Home / Berita / Kultur Ilmiah di Undana Mati Suri

Kultur Ilmiah di Undana Mati Suri

Tahun ini, tepatnya pada 1 September, Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur, genap berusia 50 tahun. Usia emas itu diharapkan menjadi momentum melakukan refleksi mendalam demi tumbuhnya kultur ilmiah yang lebih sehat di lingkungan Undana.

“Kultur ilmiah di Undana mati suri. Sebagai perguruan tinggi terbesar di NTT, Undana seharusnya memiliki berbagai fasilitas pendukung yang menyehatkan kultur ilmiahnya,” tutur Dr Marsel Robot, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana, Sabtu (11/8/2012) di Kupang.

Ia menyebut sejumlah contoh. Di antaranya, Undana hingga kini belum didukung penerbit atau percetakan. Undana bahkan juga belum memiliki toko buku di dalam kompleksnya. Padahal sejumlah fasilitas itu sangat dibutuhkan demi tumbuhnya kultur ilmiah di lingkungan kampus.

“Saya tahu tidak sedikit kalangan dosen Undana yang berkemampuan menulis buku sesuai keahliannya. Namun potensi itu menjadi mati suri karena jika dimungkinkan harus berurusan dengan pihak luar, yang selanjutnya dengan konsekuensi biaya tidak kecil,” tuturnya.

Di NTT, Marsel juga dikenal sebagai penyair. Bulan lalu ia menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul Nyanyian Pesisir. Buku 87 halaman itu diterbitkan oleh Indie Book Corner, Yogyakarta.

Undana saat ini didukung 17.142 mahasiswa dan 888 dosen. Kelompok dosen itu terdiri dari guru besar (23), doktor (116), dan selebihnya bergelar S2 dan S1. Undana sudah menghasilkan sedikitnya 40.000 alumni, sebagian besar di antaranya menjadi birokrat di lingkungan pemerintah daerah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di NTT.

“Benar adanya kalau alumni Undana kini sudah menjadi pengendali utama tata kelola pemerintahan di NTT. Namun terlalu naif kalau prestasi itu dikategorikan sebagai capaian emas Undana. Undana masih harus memburu capaian emas yang bersentuhan dengan pergumulan ilmiah,” papar Marsel.

Penulis : Frans Sarong
Editor: Nasru Alam Aziz

Sumber: Kompas, Sabtu, 11 Agustus 2012 | 16:05 WIB
—————
Pesta Emas, Undana Buka Dua Program Doktor

Tahun ini, tepatnya tanggal 1 September nanti, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang akan merayakan Hari Ulang Tahunnya (HUT) ke-50. Dan, saat ini berbagai kegiatan mulai digelar sepert; jalan sehat, konser mahakarya yang akan menghadirkan Andre Hehanusa dan paduan suara mahasiswa Undana, Bella Cantare tanggal 28 Juli 2012 pukul 19.oo Wita di Aula Eltari Kupang.

Humas Undana, David Sir belum lama ini, menjelaskan, ibadah pembukaan perayaan 50 tahun, ‘Undana bersaksi’ akan dilaksanakan 28 Juli 2012 di Gereja GMIT Maranatha Oebufu pukul 09.oo Wita, donor darah dan pengobatan gratis tanggal 23-30 Agustus 2012, pameran ekspedisi 50 tahun Undana tanggal 23-31 Agustus 2012, Alumni Gathering dan Alumni Award tanggal 29 Agustus 2012 di kampus Undana Penfui.

Selain itu, sebut David akan digelar juga kegiatan lainnya seperti;
malam renungan, Undana refleksi dan proyeksi tanggal 30 Agustus, gala Night dalam bentuk pemutaran film dokumenter ekspedisi 50 tahun Undana di kampus Undana Penfui, dan Seminar Internasional tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia Timur tanggal 28-29 September 2012 di Gedung Rektorat Undana Penfui.

Sementara itu, untuk acara puncak akan diwisuda magister dan sarjana pada tanggal 1 September 2012. Sabtu (21/7) lalu, Undana melaksanakan jalan sehat diikuti sekitar 3000 orang, terdiri dari pimpinan Universitas, Pascasarjana, fakultas, lembaga, biro, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni. Nampak wakil alumni yang paling senior dari Undana, Esthon L. Foenay, turut mendampingi Rektor Undana, Frans Umbu Datta dalam jalan sehat tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan itu ditandai dengan pelepasan balon gas dan dua ekor merpati oleh Rektor, Frans Umbu Datta dan Wagub NTT, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si di lapangan bola kaki kampus Undana Penfui.
Gerak jalan sehat dimulai dari lapangan bola kali Undana Penfui dengan melewati Jl.Piet A.Tallo, depan kantor PDIP dan berakhir di kampus Undana Penfui.

Rektor Frans Umbu Datta saat grand launching pembukaan perayaan 50 tahun Undana mengatakan, HUT 50 tahun Undana hendaknya dimaknai oleh seluruh keluarga besar Undana tidak sekedar serimoni. “Yang namanya hari ulang tahun tentu setiap tahun pasti ada, namun yang paling penting adalah nilai-nilai dasar lahirnya sebuah universitas negeri di NTT guna membantu pemerintah meningkatkan daya saing bangsa di bidang pendidikan,” kata Rektor, Frans Umbu Datta.

Rektor, Umbu Datta, berharap seluruh warga Undana supaya dapat berpartisipasi memberikan dukungan, dan juga kepada seluruh masyarakat NTT dan teristimewa para alumni yang saat ini memimpin daerah ini, ada gubernur dan wakil gubernur. “Ini satu kebanggaan buat Undana, karena sampai hari ini menjelang pesta emas Undana ke-50 pada tanggal 1 September mendatang Undana sudah mewisuda lebih dari 40.000 orang para alumni.

Jadi kita bersyukur kepada Tuhan, 40.000 orang alumni ini bukan jumlah yang sedikit, namun jumlah yang sangat besar dan sudah mengambil bagian secara aktif dalam berbagai lini birokrasi, lini swasta, badan usaha, dan ada juga langsung bekerja di masyarakat secara mandiri,” ungkap Umbu Data.

Rektor Umbu Datta berharap dengan mengutip Amzal 3:16 yang memberikan bahwa orang-orang yang berpengetahuan itu, ditangan kanannya ada hikhmat dan umur panjang. “Dan Undana sudah umur panjang yaitu 50 tahun dan juga dapat hikhmat. Ditangan kirinya juga ada kekayaan dan kehormatan. 40.000 orang alumni itu adalah kekayaan Undana, kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Umbu Datta.

Dikatakan, Umbu Datta, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Djoko Santoso sudah menandatangani Surat Keputusan pembukaan empat fakultas baru, sehingga Undana sudah memiliki 11 fakultas, dan dua program pendidikan Doktor yaitu program pendidikan Doktor Ilmu Peternakan dan program pendidikan Doktor Ilmu Administrasi.

“Ini merupakan momen-momen yang membanggakan pada hari-hari bahagia Undana menjelang pesta emas 50 tahun Undana. Membuka program S3 itu tidak mudah, tetapi kalau penilaian Dirjen Dikti untuk memberikan izin pembukaan S3 bagi Undana, itu berarti semua fasilitas yang dimiliki Undana sudah bisa menjamin untuk penyelenggaraan program S3 di Undana. Ini hal yang luar biasa,” kata Rektor, Frans Umbu Datta.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay sebagai wakil alumni Undana yang paling senior saat sambutannya, menyampaikan selamat memasuki HUT ke-50 tahun bagi Undana. Ujar Esthon, momen ini akan memberikan hal bahwa Undana masuk pada pasar global.

“Mari kita semua berpikir global dan bertindak lokal, berpikir strategis, bertindak teknis untuk Undana. Dan untuk saya merespons secara lokal yaitu saya akan mendaftarkan nama sebagai mahasiswa S3 angkatan pertama tahun ini. Untuk itu saya mengajak, mari kita jalan sehat bersama untuk membangun jiwa yang sehat dan juga tubuh yang sehat untuk kepentingan bangsa dan negara di NTT,” kata Esthon Foenay. (onq)

Sumber: Timor Express, 23 Juli 2012

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Peran dan Kontribusi Akademisi Lokal Perlu Ditingkatkan

Hasil riset akademisi memerlukan dukungan akses pasar. Kolaborasi perguruan tinggi dan industri perlu dibangun sedini ...

%d blogger menyukai ini: