetahui bagaimana jejak prestasi anak-anak didik mereka.

Anak-anak yang mendapat nilai kurang dalam UN bisa mengikuti ujian perbaikan yang diperkirakan berlangsung Agustus atau selambat-lambatnya Oktober.

Distribusi soal
Di Sulawesi Selatan, distribusi naskah soal UN akan didahulukan ke wilayah pulau dan daerah terpencil. Kapal motor dan perahu nelayan sudah disiapkan untuk mendistribusikan naskah UNke sejumlah pulau di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang setengah wilayahnya terletak di Selat Makassar.

Ketua panitia UN Sulsel, Salam Soba, menyebutkan, sekitar 130.000 siswa SMA/SMK dan sederajat dari 4.050 sekolah di Sulsel akan mengikuti UN tahun ini. Sebagian dari siswa dan sekolah ini berada di pulau-pulau seperti Pangkep, Selayar, serta daerah terpencil di wilayah Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara.

Di Lampung, dua hari menjelang pelaksanaan UN, naskah soal mulai didistribusikan ke 15 kabupaten/kota. Pendistribusian soal dikawal ketat aparat kepolisian.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Heri Suliyanto mengatakan, pengiriman soal UN diprioritaskan untuk wilayah pelosok. Sebanyak 15 mobil boks disiapkan guna mengangkut berkas soal. Pemerintah daerah juga menyiapkan kapal motor untuk mengangkut soal ujian ke pulau- pulau terpencil, di antaranya Pulau Legundi (Pesawaran) dan Pulau Sebesi (Lampung Selatan).

”Naskah soal langsung dibawa ke dinas pendidikan di setiap kabupaten/kota. Soal baru akan didistribusikan ke sekolah saat hari pelaksanaan ujian untuk menghindari kebocoran soal,” kata Heri. (ABK/VIO/REN)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 April 2016, di halaman 11 dengan judul “Peretas ”Topi Putih” Kawal UN”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Mahasiswa Universitas Brawijaya ”Sulap” Batok Kelapa Jadi Pestisida

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang membantu masyarakat desa mengubah batok kelapa menjadi pestisida. Inovasi itu mengubah ...

%d blogger menyukai ini: