Mangrove untuk Hayati

- Editor

Rabu, 12 Desember 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CATATAN IPTEK
Suatu siang di awal Desember, deretan Egretta garzetta—di Indonesia dikenal sebagai burung kuntul kecil—berdiri di sepanjang pesisir pantai Surabaya. Sebagian lain bertengger di hutan mangrove yang menghijau di pinggir sungai. Mereka langsung terbang begitu perahu melintas. Sesekali ikan glodok dari keluarga Gobiidae melintas di permukaan sungai, melompat-lompat di lumpur yang muncul saat surut.

Seminggu sebelumnya, kawanan burung besar kecil melintasi pesisir Bangkalan, Madura. Menjelang petang, mereka pulang ke area konservasi mangrove yang jadi sarangnya. Sore itu, hutan mangrove yang menghijau dipenuhi titik-titik putih. Sebagian sesekali terbang untuk berpindah sarang di pohon sebelahnya.

Konservasi mangrove memang menjadi andalan banyak perusahaan peserta Proper yang wilayah operasinya mencakup kawasan pesisir. Singkatan dari Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan, Proper adalah instrumen kebijakan lingkungan untuk mendorong perusahaan agar taat aturan, sekaligus melaksanakan bisnis secara beretika dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berawal dari Program Kali Bersih (Prokasih) yang berlangsung tahun 1995-1997, Proper signifikan meningkatkan ketaatan perusahaan dalam menjaga lingkungan. Untuk mendapatkan peringkat biru, yang berarti proses produksi berlangsung sesuai persyaratan, perusahaan wajib mengendalikan pencemaran air, mengelola limbah beracun dan berbahaya, serta konsisten menerapkan analisis mengenai dampak lingkungan.

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI–Nipah merupakan bagian tidak terpisahhkan dari hutan mangrove. Di perakaran mangrove merupakan tempat ikan, udang dan kepiting berbiak. Banyak orang memancaing di hutan mangrove karena banyak ikannya.

Namun, untuk mendapatkan peringkat hijau, berarti mengelola lingkungan melebihi persyaratan, dan emas yang berarti jauh di atas persyaratan karena mengelola lingkungan hayati dan sosial.

Perusahaan tidak hanya dituntut efisien dalam membangun proses produksi yang ramah lingkungan, tetapi juga mampu menularkan keahlian sekaligus membantu masyarakat sekitar perusahaan untuk mandiri.

Tarsoen Waryono dalam Diskusi Panel Program Studi Biologi Konservasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok, tahun 2000, menyebut mangrove sebagai ekosistem peralihan darat dan laut, memiliki banyak fungsi. Selain mencegah abrasi dan infiltrasi air laut, ekosistem mangrove merupakan nursery ground dan feeding ground—tempat berkembang biak dan mencari makan—berbagai jenis krustasea, ikan, burung, biawak, ular, dan lainnya.

Kondisi mangrove sangat tergantung pada manusia. Sebagai ekosistem yang dipengaruhi daya dukung biogeografi dan hidrodinamika setempat, menanam mangrove tidaklah mudah. Mangrove harus dijaga dan dikembangkan karena, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2017), meski Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas dan dengan keragaman hayati tertinggi dunia, lebih dari separuh rusak.

Dengan panjang garis pantai 95.181 kilometer, ekosistem mangrove Indonesia mencapai 3.489.140,68 hektar atau 23 persen ekosistem mangrove dunia. Dari jumlah itu, 1.817.999,93 hektar dalam kondisi rusak. Maka di titik inilah perusahaan berperan meningkatkan partisipasi masyarakat agar membantu pemerintah merehabilitasi ekosistem mangrove.

Di pelbagai wilayah, ekosistem mangrove yang baik terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Inilah yang perlu dikobarkan agar gairah menanam mangrove terjaga.–AGNES ARISTIARINI

Sumber: Kompas, 12 Desember 2018

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Ketika Ijazah Analog Diperdebatkan di Dunia Digital
Terkubur untuk Hidup
Berita ini 24 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB