Kebun Raya; Mayoritas Jenis Flora Belum Terkonservasi

- Editor

Selasa, 19 Mei 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari sekitar 35.000 jenis tumbuhan berbunga di Indonesia, baru 8.000 jenis atau 24 persen yang sudah dikonservasi di kebun raya. Demi mengejar peningkatan jumlah jenis yang dikonservasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memasang target, setiap tahun dua kebun raya baru beroperasi dan dua calon kebun raya tambahan dibangun di daerah.
“Wilayah Indonesia sangat luas dan memiliki ekosistem beragam. Untuk bisa menyelamatkan tumbuhan-tumbuhan khas daerah, butuh minimal 47 kebun raya daerah yang merepresentasikan 47 tipe ekoregion di Indonesia,” kata Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain saat sambutan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-198 Kebun Raya Bogor, Senin (18/5), di Bogor, Jawa Barat.

Turut hadir, Wali Kota Bogor Bima Arya, Bupati Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara) James Sumendap, Bupati Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah) Supian Hadi, dan Rektor Universitas Haluoleo Usman Rianse.

Iskandar mengatakan, keberadaan spesies khas daerah atau endemis terus terancam akibat tak terkendalinya eksploitasi sumber daya alam yang merusak. Selain memperbesar peluang kepunahan flora, kerusakan lingkungan menyebabkan bencana alam. Oleh karena itu, kebun raya daerah sangat dibutuhkan untuk konservasi sekaligus mempertahankan jasa ekosistem bagi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati menambahkan, capaian jumlah jenis flora yang sudah dikonservasi di kebun raya-kebun raya Indonesia masih jauh dari target internasional. Berdasarkan target 2011-2020 dalam Global Strategy for Plant Conservation, suatu negara harus sudah mengonservasi 70 persen jenis tumbuhan.

Kendala bagi Indonesia adalah luasnya cakupan wilayah dan banyaknya pulau, yang berdasarkan data resmi Badan Informasi Geospasial terdapat 13.466 pulau. “Kami juga selalu menyampaikan dalam paparan di tingkat internasional, capaian konservasi baru 24 persen dari seluruh spesies karena pulau-pulau tersebar dan susah dijangkau,” kata Enny.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko menuturkan, 47 kebun raya daerah yang mewakili 47 tipe ekoregion diperkirakan tercapai tahun 2035. Perhitungannya, setiap tahun, LIPI menargetkan minimal dua kebun raya baru beroperasi dan dua calon kebun raya tambahan mulai dibangun. Saat ini, ada 27 kebun raya di seluruh Indonesia, tetapi baru merepresentasikan 15 tipe ekoregion.

“Pada 2015, target tahunan bakal terlewati karena sudah ada perjanjian kerja sama pengembangan empat calon kebun raya daerah,” kata Didik. Keempatnya merupakan komitmen kerja sama dengan Pemerintah Kota Kendari (Sulawesi Tenggara), Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Universitas Haluoleo. Nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama ditandatangani kemarin. (JOG)
——————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 19 Mei 2015, di halaman 14 dengan judul “Mayoritas Jenis Flora Belum Terkonservasi”.

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 20 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB