Pembangunan STP Tak Penuhi Target

- Editor

Senin, 9 Januari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan 100 kawasan pengembangan sains dan teknologi (science and techno park/STP) yang dicanangkan tahun lalu kemungkinan besar tak terealisasi dalam lima tahun ke depan.

Penilaian itu disampaikan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek dan Dikti) Patdono Suwignjo ketika membuka Rapat Kerja Pengembangan Pusat Unggulan Iptek, Rabu (8/2), di Jakarta. Rapat ini dihadiri 200 peserta dari 60 lembaga riset dan perguruan tinggi.

Patdono mengatakan, sulit membangun STP yang harus mengintegrasikan kegiatan riset untuk menghasilkan inovasi dan melakukan hilirisasi ke industri. Hal ini, lanjutnya, perlu kerja sama lembaga riset dan industri serta dukungan perguruan tinggi untuk penyediaan tenaga terampil dan ahli riset.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Kemristek dan Dikti Loekito Hasta menambahkan, dari jumlah 100 STP yang diminta Presiden Joko Widodo saat pencanangan pelaksanaan program STP Nasional di Bandung, Mei 2015, baru disanggupi 60 STP oleh kementerian dan lembaga riset yang ditunjuk.

Penurunan target ini, kata Loekito, salah satunya disebabkan kementerian kesulitan mendapat lahan karena tidak memperoleh dukungan pemerintah daerah setempat.

STP tersebut dikonsep bisa memainkan tiga peran utama, yaitu melaksanakan penelitian dan pengembangan, menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi, serta menumbuhkan kluster industri atau menarik industri ke dalam kawasan STP.

Jalan masih panjang
Lebih lanjut, kata Patdono, hasil penelitian baru bisa diproduksi massal jika telah mencapai tahap kesiapan teknologi (technology readiness level/TRL) 9. “Untuk bisa menghasilkan produk yang dipasarkan secara massal, perjalanannya masih panjang, termasuk dari aspek kelembagaan,” ujarnya.

Menurut Patdono, tahapan peningkatan TRL itu bisa dimulai dulu dengan program Pusat Unggulan Iptek (PUI). PUI bertugas membina lembaga riset dan perguruan tinggi sehingga menjadi pusat unggulan yang menghasilkan bukan hanya publikasi ilmiah, melainkan juga tenaga ahli berkualifikasi doktor dan inovasi yang dipatenkan.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemristek dan Dikti Kemal Prihatman menyebutkan, dari 45 PUI yang dibina, tahun lalu telah dihasilkan, antara lain, 291 publikasi di jurnal nasional terakreditasi, 149 publikasi di jurnal internasional, 33 doktor, dan 40 paten. Selain itu, terjalin 196 kerja sama riset di tingkat nasional dan internasional serta 128 kontrak bisnis dengan industri. (YUN)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Februari 2017, di halaman 14 dengan judul “Pembangunan STP Tak Penuhi Target”.

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB