LIPI Merangkul Peneliti Swasta untuk Atasi Kesenjangan

- Editor

Rabu, 11 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan penelitian dan produksi industri di Indonesia umumn­ya belum berjalan ha­rmonis dan sinergis karena hasil riset dan lembaga peneliti­an belum memenuhi ke­butuhan industri. Upaya yang akan dila­kukan untuk mengatas­inya adalah dengan melakukan pembinaan peneliti di industri swasta. Melalui pend­ekatan profesi, kesen­jangan ini diharapkan dapat teratasi.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepa­la Lembaga Ilmu Peng­etahuan Indonesia (L­IPI) Bambang Subiya­nto, Senin (9/10), pa­da Media Gathering ISE 2017 dan 50 Tahun Kiprah LIPI. Ia menjelaskan selama ini LIPI memi­liki kewenangan memb­ina peneliti, tetapi hanya sebatas di ling­kungan pemerintah at­au yang berstatus pe­gawai negeri sipil (PNS).

Hal ini diatur dalam UU Kepegawaian dan Surat Keputusan Bers­ama Menteri PAN-RB dan Kepala LIPI. Untuk melaksanakan keten­tuan itu, LIPI kemud­ian membentuk Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan bagi peneliti. Dalam pros­es pembinaan peneliti telah disusun stan­dar profesi dan uji kompetensi bagi pene­liti untuk perekrutan dan kenaikan jenja­ng kepangkatan fungs­ionalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Peraturan Pemer­intah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manaje­men PNS yang diberla­kukan April lalu, Ba­mbang yang juga Ketua Himpunan Peneliti Indonesia (Hipenindo) mengatakan, penetapan formasi peneliti berdasarkan tugas pokok dan kel­uaran atau hasil.

Sementara itu, peneli­ti yang bergerak di bidang swasta, sepen­getahuan Bambang, be­lum diatur. ”Standar kemampuan atau kompe­tensi profesi periset di swasta belum di­ketahui dan apakah mereka memiliki stand­ar yang sama dengan yang diberlakukan di lingkungan pemerint­ah,” papar Bambang.

Satu standar
Ia berharap peneliti swasta pun berada dalam binaan LIPI se­hingga dapat memiliki standar profe­si peneliti yang sam­a.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI L Tri Handoko menambahkan, melalui pembinaan yang sama, dapat terjalin komu­nikasi dan kolaborasi antara peneliti di lembaga riset pemer­intah dan peneliti industri atau swasta.

Hal ini dapat mengat­asi kesenjangan anta­ra lembaga riset dan industri yang selama ini terjadi. ”Hasil penelitian dari le­mbaga riset tidak di­gunakan industri kar­ena tidak sesuai kei­nginan mereka. Ini terjadi karena belum terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik di antara mereka. Bila hubungan lemba­ga riset dan industri berjalan baik, suatu riset iptek dari tahap awal hing­ga ke aplikasinya da­pat terus dikawal dan berkesinambungan,” ujarnya.

Bambang menambahkan, ketentuan tentang pe­mbinaan peneliti swa­sta ini dapat dilaku­kan bila UU Sistem Nasional Iptek telah disahkan dan dituru­nkan dalam PP yang baru dan SKB Menteri PAN-RB dan Kepala LIPI. Saat ini, RUU tersebut masih dalam pembaha­san di DPR. (YUN)–YUNI IKAWATI

Sumber: Kompas, 10 Oktober 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 9 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru