Pendidikan Harus Nirlaba

- Editor

Selasa, 4 Mei 2010

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perguruan Tinggi BHMN Kaji Pembuatan Perppu

Pendidikan harus tetap nirlaba dan tidak boleh melakukan komersialisasi. Keuntungan yang didapat harus diinvestasikan dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk sarana ataupun fasilitas pendidikan.

”Ini merupakan prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat mendampingi Wakil Presiden Boediono di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Senin (3/5).

Nuh mengatakan, lembaga pendidikan tidak seharusnya berorientasi pada keuntungan sehingga biaya pendidikan tetap murah dan terjangkau. Dengan biaya terjangkau, pendidikan bisa merata untuk kalangan masyarakat. ”Setiap anak harus mempunyai kesempatan untuk masuk perguruan tinggi. Ini untuk mencegah tumbuhnya masyarakat yang termarjinalkan dan terpinggirkan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait pengelolaan perguruan tinggi, Nuh mengatakan, otonomi perguruan tinggi pascapembatalan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) akan tetap dipertahankan. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kerepotan serta keruwetan pengelolaan perguruan tinggi.

”Akan sangat repot kalau pemerintah harus selalu mengatur perguruan tinggi, padahal orang-orang di Kementerian Pendidikan Nasional pun diambil dari orang-orang perguruan tinggi,” ujarnya.

Saat ini, rancangan peraturan pengganti UU BHP tengah dibahas bersama ahli pendidikan dan hukum. Akan tetapi, penyelesaiannya dipastikan terlambat dari target semula karena sejumlah kendala teknis.

Menurut instruksi Presiden, peraturan pengganti UU BHP seharusnya telah diselesai pekan lalu. Akan tetapi, hingga kini, rancangan peraturan tersebut belum selesai.

Siapkan perppu

Secara terpisah, tujuh perguruan tinggi negeri badan hukum milik negara (BHMN) sedang membahas pembentukan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang bersifat khusus. Isinya diharapkan mampu menjamin otonomi dan fleksibilitas sistem pendidikan.

”Perppu ini sifatnya spesialis yang hanya akan memberikan pengaturan bagi perguruan tinggi negeri berbadan hukum milik negara. Isinya antara lain memperkuat otonomi PTN, baik sumber daya maupun keuangan. Belum ada nama resmi, tapi muncul pendapat bernama Perppu PTN BHMN,” ujar Ketua Tim Badan Hukum Pendidikan BHMN Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Astim Riyanto dalam Diskusi yang diselenggarakan harian Kompas di Grha Kompas Gramedia di Bandung, Senin (3/5).

Tujuh PTN BHMN di Indonesia ialah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Mereka rutin bertemu untuk membicarakan hal ini.

Astim mengatakan, saat ini perppu sudah dalam tahapan pembuatan rencana naskah akademik dan rasionalisasi yuridis. Naskah ini akan segera dipaparkan kepada 7 PTN BHMN.

Jamin otonomi

Rektor Institut Teknologi Bandung Ahmaloka mengatakan, pertemuan intensif membicarakan Perppu PTN BHMN terus dilakukan. Ia berharap keberadaan perppu ini bisa menjamin otonomi dan fleksibilitas PTN.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Katholik Parahyangan Bandung Cecilia Lauw berharap adanya sinergi dengan beragam UU lainnya, seperti Ketenagakerjaan, Yayasan, atau guru dan dosen. Harapannya, tidak ada dualisme hukum yang kelak akan merugikan.

”Perppu ini juga harus memerhatikan perkembangan perguruan tinggi swasta yang sedang menuju perguruan tinggi berstandar internasional,” ujarnya. (IRE/CHE)

Sumber: Kompas, Selasa, 4 Mei 2010 | 04:30 WIB

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 1 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB