Layanan Kesehatan Reproduksi Masih Terabaikan

- Editor

Selasa, 8 Desember 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanganan bencana di Indonesia dinilai mengabaikan kebutuhan perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi. Hal itu menimbulkan masalah pada kehamilan, penularan penyakit, dan kekerasan seksual terhadap perempuan korban bencana.

“Dalam situasi bencana, kebutuhan perempuan akan layanan kesehatan reproduksi kerap terlupakan. Padahal, dalam situasi apa pun, kebutuhan itu seharusnya dipenuhi,” kata Wakil Kepala Perwakilan Dana Kependudukan PBB (UNFPA) di Indonesia Martha Santoso Ismail di sela-sela peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2015, Senin (7/12), di Yogyakarta.

Menurut Martha, saat bencana, perempuan dan anak-anak paling rentan terdampak. Namun, dalam penanganan bencana, khususnya pada fase awal, kebutuhan perempuan terkait kesehatan reproduksi kerap diabaikan. Hal itu karena layanan kesehatan reproduksi dianggap bukan prioritas saat bencana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, saat layanan kesehatan reproduksi diabaikan, perempuan rentan terkena dampak negatif. Perempuan hamil, misalnya, tidak menerima layanan kesehatan optimal. Data UNFPA menyebutkan, saat gempa bumi melanda Padang, Sumatera Barat, pada 2009, ada ibu hamil dibawa dengan mobil bak terbuka, persalinan dilakukan di luar ruang dengan alat seadanya.

Sesudah letusan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2010, ada ibu terpaksa melahirkan di dalam mobil saat proses evakuasi warga. “Saat bencana, ibu hamil butuh layanan kesehatan reproduksi,” kata Martha.

Selain itu, pengabaian layanan kesehatan reproduksi memicu kekerasan berbasis jender. Pada kondisi tidak stabil saat bencana, perempuan kerap mengalami kekerasan karena status mereka dianggap lebih rendah daripada laki-laki. Setelah gempa Padang pada 2009, menurut UNFPA Indonesia, terjadi tiga kasus pemerkosaan di pengungsian.

Sementara Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan menyebutkan, setelah tsunami di Aceh pada 2004, terdapat empat kasus kekerasan seksual terhadap korban tsunami di pengungsian. Dampak buruk lain ialah penularan penyakit, termasuk infeksi menular seksual dan human immunodeficiency virus (HIV).

National Programme Officer on Humanitarian UNFPA di Indonesia Rosilawati Anggraini mengatakan, Kementerian Kesehatan dan UNFPA bekerja sama mengembangkan model penyediaan layanan kesehatan reproduksi pada situasi bencana. Layanan itu disebut Paket Pelayanan Awal Minimum Kesehatan Reproduksi. Program itu diadopsi dalam kebijakan pemerintah lewat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2013.

Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, kebutuhan perempuan dan anak harus diperhatikan dalam penanganan bencana. Pihaknya akan menerbitkan surat keputusan gubernur tentang layanan bagi perempuan dan anak pada situasi bencana. (HRS)
———————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Desember 2015, di halaman 14 dengan judul “Layanan Kesehatan Reproduksi Masih Terabaikan”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 19 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru