Pembuatan Pesawat N-219 Terkendala Pola Pendanaan

- Editor

Kamis, 11 September 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembuatan prototipe pesawat N-219 oleh PT Dirgantara Indonesia ditargetkan selesai Agustus 2015. Selanjutnya, pesawat baling-baling itu terbang perdana untuk memperoleh sertifikasi kelaikan terbang dari Dinas Kelaikan Udara pada 2016. Pesawat terbang buatan Indonesia tersebut diharapkan dapat masuk ke pasar global setelah 2018 seusai mendapat sertifikasi internasional.

Namun, target tersebut dikhawatirkan meleset jika pola pendanaan program strategis itu masih berbasis pengajuan setiap tahun. Mundurnya penyelesaian prototipe akan berimplikasi pada masalah pemesanan dan penerimaan pasar.

”Kami akan mengupayakan penyelesaian prototipe pesawat komuter ini tepat biaya, tepat waktu, dan tepat mutu,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso pada pembahasan laporan progress pengembangan pesawat transpor nasional N-219 di PT DI Bandung, Selasa (9/9). Pada kesempatan sama ditandatangani pembaruan nota kesepahaman antara PT DI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) serta peresmian pengerjaan perdana komponen rangka kaca depan N-219.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembahasan program itu dihadiri Kepala Lapan Thomas Djamaluddin serta wakil para mitra, yaitu Bappenas, BPPT, Kemenperin, dan ITB. Pada diskusi itu, pihak Bappenas menyepakati pola pendanaan tanpa batasan tahun atau multiyears.

N219modelMelihat waktu pengerjaan yang relatif singkat, menurut Direktur Teknologi PT DI Andi Alisyahbana, pihaknya antara lain akan menyederhanakan komponen avionik menggunakan komponen modern bersistem digital.

Proses pembuatan komponen pesawat yang dapat mencapai sekitar 5.000 bagian akan melibatkan industri dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia untuk pemeliharaannya. ”Melibatkan sumber daya lokal akan tumbuh kemandirian bangsa dalam pembuatan pesawat,” katanya.

Program lama
Program pembuatan pesawat perintis itu sesungguhnya tercetus 10 tahun lalu, dirintis Kementerian Perindustrian dengan melibatkan BPPT. ”Karena berbagai kendala teknis dan nonteknis, program itu tersendat,” kata Budi.

Program tersebut kemudian dialihkan ke Lapan setelah terbentuknya Divisi Penerbangan di lembaga riset ini pada 2011. ”Alokasi anggaran melalui Lapan untuk dua prototipe N-219 hingga selesai pembuatan tahun depan sebesar Rp 400 miliar,” ujar Thomas.

Untuk pembelian bahan dan komponen yang sebagian impor memerlukan ketersediaan dana memadai. Oleh karena itu, memerlukan pola pendanaan yang memadai untuk mempercepat pengadaannya.

Program N-219 tersebut nantinya akan mengurangi ketergantungan pada komponen impor. Targetnya, kandungan lokal pesawat itu akan mencapai 60 persen pada 2019. (YUN)

Sumber: Kompas, 11 September 2014

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB