Mengenal Bard, Chatbot AI Baru Bikinan Google Pesaing ChatGPT

- Editor

Selasa, 14 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google baru saja mengumumkan kehadiran layanan baru bernama “Bard”. Pengumuman Google Bard disampaikan langsung oleh Sundar Pichai, CEO dari raksasa teknologi asal California tersebut.

Dalam pengumuman di blog resmi Google, dengan dirancang dari teknologi artificial intelligence (AI) pemodelan bahasa (language model) Google, Pichai mengatakan bahwa Bard dapat memberikan tanggapan yang segar dan berkualitas tinggi atas sebuah informasi.

“Bard berusaha untuk menggabungkan informasi atau pengetahuan dengan kekuatan, kecerdasan, dan kreativitas dari pemodelan bahasa yang besar milik kami (Google). Bard mendapatkan informasi pada internet untuk menyediakan tanggapan yang segar dan berkualitas tinggi”, kata Pichai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bard digadang dapat membantu pengguna untuk menyimpulkan informasi yang tersedia di internet. Sebagai layanan yang dirancang dari AI pemodelan bahasa, lantas apa itu Bard? Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan mengenai Google Bard.

Apa itu Bard?
Sebagaimana sempat disinggung di atas, sederhananya, Bard adalah layanan language model AI yang dibuat oleh Google. Language model sendiri merupakan mesin pembelajaran yang dapat menyajikan prediksi kata dengan menganalisis teks dalam sebuah data.

Supaya bisa menyajikan prediksi, languange model dilatih dengan berbagai data teks. Prediksi tersebut menjadi tanggapan (respons) atau output dari data teks yang diinput pengguna pada language model.

Misalnya, ketika pengguna memasukkan data teks seperti ini “saya ingin makan siang” maka language model bisa memberikan tanggapan berupa “saya ingin makan siang dengan tahu” atau “saya ingin makan siang dengan tempe”.

Itu hanya sekadar contoh. Di Bard, responsnya tidak sesederhana contoh tersebut. Bard dirancang dari language model AI yang sudah diumumkan dan dikembangkan Google sejak bertahun-tahun lalu, yaitu Language Model for Dialogue Applications (LaMDA).

Dengan LaMDA, Bard sejatinya telah dikembangkan sejak dua tahun lalu sebagai generasi penerus layanan bahasa dan percakapan AI. Seperti nama pemodelan bahasanya, Bard dirancang untuk memberikan respons seperti orang yang melakukan percakapan (dialog).

Pada pengumuman di blog Google, terdapat gambaran mengenai cara Bard beroperasi. Melalui gambaran tersebut, Bard tampaknya bakal disematkan di bagian bar pencarian Google Search pada kolom bertajuk “What’s on your mind?”

Melalui kolom pencarian ini, pengguna bisa memasukkan pertanyaan atau informasi yang hendak mereka ketahui. Kemudian, Bard bakal menampilkan jawaban dengan bahasa lebih luwes seperti orang yang sedang melakukan percakapan biasa.

Menurut Pichai, Bard nantinya bisa digunakan untuk berbagai hal seperti merencanakan suatu acara, membandingkan film, mencari resep makan siang, penemuan-penemuan baru dari lembaga ilmu pengetahuan internasional, dan masih banyak lagi.

Sebelum Bard diumumkan
Bard, language model AI dalam bentuk percakapan ini secara pengoperasian bisa dibilang mirip dengan layanan chatbot AI dari OpenAI, yaitu ChatGPT, yang sudah cukup populer sejak sekitar akhir tahun lalu.

Pengumuman Bard ini tampaknya menjadi semacam jawaban ke publik bahwa Google mampu membuat chatbot AI untuk menyaingi ChatGPT. Pasalnya, setelah ChatGPT dirilis secara umum, banyak pihak yang menyebut layanan itu bakal membunuh Google Search.

Sebelumnya, CEO Google Sundar Pichai sempat dilaporkan megeluarkan “kode merah” seputar peluncuran produk berbasis AI di Google. Kemungkinan kode merah itu menjadi pertanda bahwa produk AI milik Google harus segera diluncurkan ke publik.

Pichai juga dilaporkan memberikan “lampu hijau” untuk mempersingkat proses penilaian dan mengurangi potensi bahaya dari teknologi AI miliknya.

Pichai juga mulai melakukan rotasi dan perombakan besar pada banyak tim di Google untuk menanggapi ancaman ChatGPT. Bahkan, bos Google itu juga meminta arahan dari Larry Page dan Sergey Brin terkait strateginya menghadapi ancaman semacam ChatGPT.

Larry Page dan Sergey Brin sendiri kabarnya mengadakan beberapa pertemuan dengan para eksekutif Google pada Desember tahun lalu guna menyusun strategi AI dan menyetujui rencana untuk melibatkan lebih banyak fitur chatbot ke mesin pencarian Google.

Dengan diumumkannya Bard, ini berarti Google siap untuk bersaing dengan ChatGPT dari OpenAI pada layanan language model AI dalam bentuk percakapan. Namun, meski Bard telah diumumkan, layanan ini belum bisa digunakan oleh publik secara umum.

Layanan Google tersebut masih dalam tahap pengujian supaya lancar ketika digunakan publik secara umum. Google berjanji akan membuat Bard tersedia untuk digunakan publik secara umum pada beberapa minggu ke depan.

Penulis : Zulfikar Hardiansyah
Editor : Zulfikar Hardiansyah

Sumber: Kompas.com – 07/02/2023

 

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 48 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB