Kimia Itu Mudah dan Menyenangkan…

- Editor

Selasa, 27 September 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kevin (9) mencampur air, pewarna makanan, tepung gaur, dan sesendok serbuk aktivator ke dalam gelas kimia. Dalam sekejap, air yang awalnya berbentuk cair berubah menjadi padat, lengket seperti cacing. ”Kok bisa? Airnya berubah bentuk,” ujarnya.

Siswa kelas III sekolah dasar itu adalah salah satu dari puluhan siswa sekolah dasar yang belajar menjadi kimiawan dalam sehari pada acara ”BASF Kids Lab”, Sabtu (17/9). Acara yang berlangsung di Museum Bank Indonesia, Jakarta, ini bertujuan memperkenalkan kimia kepada anak. Beberapa fenomena di lingkungan sekitar yang menggunakan prinsip kimia diperkenalkan oleh tim dari BASF perusahaan kimia raksasa.

20151116-basf-kids-lab-celebrates-its-10th-year-in-indonesia1Seusai percobaan membuat slime, Kevin dan anak-anak lainnya diminta Fajar, pemandu percobaan, untuk menuliskan langkah-langkah yang sebelumnya dilakukannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Ada yang tahu kenapa airnya berubah bentuk ” tanya Fajar. Tidak ada anak yang bisa menjawab karena mereka belum mendapat pelajaran kimia di sekolah dasar.

Fajar lantas menjelaskan bahwa aktivator yang terkandung dalam boraks mengikat air yang dicampur dengan tepung gaur. Saat itu, terjadi reaksi kimia sehingga air menjadi padat.

Ada empat percobaan kimia yang dilakukan sekitar 80 anak SD itu. Selain membuat slime, ada percobaan membuat gel rambut, mengukur suhu air, dan menguji daya serap air. Setiap anak bergantian menjajal keempat percobaan selama 20 menit.

Di akhir acara, mereka diminta menuliskan percobaanyang paling disukai. ”Saya suka membuat slime karena bentuknya kental. Saya mau ajak mama bikin di rumah,” kata Kevin.

Pada percobaan daya serap air, Faradytha (8) dan Lyla (9) saling bahu-membahu menuangkan air ke kertas tisu, spons, dan super absorber. Keduanya baru bertemu di acara tersebut dan harus bekerja sama.

”Biar aku yang pegang gelas air, kamu masukkan tisu dan spons,” kata Lyla kepada Faradytha. Mereka hendak membandingkan media mana yang paling banyak menyerap air.

Presiden Direktur BASF Indonesia CP Chan mengatakan, untuk menumbuhkan kecintaan pada kimia, anak-anak dilatih melakukan percobaan pada hal-hal yang saring ditemui, ”Kami ingin membentuk pandangan anak-anak bahwa kimia itu mudah dan menyenangkan,” ujarnya. (C09)

Sumber: Kompas, 27 September 2016

Informasi terkait

Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Berita ini 35 kali dibaca

Informasi terkait

Jumat, 18 September 2026 - 06:33 WIB

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Berita Terbaru

Artikel

Biomedis atau Teknik Biomedis?

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:33 WIB

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB