Home / Berita / Mandi Air Hangat Buat Tidur Lebih Nyenyak

Mandi Air Hangat Buat Tidur Lebih Nyenyak

Mandi air hangat sebelum tidur sering direkomendasikan sebagai cara sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan, mandi air hangat dengan suhu 40 – 42,5 derajat Celcius satu sampai dua jam sebelum tidur meningkatkan kualitas tidur.

AFP–Seorang pria tidur di tepi jalan di Shanghai, China, 25 Juli 2012. Penelitian menunjukkan, mandi air hangat satu – dua jam sebelum tidur, meningkatkan kualitas tidur.

Penelitian itu berjudul “Pemanasan Tubuh Pasif Sebelum Tidur dengan Mandi Air Hangat untuk Meningkatkan Kualitas Tidur: Ulasan Sistematis dan Meta-Analisis”. Hasil penelitian dimuat dalam jurnal Sleep Medicine Review edisi Agustus 2019 yang juga dipublikasikan Science Daily 19 Juli 2019. Penelitian dilakukan tim ilmuwan Universitas Texas dan Universitas California Selatan, Amerika Serikat.

Dalam jurnal disebutkan, tim peneliti mencari artikel di PubMed, CINAHL, Cochran, Medline, PsycInfo, dan database Web of Science. Mereka mengumpulkan informasi terkait dari publikasi yang memenuhi kriteria untuk mengeksplorasi efek pemanasan tubuh pasif berbasis air pada dimulainya tidur, bangun setelah tidur, waktu tidur total, efisiensi tidur, tidur gelombang lambat, dan kualitas tidur subyektif.

Pencarian menghasilkan 5.322 artikel kandidat, yang 17 artikel di antaranya memenuhi kriteria, dengan 13 artikel menyediakan data kuantitatif yang sebanding untuk meta-analisis.

Hasil kajian itu menunjukkan, efek pemanasan tubuh pasif berbasis air dengan mandi air bersuhu 40-42,5 ° C berkaitan dengan peningkatan kualitas tidur dan efisiensi tidur. Ketika mandi air hangat dijadwalkan 1-2 jam sebelum waktu tidur selama 10 menit menghasilkan pemendekan dimulainya tidur yang signifikan.

Temuan ini konsisten dengan mekanisme efek pemanasan tubuh pasif berbasis air terhadap tingkat penurunan suhu tubuh inti. Penurunan suhu tubuh inti itu dicapai oleh peningkatan aliran darah ke telapak tangan dan telapak kaki yang menambah suhu kulit sehingga meningkatkan pembuangan panas tubuh.

“Ketika kami melihat melalui semua studi yang diketahui, kami melihat perbedaan yang signifikan dalam hal pendekatan dan temuan. Satu-satunya cara untuk membuat penentuan yang akurat apakah tidur sebenarnya dapat ditingkatkan adalah dengan menggabungkan semua data masa lalu dan melihatnya melalui lensa baru,” kata Shahab Haghayegh, dari Departemen Teknik Biomedis Universitas Texas.

Banyak ilmu pengetahuan untuk mendukung hubungan antara pemanasan tubuh berbasis air dan peningkatan kualitas tidur . Sebagai contoh, dipahami bahwa tidur dan suhu inti tubuh diatur oleh jam sirkadian yang terletak di dalam hipotalamus otak yang menggerakkan pola 24 jam dari banyak proses biologis, termasuk tidur dan terjaga.

Mandi telah lama dikaitkan tidak hanya dengan kebersihan dan pemurnian spiritual, tetapi juga rehabilitasi kesehatan. Selama era Homerik 1200 hingga 800 SM mandi dipandang secara eksklusif sebagai langkah higienis. Hippocrates (460–370 SM) mempromosikan mandi sebagai upaya kesehatan dan terapi. Orang Romawi juga menganggapnya sebagai tindakan kuratif, di samping untuk santai dan menyenangkan.

KOMPAS–Warga desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Nusa Tengagra Barat, melakukan ritual pemandian suci di mata air panas sekitar kaldera Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu. Mandi air hangat terbukti menyehatkan tubuh.

Selama abad ke-16, mandi, terutama di mata air panas, dilakukan untuk penyembuhan. Mulai abad ke-19, muncul spa yang mengkhususkan diri dalam mandi air panas dan dingin menjadi popular sebagai obat berbagai penyakit. Umumnya dikombinasikan dengan paket lumpur, latihan fisik, pijat, dan makanan khusus.

Dalam perkembangannya, penelitian banyak dilakukan untuk mencari manfaat air hangat terhadap kesehatan, seperti yang dilakukan Universitas Katolik Korea di Korea Selatan tahun 2016. Penelitian berjudul “Efek Cuci Kaki pada Tidur di Antara Orang Dewasa Tua Di Panti Jompo: Sebuah Studi Kuasi-Eksperimental”, yang dimuat dalam jurnal Complementary Therapies on Medicine 26 Juni 2016.

Penelitian itu bertujuan menguji efek jangka panjang dari terapi mandi kaki, menggunakan suhu air yang berbeda, pada kualitas tidur orang dewasa yang tinggal di panti jompo. Sebanyak 30 peserta direkrut dari panti jompo di Provinsi Gyeong-gi, Korea Selatan. Terapi mandi kaki dilakukan selama 30 menit setiap hari selama empat minggu. Air pada 40 ° C digunakan untuk kelompok eksperimen, sedangkan air pada 36,5 ° C digunakan untuk kelompok plasebo. Kelompok kontrol tidak menerima intervensi apa pun.

“Kesimpulannya, sesi terapi mandi kaki setiap hari selama 30 menit dengan air pada suhu 40 ° C efektif dalam meningkatkan kualitas tidur untuk orang tua. Terapi ini lebih efektif untuk peserta dengan kualitas tidur yang buruk pada penilaian awal dibandingkan dengan kualitas tidur yang relatif baik,” tulis Sohng KY, peneliti dari Universitas Katolik Korea dalam kesimpulannya.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 20 Juli 2019

Share
x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: