Metrologi, Alat Ukur Terkait Daya Saing Global

- Editor

Kamis, 21 Mei 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat ukur memengaruhi kualitas produk dan daya saing sebuah negara. Untuk itu, alat ukur yang dimanfaatkan di berbagai bidang perlu dikalibrasi berkala.

Di Indonesia, transaksi perdagangan yang terkait pengukuran mencapai Rp 9.084 triliun per tahun. “Metrologi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo dalam Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi Ke-41, Selasa (19/5), di Jakarta. Kegiatan digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bertepatan dengan Hari Metrologi Dunia 2015.

Mekanisme pengukuran diatur Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Di sana, pengukuran meliputi alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aktivitas ekspor-impor, hasil timbangan komoditas saat dikirim dan diterima haruslah sama. Jika ada selisih antara hasil timbangan saat pengiriman dan penerimaan, keluhan bisa berdampak panjang.

“Jika terjadi, Indonesia bisa dianggap tidak jujur dan memperburuk citra bangsa. Oleh karena itu, alat timbang harus dipastikan bagus,” kata Widodo.

Pengujian-timbangan-elektronik-di-kantor-UPTD-Metrologi-LegalSaat ini, Indonesia telah menandatangani perjanjian internasional konvensi meter untuk menyeragamkan satuan ukuran timbangan. Dengan begitu, berat barang di Indonesia harus sama saat ditimbang di luar negeri.

Anggota Dewan Energi Nasional, Syamsir Abduh, menyatakan, di bidang energi, ketidaktepatan pengukuran dapat merugikan negara. Kekeliruan mengukur berdampak pada kompensasi finansial.

Kepala Pusat Penelitian Metrologi LIPI Mego Pinandito mengatakan, peningkatan infrastruktur metrologi nasional erat kaitannya dengan perbaikan mutu dan inovasi produk. LIPI sebagai pelaksana fungsi lembaga metrologi nasional berkomitmen menjamin pengukuran yang dapat ditelusuri.

Dalam konteks pasar bebas, persaingan produk global terkait mutu produk dari sebuah negara yang setara dengan negara lain. Hal itu, di antaranya, terkait dengan pengukuran. (B04)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul “Alat Ukur Terkait Daya Saing Global”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB