Home / Berita / Meneg Ristek Dukung Esemka Jadi Mobnas

Meneg Ristek Dukung Esemka Jadi Mobnas

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Meneg Ristek), Gusti Muhammad Hatta, mengatakan bahwa hadirnya mobil buatan siswa-siswa SMK Surakarta, Kiat Esemka, merupakan momentum bangkitnya industri mobil nasional. Meneg Ristek meyakini bahwa bibit-bibit baru generasi ‘Technopreneurship’ Indonesia akan bertambah banyak lagi.

“Saya sangat bangga dengan prestasi siswa-siswa SMK tersebut. Saya sangat mendukung mobil itu bisa menjadi mobil nasional. Saya yakin kabar gembira tentang mobil Esemka dapat membuktikan bahwa kita memiliki potensi ‘technopreneurship’ yang luar biasa, bahkan dari usia yang sangat dini sekalipun,” tegas Gusti.

Gusti menambahkan bahwa bangsa Indonesia sebenarnya juga bisa mempopulerkan produk-produk berteknologi tinggi yang ramah lingkungan, seperti mobil Esemka, GEA, pesawat dan motor. “Tidak menutup kemungkinan generasi muda kita juga nantinya bisa melahirkan produk teknologi ramah lingkungan yang lain, seperti motor dan pesawat,” ujarnya.

Selama ini Kementerian bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah mengembangkan teknologi yang dipersiapkan untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri. “BTTP sudah bikin bus angkut karyawan yang ramah lingkungan, kami sudah beli itu, dan teknologi yang ramah lingkungan banyak lagi yang akan dikembangkan,” paparnya.

Teknologi lain yang nantinya akan dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri yakni Pesawat N 219. “Kami siapkan tenaga ahlinya agar teknologi mobil Kiat Esemka terus dikembangkan. Selain lebih canggih juga harus ramah lingkungan,” tandasnya.

Kandungan komponen lokal mobil Kiat Esemka sebanyak 80 persen dan sisanya masih impor. Mobil yang termasuk jenis Sport Utility Vehicle (SUV) ini bermesin bensin dan memiliki kapasitas 1.500 cc dengan empat silinder plus sistem bahan bakar injeksi. Mesinnya merupakan produksi industri otomotif Korea, KIA. Mesin ini mampu memproduksi 105 tenaga kuda pada putaran mesin 5.500 rpm.

Respon masyarakat sangat baik, terbukti pesanan yang masuk sudah ratusan unit dalam waktu kurang dari sepekan. “Insya Allah kalau ada rejeki lebih saya juga akan memesan mobil itu,” tutup Gusti. (kpl/prl/bun)

Oleh Editor KapanLagi.com, Otomotif | Kapanlagi – Sen, 9 Jan 2012
—————
Dukungan untuk Mobil Esemka Terus Mengalir

Kegagalan Esemka dalam uji emisi di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) tidak menyurutkan kebanggaan terhadap mobil hasil karya siswa sekolah menengah kejuruan tersebut. Dukungan bagi Esemka terus bermunculan.

Seperti yang ditunjukkan sekitar 50 warga dari Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan. Berjalan kaki dari Jayengan menuju rumah dinas Wali Kota Surakarta di Jalan Slamet Riyadi, puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak membawa kertas karton bertulisan dukungan untuk Esemka.

Dukungan itu seperti “Kami mendukung mobil Esemka jadi mobil nasional”, “Tak lolos uji emisi=lunturnya nasionalisme bangsa”, “Besar nanti ingin masuk SMK”, dan “Jika kita sendiri tidak menghargai karya anak bangsa, selamanya akan jadi bangsa yang diperbudak”.

Salah seorang warga, Suryadi, mengatakan aksi di atas adalah spontanitas warga untuk mendukung Esemka. “Kami ingin memberi semangat agar Esemka bisa jadi mobil nasional,” katanya kepada wartawan, Ahad, 4 Maret 2012.

Dia mengatakan kegagalan Esemka dalam uji emisi merupakan kesempatan untuk menyempurnakan produk. Jadi, ketika nantinya diproduksi massal tidak mengecewakan penggunanya. “Kami berharap pada uji emisi berikutnya Esemka bisa lolos dan segera diproduksi massal,” ujarnya. Tak hanya memberi kebanggaan, produksi massal yang dipusatkan di Surakarta akan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Warga lainnya, Arum Retnaningsari, mendukung sepenuhnya pengembangan mobil Esemka. Terlebih anaknya bersekolah di sebuah sekolah menengah kejuruan di Surakarta. “Mobil Esemka membuktikan bahwa siswa SMK mampu berkarya. Dan itu membanggakan orang tua seperti saya,” katanya.

Arum menilai bangsa Indonesia tidak perlu minder karena terbukti bisa membuat mobil sendiri. Secara kualitas pun dia menganggap tidak kalah dengan mobil impor. “Pokoknya Esemka maju terus,” ujarnya lantang.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo menyambut aksi dukungan Esemka tersebut. Dia mengatakan dukungan di atas sebagai wujud rasa memiliki warga atas mobil Esemka. “Mobil Esemka tidak sekadar soal membuat mobil. Tapi ini tentang rasa memiliki dan bangga memakai produk bangsa sendiri,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Tempo.co, Minggu, 04 Maret 2012 | 14:29 WIB
————–
Amerika Tawarkan Transfer Teknologi Esemka

Wakil Duta Besar Amerika Serikat DCM Theodore Osius mengapresiasi mobil Esemka karya siswa sekolah menengah kejuruan, serta dimungkinkan kerja sama dengan pabrikan otomotif asal Amerika.

“Sangat mungkin terjadi transfer teknologi dengan perusahaan Amerika,” katanya saat kunjungan ke Malang, Senin, 5 Maret 2012.

Menurut dia, para siswa telah berinovasi dan berwirausaha sejak usia dini, serta ditunjang kepedulian Wali Kota Solo Joko Widodo dalam mempromosikannya. Hal ini merupakan peluang belajar teknologi otomotif di Negeri Abang Sam.

Kerja sama di bidang manufaktur telah dimulai oleh General Electric dan Boeing yang berinvestasi di Indonesia. Tak hanya membuka peluang usaha, perusahaan tersebut juga melakukan transfer teknologi dan bisnis. “Hubungan bisnis kita juga bagus,” katanya.

Selain di bidang manufaktur, bidang teknologi informasi juga dibuktikan dengan Google yang berinvestasi di Indonesia. Indonesia, katanya, memiliki keunikan dengan sumber daya manusia yang besar serta jaringan teknologi informasi yang terbuka luas.

Theodore Osius bersama rombongan mengunjungi SMA Negeri 10 Malang dan Universitas Brawijaya Malang. Ia mengaku kagum dengan semangat dan inovasi siswa dan pemuda di Malang. Untuk itu, tengah dijajaki kerja sama antar-perguruan tinggi dan sekolah di Amerika.

EKO WIDIANTO
Tempo.co, Senin, 05 Maret 2012 | 14:52 WIB
—————-
Biaya Uji Emisi Esemka Rp 12 Juta

Biaya uji emisi Esemka di Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi (BTMP) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mencapai Rp 12 juta untuk sekali uji emisi.

Wali Kota Surakarta Joko Widodo menyatakan siap membayar biaya uji emisi di atas. “Kalau memang harus bayar, ya akan kami bayar Rp 12 juta,” ujarnya, Senin, 5 Maret 2012.

Sosok yang akrab disapa Jokowi ini mengusulkan semestinya uji emisi Esemka digratiskan. Sebab Esemka merupakan produksi nasional, sehingga perlu mendapat perlakuan khusus. Pembebasan biaya merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada Esemka. “Kalau menurut saya sebaiknya memang tidak membayar,” ujarnya.

Mengenai asal uang untuk membayar uji emisi, dia memastikan bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Surakarta. Uang itu berasal dari kas perusahaan PT Solo Manufaktur Kreasi. “Bukan uang APBD dan bukan uang pribadi. Tapi uang perusahaan,” kata Jokowi menegaskan.

Menurutnya sejak awal Esemka memang disiapkan untuk industri, sehingga sudah memiliki dana operasional pengembangan Esemka, termasuk untuk keperluan membayar biaya uji emisi.

UKKY PRIMARTANTYO

Tempo.co, Senin, 05 Maret 2012 | 14:57 WIB
————–
Esemka Jokowi Gagal Lolos Uji Emisi

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, belum bisa mengeluarkan Sertifikat Uji Tipe Kiat Esemka. Pasalnya, emisi kendaraan andalan Wali Kota Surakarta tersebut di atas ambang batas. “Emisi berada di atas standar yang ditetapkan Kementerian Lingkungan,” kata Bambang saat ditemui di kantornya, Kamis, 1 Maret 2012.

Hasil perolehan emisi Esemka, yakni kandungan karbon monoksida sebesar 11,63 gram/kilometer, dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/kilometer. Standarnya, kandungan karbon monoksida hanya lima gram/kilometer, HC+NOx 0,70 gram/kilometer.

Bambang mengatakan, peluang Esemka lolos masih terbuka lebar. Ia menyarankan perbaikan dilakukan supaya emisi gas buang sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2009 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Untuk Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Rajawali Esemka menjalani uji kelaikan di Balai Thermodinamika dan Propulsi. Hasilnya, hasil uji melewati ambang batas standar.

MUHAMAD RIZKI

Tempo.co, Kamis, 01 Maret 2012 | 13:53 WIB
——————
Ini Kelemahan Esemka Versi Tim Uji Emisi

Kementerian Perhubungan menyatakan jika sertifikat uji tipe untuk Esemka dari Surakarta belum biasa dikeluarkan. Mobil itu gagal dalam uji emisi yang dilakukan pada Senin kemarin.

Hasil perolehan emisi Esemka yakni, kandungan karbon monoksida sebesar 11,63 gram/kilometer, dan HC+NOx sebesar2,69 gram/kilometer. Standarnya, kandungan karbon monoksida hanya lima gram/kilometer, HC+NOx 0,70 gram/kilometer.

“Kami akan membawa mobil itu kembali ke Serpong untuk uji emisi,” kata Dwi Budhi Martono, pengajar otomotif di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Surakarta. Dia termasuk guru yang dilibatkan untuk membimbing para siswa untuk merakit kendaraan tersebut.

Hasil uji emisi tersebut bisa menjadi salah satu diagnosa. “Bagian apa yang perlu diperbaiki atau ditambah akan kelihatan,” katanya. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah menambah peralatan catalytic converter di saluran gas buang.

Catalytic converter bertugas untuk memecah karbon yang dihasilkan dari pembakaran. Peralatan tersebut juga akan mengoksidasi gas buang sehingga emisinya bisa tereduksi. “Semua kendaraan baru sudah menggunakan peralatan tersebut,” kata pria yang akrab dipanggil Totok itu.

Menurutnya, selama ini catalytic converter belum dipasang lantaran harganya yang cukup mahal. “Satu unitnya mencapai Rp 12 juta,” kata Totok. Namun dengan hasil uji emisi tersebut, mau tidak mau mereka harus memasang peralatan tersebut. Sebab, emisi gas buang yang dihasilkan bisa turun hingga 50 persen.

Untuk membuat semakin sempurna, perangkat electronic control unit (ECU) juga harus diganti dengan keluaran terbaru. “Namun saya tidak hafal berapa harganya,” kata Totok.

Terpisah, salah satu perancang Esemka, Sukiat juga mengakui jika peralatan catalytic converter memang belum terpasang. “Harganya mahal,” katanya. Pemasangan peralatan tersebut akan berimbas pada harga jual mobil Esemka.

AHMAD RAFIQ
Tempo.co, Jum’at, 02 Maret 2012 | 06:38 WIB
————-
Mesin Esemka Segera Dibedah

Tim dari PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) akan segera membedah mesin mobil Esemka. Bongkar total itu dilakukan untuk mencari kekurangan yang menyebabkan mobil itu tidak lulus uji emisi.

“Dalam pembongkaran total itu, setidaknya ada empat bagian yang akan kami periksa,” kata Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi Sulistyo Rabono, Sabtu, 3 Maret 2012. Selain dapur pacu sebagai bagian paling penting, mereka akan memeriksa bagian bearing atau laher, bak persneling, dan electronic control unit (ECU).

Sejauh ini, sistem catalystic converter dianggap sebagai penyebab utama masih tingginya polusi yang dihasilkan. Catalystic converter merupakan alat yang dipasang di saluran gas buang untuk memecah zat karbon. “Namun itu baru dugaan sementara. Untuk kepastiannya, mesin harus diaudit,” kata Sulistyo.

Sulistyo menyebutkan uji coba dengan mengendarai kendaraan tersebut selama mengikuti proses uji emisi akan mempermudah pemeriksaan. Sebab bagian-bagian yang belum sempurna akan terlihat lebih jelas. “Misalnya dengan memeriksa hasil gesekan piston, persneling, dan lainnya,” kata Sulistyo.

Proses pembongkaran mesin itu akan dilakukan oleh tim engine yang dimiliki. Rencananya, pembongkaran akan mulai dilakukan pada Senin, 5 Maret 2012. Proses pembongkaran hingga pemasangan kembali itu diperkirakan bakal memakan waktu hingga dua pekan.

Sedangkan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo meminta agar Esemka segera menjalani uji emisi lagi setelah perbaikan dilakukan. “Lebih cepat lebih baik,” katanya. Dia yakin tim Esemka segera dapat menemukan penyebab ketidaklulusan Esemka dalam uji emisi.

AHMAD RAFIQ

Tempo.co, Sabtu, 03 Maret 2012 | 16:05 WIB
—————-
Kemenristek Tawarkan Fasilitas Riset untuk Esemka

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) membuka pintu selebar-lebarnya bagi Pemkot Surakarta untuk bekerja sama dalam pengembangan mobil Esemka. Bahkan, Kemenristek menawarkan fasilitas, anggaran dan peneliti untuk mengembangkan mobil Esemka berkembang lebih baik lagi.

Asisten Deputi Iptek Industri Besar, Kemenristek, Edie Prihantoro menyampaikan kekecewanya karena lembaganya tidak dilibatkan dalam pengembangan industri mobil Esemka. Padahal, lanjut dia, hal tersebut sangat berkaitan erat dengan bidang riset keilmuan dan pengembangan teknologi.

“Saya sempat kecewa karena tidak terlibat dari awal pengembangan Esemka ini. Padahal Kemenristek punya anggaran, fasilitas dan ahli untuk melakukan riset bagi Esmka. Untuk kepentingan risetada anggaran stimulan Peningkatan Kapasitas Peneliti (PKP) sebesar Rp 200 juta untuk setiap penelitan ristek. Dana tersebut hanya bersifat stimulan dan bisa dimanfaatkan oleh setiap ilmuan dalam mengembangkan penelitiannya,” tuturnya kepada wartawan usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Peran Lembaga Litbang dalam Bidang Industri.

Walaupun terbilang terlambat, namun pihaknya tidak lantas kecil hati. Kemenristek bersama Solo Technopark (STP) dan PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) telah melakukan pertemuan untuk mengetahui permasalahan dalam pengembangan Esemka.

Ia berjanji akan memberi dukungan kepada PT SMK dan STP dalam bidang riset dan teknologi, dan membantu Esemka dalam menjalani uji emisi. Melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) diharapkan Esemka bisa dinyatakan lulus uji emisi.
( Budi Sarmun S / CN26 / JBSM )

Sumber: Suara Merdeka, 06 April 2012 | 16:22 wib
———–
Menristek Terkesan Mobil Esemka

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhammad Hatta, mengaku terkesan dengan penciptaan Mobil Esemka Rajawali. Menurut Gusti, mobil yang merupakan karya cipta anak-anak bangsa ini wajib dipromosikan.

Kemenristek, kata Gusti, akan ikut membantu mempromosikan mobil yang populer setelah dipakai Walikota Solo, Jokowi, tersebut. “Akan saya bicarakan dulu dengan jajaran kementerian. Mudah-mudahan bulan ini juga kami bisa bantu promosikan,” kata Gusti saat menghadiri acara di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Kamis (5/8).

Gusti mengaku belum memahami detail teknologi Mobil Esemka. Namun ia akan mengusahakan agar mobil tersebut bisa dipasarkan. Ia bahkan mengaku tertarik menggunakan mobil tersebut sepeti halnya Jokowi.

Gusti tidak menampik jika mobil buatan siswa SMK Rajawali tersebut memiliki beberapa kekurangan. Namun, hal tersebut tidak membuat Esemka disebut murahan. Ia juga berjanji akan membantu menutupi kelemahan-kelemahan mobil tersebut. “Kita kan punya audit teknologi. Kualitas teknologi mobil tersebut pasti bisa ditingkatkan lagi,” ujar Gusti.

Saat ini, beberapa kendaraan ciptaan anak-anak bangsa juga mendapatkan perhatian dari Kemenristek, salah satunya adalah bus ciptaan BPPT. Sebagai mantan menteri lingkungan hidup, Gusti juga berharap munculnya inovasi kendaraan ramah lingkungan. “Karya anak-anak muda yang bermanfaat bagi bangsa seperti itu harus kita puji. Supaya mereka semakin terampil dan semakin semangat berinovasi,” katanya.

Republika, Kamis, 05 Januari 2012, 14:24 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: