Konferensi Gas Internasional; Permintaan Gas Pasar Global Terus Meningkat

- Editor

Rabu, 6 Juni 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permintaan energi secara global terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Namun, hal itu dikhawatirkan berdampak buruk terhadap lingkungan. Untuk itu, gas diharapkan dapat menggantikan peran minyak dan batubara sebagai sumber energi. Alasannya, gas bumi ramah lingkungan dan memiliki cadangan besar yang memungkinkan sebagai sumber energi dalam pembangunan berkelanjutan.

Hal ini seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara dan penerimaan publik terhadap gas sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.

Presiden Perhimpunan Gas Internasional (International Gas Union) Datuk Abdul Rahim Hasyim memaparkan hal itu dalam pembukaan pameran dan konferensi gas internasional, Senin (4/6), di Kuala Lumpur, Malaysia, seperti dilaporkan wartawati Kompas Evy Rachmawati. Acara itu juga dihadiri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Najib Razak menambahkan, Ernst and Young memperkirakan, pada tahun 2030, akan ada 3 miliar penduduk dunia yang jadi anggota baru dalam kelompok masyarakat kelas menengah. Ini akan meningkatkan permintaan barang-barang konsumsi, seperti mobil dan peralatan rumah tangga, yang butuh energi.

Atas dasar itu, perlu paradigma baru pembangunan yang mencerminkan perubahan zaman. Paradigma industri lama yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa memedulikan lingkungan harus ditinggalkan demi generasi mendatang.

”Saya berkeyakinan, gas alam akan memainkan peran penting dalam pembangunan berkelanjutan,” kata dia.

Menurut Abdul Rahim, permintaan energi secara global dalam jangka panjang bisa meningkat 30-40 persen dibandingkan dengan konsumsi saat ini untuk sektor kelistrikan dan transportasi. Hal ini seiring pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan urbanisasi. ”Karena itu, di Asia, negara-negara pengekspor gas akan mengurangi volume ekspor gas untuk ketahanan energi di dalam negeri,” kata dia.

Meski demikian, gas masih memungkinkan sebagai sumber energi berkelanjutan. Diperkirakan, cadangan gas secara global, termasuk gas nonkonvensional, baru habis 250 tahun lagi jika produksi gas seperti sekarang. Saat ini total potensi gas secara global 789 trillion cubic meters (tcm), terdiri dari cadangan terbukti 187 tcm, potensial gas konvensional 217 tcm, dan potensi cadangan gas nonkonvensional 385 tcm.

Sumber: Kompas, 6 Juni 2012

 

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB
Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Berita ini 0 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 1 April 2024 - 11:07 WIB

Baru 24 Tahun, Maya Nabila Sudah Raih Gelar Doktor dari ITB

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 3 Januari 2024 - 17:34 WIB

Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Berita Terbaru

US-POLITICS-TRUMP

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB