Kenalan dengan Wisudawan Termuda ITS, Jadi Sarjana Teknik di Usia 19 Tahun

- Editor

Senin, 10 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Naufal Shafiy Putra Angkasa namanya. Di usia 19 tahun 10 bulan, Naufal berhasil menyelesaikan studinya dengan mengantongi gelar sarjana teknik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Wisudawan termuda dari Departemen Teknik Perkapalan itu telah menjalankan prosesi wisuda pada Sabtu lalu (24/9). Ia mengaku memang tertarik sejak awal dalam bidang konstruksi kapal.

Dikutip dari laman resmi kampus pada Senin (26/9/2022), pria yang akrab disapa Shafiy itu memiliki misi untuk berkontribusi pada kemaritiman Indonesia yang menurutnya masih tertinggal dengan negara lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengambil Topik TA Terkait Metode Penyambungan Plastik Daur Ulang

Shafiy menjelaskan bahwa laut Indonesia masih banyak yang tercemar oleh sampah plastik yang belum bisa diolah. Nah, faktor ini jadi salah satu penyebab rusaknya ekosistem laut.

Karena itu pula, topik Tugas Akhir (TA) Shafiy mengusung judul Analisis Teknis dan Ekonomis Metode Penyambungan Plastik Daur Ulang. Pada penelitiannya, alumnus SMAN 2 Sidoarjo itu menggunakan sistem pengeleman dan plastic webbing untuk kulit lambung kapal.

Jadi wisudawan termuda, tak dapat dipungkiri bahwa Shafiy juga menemui sejumlah kendala dalam meraih gelar Sarjana Teknik. Karena umurnya yang terbilang masih muda, ketidakstabilan emosi kerap ia rasakan.

Hal itu lumrah dirasakan mengingat umurnya yang masih remaja. Namun, berkat bantuan teman-teman dan keluarganya Shafiy bisa melewati rintangan kecil tersebut semasa kuliah.

Meski Terpaut Usia Cukup Jauh, Shafiy Tidak Kesulitan Bergaul

Semasa kuliahnya, Shafiy mengaku tak pernah kesulitan dalam bergaul dan berkomunikasi dengan teman seangkatan. Meskipun terpaut umur yang cukup jauh, dirinya bisa beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik.

“Solidaritas teman Teknik Perkapalan yang tinggi sudah diasah saat kaderisasi, umur tidak menjadi batasan bahkan sudah seperti keluarga sendiri,” terang pria asal Sidoarjo tersebut.

Saat dirinya masih menjadi mahasiswa, Shafiy selalu membaca ulang materi yang diberikan. Ia tak pernah menelan mentah-mentah ilmu yang diberikan oleh dosen.

Tak sampai di situ, Shafiy juga berkecimpung pada proyek riset Baito Deling. Di sana, ia belajar proses pembuatan kapal dengan laminasi bambu.

“Biasanya kapal terbuat dari alumunium dan kayu, tetapi saya tertarik bergabung dengan Baito Deling karena membuat kapal dari bambu,” ungkap wisudawan ITS itu.

Shafiy Aktif Mengikuti Organisasi

Menurut Shafiy, mahasiswa tidak hanya fokus pada bidang akademik, tetapi juga pengalaman non akademik. Oleh karenanya, ia juga aktif pada Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (HIMATEKPAL).

Di sana, Shafy menjabat sebagai staf divisi pengembangan sumber daya manusia (PSDM) sebelum akhirnya menjadi kepala divisi PSDM pada tahun berikutnya.

Shafiy juga merasa perlu membekali diri pada dunia pemasaran. Di tahun ketiganya, ia menjadi digital marketer Baito Deling dan mempelajari project management.

Ilmu yang ia dapatkan semasa di Baito Deling membuatnya bersyukur karena dapat berguna untuk jenjang kariernya nanti. Prinsip Shafiy yaitu, belajar tidak mengenal waktu dan usia. Kepada para juniornya, wisudawan termuda ITS ke-126 itu juga memberikan pesan.

“Jadilah manusia yang bermanfaat untuk sekitar sehingga memberi dampak positif pada diri kita juga,” pungkasnya.

Anisa Rizki – detikEdu

Sumber: Detik.com, Senin, 26 Sep 2022

 

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Berita Terkait

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya
Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri
PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen
7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya
Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK
Red Walet Majukan Aeromodelling dan Dunia Kedirgantaraan Indonesia
Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu
Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:30 WIB

Metode Sainte Lague, Cara Hitung Kursi Pileg Pemilu 2024 dan Ilustrasinya

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:23 WIB

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:17 WIB

PT INKA Fokus pada Kereta Api Teknologi Smart Green, Mesin Bertenaga Air Hidrogen

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:09 WIB

7 Sesar Aktif di Jawa Barat: Nama, Lokasi, dan Sejarah Kegempaannya

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:56 WIB

Anak Non SMA Jangan Kecil Hati, Ini 7 Jalur Masuk UGM Khusus Lulusan SMK

Minggu, 24 Desember 2023 - 15:27 WIB

Penerima Nobel Fisika sepanjang waktu

Selasa, 21 November 2023 - 07:52 WIB

Madura di Mata Guru Besar UTM Profesor Khoirul Rosyadi, Perubahan Sosial Lunturkan Kebudayaan Taretan Dibi’

Senin, 13 November 2023 - 13:59 WIB

Meneladani Prof. Dr. Bambang Hariyadi, Guru Besar UTM, Asal Pamekasan, dalam Memperjuangkan Pendidikan

Berita Terbaru

Jack Ma, founder and executive chairman of Alibaba Group, arrives at Trump Tower for meetings with President-elect Donald Trump on January 9, 2017 in New York. / AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY

Berita

Jack Ma Ditendang dari Perusahaannya Sendiri

Rabu, 7 Feb 2024 - 14:23 WIB